Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Batal TC ke Bangkok, Igor Tolic Fokus Hadapi Piala Presiden dan ACL Two

Minggu, 12 Juli 2026 13:13 WIB

Jalan Diponegoro Bandung Resmi Ditutup Permanen, Ini Rute Alternatif Terbaru di Sekitar Gedung Sate

Minggu, 12 Juli 2026 12:06 WIB

Kabar Duka! Komedian Temon Templar Meninggal Dunia

Minggu, 12 Juli 2026 11:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Batal TC ke Bangkok, Igor Tolic Fokus Hadapi Piala Presiden dan ACL Two
  • Jalan Diponegoro Bandung Resmi Ditutup Permanen, Ini Rute Alternatif Terbaru di Sekitar Gedung Sate
  • Kabar Duka! Komedian Temon Templar Meninggal Dunia
  • Hasil Argentina vs Swiss 3-1: Lionel Messi Cs Lolos ke Semifinal Piala Dunia 2026
  • Persib Diuntungkan! Laga Playoff ACL Two Lawan Manila Digger Resmi Ditunda
  • Update Harga Emas Antam Hari Ini: 1 Gram Masih Rp2.655.000, Buyback Tetap
  • Mobil Hantam Tiang PJU di Jalan Dago Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Pengemudi Mabuk
  • Hancur Luar Dalam! Bupati Gowa Kini Dilaporkan Mantan Suami dan Didepak Keluarga Kandung?!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 12 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Alur Geger Aliran STJ di Tasikmalaya: Dari Larangan Salat Jumat Hingga Aksi Spontan Pembakaran oleh Warga

By Aga GustianaSelasa, 7 April 2026 15:32 WIB3 Mins Read
Padepokan STJ Tasikmalaya dibakar massa. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Ketenangan warga Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak pecah pada Rabu (1/4/2026). Aksi spontanitas massa mengakibatkan sebuah gudang milik Padepokan Saung Taraju Jamantara (STJ) hangus dibakar si jago merah. Insiden ini dipicu oleh kemarahan warga atas aktivitas digital seorang pria berinisial K yang dianggap melakukan penistaan agama.

Kronologi: Berawal dari Live TikTok Bersama Esther

Kemarahan warga mencapai puncaknya setelah K melakukan siaran langsung (live) di platform TikTok bersama akun Esther (BBdrum). Dalam konten tersebut, narasi yang dibangun dinilai sangat sensitif dan menyinggung keyakinan masyarakat setempat.

Kapolres Tasikmalaya, AKBP Wahyu Pristha Utama, mengungkapkan bahwa aksi massa merupakan akumulasi rasa kecewa terhadap aliran yang diikuti oleh K.

“Dalam konten live TikTok tersebut, warga menduga adanya unsur penistaan agama dan praktik menyimpang yang menyinggung perasaan masyarakat setempat. Dan akhirnya spontanitas itu terjadi,” ujar AKBP Wahyu saat memberikan keterangan resmi.

Baca Juga:  Geger Pembakaran Padepokan STJ Tasikmalaya, Kemenham Jabar Soroti Penistaan Agama hingga Aksi Anarkis

Padepokan STJ sendiri sebenarnya bukan nama baru. Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem) Tasikmalaya telah membekukan organisasi ini sejak tahun 2024. Namun, kemunculan K di media sosial seolah menyiram bensin ke api yang sudah lama terpendam.

Polisi Turun Tangan: Evakuasi dan Penjagaan Ketat

Meski gudang berukuran 3×4 meter ludes dengan kerugian mencapai Rp6 juta, polisi berhasil mencegah kerusuhan yang lebih besar. Personel gabungan langsung diterjunkan untuk menenangkan massa melalui pendekatan persuasif.

“Alhamdulillah, warga mendengarkan instruksi kami. Aksi dapat segera dihentikan dan massa kembali ke rumah masing-masing dengan tertib,” tambah Kapolres.

Saat ini, sosok K masih dalam proses pencarian pihak kepolisian. Untuk menghindari aksi susulan, istri dan anak-anak K telah dievakuasi ke lokasi aman. Garis polisi juga telah dipasang di TKP untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga:  Detik-detik Penangkapan Penculik Bayi di Tasikmalaya: Pelaku Disergap Saat Tidur, Korban Disembunyikan!

Membongkar Ajaran Kontroversial: Salat Bebas Arah dan Tak Perlu Jumat

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya, KH Edeng ZA, turut menyoroti ajaran yang disebarkan oleh K melalui media sosial seperti YouTube dan TikTok. Menurutnya, konten-konten tersebut berisi pemahaman yang bertentangan dengan syariat Islam.

“Ajarannya, yang beredar di YouTube, pertama bahwa salat boleh menghadap ke mana saja. Tidak perlu ke satu arah, bisa barat, timur, selatan, utara. Jumat tidak wajib. Kemudian dalam rekaman saat berbicara dengan Ester, Nabi Muhammad disandingkan dengan makhluk penggoda manusia. Itu cukup memicu emosi umat beragama,” ungkap KH Edeng.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak bertindak anarkis dan menyerahkan seluruh proses hukum kepada negara.

Baca Juga:  H. Budi Mahmud Saputra Dorong Kantor PD Peristri Tasikmalaya Jadi Pusat Komando Pemberdayaan Ekonomi Umat

“Ada kaitan dengan tahun 2024, kemudian orang ini menyiarkan kepercayaan kepada masyarakat yang sudah beragama. Itu tidak boleh, dilarang undang-undang. Kemudian tindakan yang merusak juga dilarang oleh negara. Maka marilah kita bernegara dengan penuh kesadaran beragama dan bernegara,” tegasnya.

Langkah Tegas Penegakan Hukum

Pihak Polres Tasikmalaya saat ini bekerja sama dengan MUI, Kemenag, dan Bakorpakem untuk menelaah status hukum aliran tersebut. AKBP Wahyu menekankan bahwa pihaknya akan bersikap objektif dalam menangani kasus ini, baik terhadap pelaku perusakan maupun terhadap dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh K.

“Kami berada di tengah-tengah. Kami profesional dalam melakukan penegakan hukum, baik terhadap warga yang melakukan perusakan maupun terkait dugaan penistaan agama,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Aliran Sesat Taraju berita tasikmalaya Padepokan STJ Penistaan Agama TikTok Polres Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Jalan Diponegoro Bandung Resmi Ditutup Permanen, Ini Rute Alternatif Terbaru di Sekitar Gedung Sate

Mobil Hantam Tiang PJU di Jalan Dago Bandung, Polisi Selidiki Dugaan Pengemudi Mabuk

Hancur Luar Dalam! Bupati Gowa Kini Dilaporkan Mantan Suami dan Didepak Keluarga Kandung?!

2.663 ASN Jabar Terindikasi Judi Online, Ada yang Depositnya Melebihi Gaji!

Tragedi di Kedai Teh: Gara-gara Penalti Messi, Ayah Dua Anak Tewas Dikeroyok

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi dan TPPU

Terpopuler
  • Retaknya Panca Curiga di Tanah Purwakarta: Di Mana Batas ‘Heureuy’ Sunda Saat Tubuh Perempuan Jadi Bahan Jenaka?
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Selangor Malaysia Bidik Pasar Indonesia Lewat Promosi Wisata Medis di Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.