Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia

Sabtu, 19 September 2026 07:23 WIB

Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api

Sabtu, 19 September 2026 06:00 WIB

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Sabtu, 19 September 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia
  • Liburan Tanpa Ribet! 10 Destinasi Wisata Sukabumi Ini Bisa Dijangkau Cuma Naik Kereta Api
  • Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban
  • Persib vs Persijap Jepara, Bobotoh Bisa Nobar di 5 Lokasi Ini
  • Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula
  • Cristiano Ronaldo Kembali Masuk Skuad Timnas Portugal untuk UEFA Nations League
  • Rekomendasi 10 Anime Pendek Terbaik yang Bisa Ditamatkan dalam Sehari, Cocok Buat Maraton Weekend!
  • Resmi Dirilis! Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026 Tanpa Jay Idzes
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 19 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Geger Pembakaran Padepokan STJ Tasikmalaya, Kemenham Jabar Soroti Penistaan Agama hingga Aksi Anarkis

By Aga GustianaKamis, 9 April 2026 16:30 WIB2 Mins Read
Padepokan STJ Tasikmalaya dibakar massa. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Insiden pembakaran bangunan di Padepokan Saung Taraju Jumantara (STJ), Kabupaten Tasikmalaya, memicu respons serius dari Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (Kanwil HAM) Jawa Barat. Tim penanganan pengaduan diterjunkan langsung ke lokasi pada 7-8 April 2026 untuk mengusut tuntas pemicu konflik sekaligus memastikan prinsip perlindungan HAM tetap terjaga.

Ketegangan di Kecamatan Taraju ini bermula dari keresahan warga terkait dugaan penyimpangan ajaran di padepokan tersebut, termasuk isu larangan salat Jumat bagi pengikutnya. Situasi memuncak menjadi aksi spontan perusakan dan pembakaran oleh massa yang merasa geram.

Kepala Kanwil Kemenham Jabar, Hasbullah Fudail, menyatakan bahwa koordinasi ketat dengan Pemkab Tasikmalaya, Kesbangpol, dan FKUB telah dilakukan untuk memitigasi dampak sosial yang lebih luas.

“Penyelesaian permasalahan kerukunan umat beragama dan penganut kepercayaan memerlukan sinergitas dan kolaborasi seluruh instansi termasuk Kanwil HAM Jabar dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya,” tegas Hasbullah.

Baca Juga:  BGN Bakal Investigasi Kasus Keracunan Massal MBG di Bandung dan Tasikmalaya

Verifikasi Lapangan dan Jeritan Keluarga Korban

Dalam kunjungan selama dua hari tersebut, tim melakukan audiensi dengan Forkopimcam serta keluarga korban yang bangunannya hangus terbakar. Meski ada dugaan penistaan agama yang mendasari kemarahan warga, Hasbullah menyayangkan cara-cara anarkis yang diambil sebagai jalan penyelesaian.

“Kami telah melakukan verifikasi ke lapangan serta menerima keterangan langsung dari keluarga korban yang menyayangkan kejadian anarkis tersebut terjadi,” ungkapnya.

Baca Juga:  Definisi Gagal Sedih, Laporan Netizen Soal Lakalantas di Jalan Gentong Bikin Ngakak

Menuntut Kepastian Hukum dan Hak Aman

Kanwil Kemenham Jabar menekankan bahwa kasus ini harus diselesaikan melalui dua jalur utama. Pertama, transparansi penyelidikan terhadap dugaan penistaan agama oleh pihak padepokan. Kedua, penegakan hukum terhadap pelaku perusakan properti demi menjaga muruah hukum.

Poin paling krusial bagi Kemenham Jabar adalah pemulihan kondisi psikologis dan jaminan keselamatan bagi pihak-pihak yang terdampak aksi massa tersebut.

“Hak atas rasa aman penting untuk kemudian dipastikan dan dijamin pemenuhannya karena setiap warga negara termasuk keluarga korban berhak untuk merasa aman dan dalam kondisi yang selamat,” ujar Hasbullah.

Baca Juga:  Liburan ke Tasikmalaya? Ini 5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi

Pendekatan Persuasif Cegah Gejolak Susulan

Pihak Kanwil HAM Jabar meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada penegakan hukum, tetapi juga melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar konflik horizontal tidak kembali pecah.

Hasbullah berkomitmen akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas, seraya mengingatkan bahwa stabilitas keamanan di Jawa Barat hanya bisa terwujud jika semua pihak mengedepankan dialog daripada kekerasan.

“Upaya-upaya yang sistematis dan persuasif penting untuk dikedepankan, agar permasalahannya bisa selesai tanpa kemudian menimbulkan kembali gejolak di masyarakat,” tutupnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Tasikmalaya
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Gagal Bayar Denda, WNI Dibui Gara-gara Buang Puntung Rokok Sembarangan di Malaysia

Dendam Masa Lalu Berujung Pengeroyokan, Jukir di Cileunyi Jadi Korban

Bukan Cuma Didenda, Pohon yang Ditebang di Bandung Harus Dikembalikan ke Lokasi Semula

Lawan Calo Pabrik, Dedi Mulyadi Buka Bursa Kerja Lewat Live TikTok Pemprov Jabar

lampu lalu lintas

Marak Pencurian Kabel Traffic Light di Bandung, Polisi Diminta Segera Bertindak

Masuk Bursa Survei Nasional, Purbaya Yudhi Sadewa Punya Peluang di Pilgub Jabar 2029?

Terpopuler
  • Jadwal Lengkap FC Seoul vs Persib Bandung di ACL 2: Waktu Kick-off dan Link Nonton
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
  • Tradisi 60 Tahun Berujung Hujatan! Menelusuri Fakta di Balik Hebohnya Simbang Kulon Night Carnival 2026
  • Karpet Merah Mobilitas Publik atau Kuburan Ekonomi Rakyat: Menelisik Polemik di Balik Megaproyek BRT Bandung Raya
  • Link Live Streaming ACL 2: FC Seoul vs Persib Bandung, Nonton Gratis di Sini!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.