Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Kamis, 2 April 2026 17:07 WIB

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Kamis, 2 April 2026 17:01 WIB

Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan

Kamis, 2 April 2026 17:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
  • Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025
  • Heboh Liga Belanda! Pemain Naturalisasi ‘Diparkir’ Akibat Masalah Paspor, Timnas Indonesia Terdampak
  • KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi
  • Momen Emosional Putros, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
  • Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Begini Wujud Manusia 50 Ribu Tahun Lagi, Prediksi Pakar

By Aga GustianaJumat, 3 Januari 2025 15:52 WIB2 Mins Read
Ilustrasi robot manusia. (Foto: Pixabay)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tidak ada yang tahu pasti bagaimana rupa manusia dalam 50 ribu tahun mendatang. Namun, para pakar mencoba memprediksinya.

“Evolusi sebagian bersifat deterministik, ada aturan bagaimana sistem berevolusi, dan sebagian acak, di mana mutasi dan perubahan lingkungan pada dasarnya tak dapat diprediksi,” kata Thomas Mailund, profesor bioinformatika Universitas Aarhus.

“Tapi dalam rentang waktu puluhan atau ratusan tahun, sebagian besar hanya tebakan. Kita dapat membuat tebakan agak terbatas, tapi daya prediksinya rendah, jadi anggap saja ini eksperimen pemikiran,” katanya.

Menurutnya, waktu 50 ribu tahun lebih dari cukup untuk beberapa perubahan evolusi dalam skala relatif kecil.

Baca Juga:  Inovasi Teknologi di Barbershop Bandung: Pengalaman Potong Rambut dengan AI

“Perubahan yang benar-benar dramatis butuh waktu lebih lama. Kita takkan menumbuhkan sayap atau insang dalam waktu kurang dari jutaan tahun, dan 50.000 tahun yang lalu, kita adalah manusia modern secara anatomi,” paparnya.

Jason Hodgson, ahli evolusi Universitas Anglia Ruskin, mengatakan 50.000 tahun sangat lama dalam evolusi manusia, mewakili lebih dari 1.667 generasi.

“Di 50.000 tahun terakhir, sebagian besar variasi yang terlihat di antara populasi manusia berevolusi. Ini mencakup semua variasi warna kulit yang terlihat di seluruh dunia, semua variasi perawakan, semua variasi warna dan tekstur rambut, dll. Faktanya, sebagian besar variasi yang kita kenal berevolusi 10.000 tahun terakhir,” jelasnya.

Baca Juga:  Sajikan Ruang Publik, Forest Walk Baksil Ingin Dekatkan Manusia dengan Alam Tanpa Merusak

Hodgson memperkirakan, di masa depan lebih dekat, populasi global menjadi lebih homogen dan kurang terstruktur dalam genetika dan ciri-ciri individu yang dapat diamati.

“Perkawinan antara kelompok-kelompok berkerabat jauh meningkat, dan akan mengakibatkan berkurangnya struktur dan populasi global yang lebih homogen,” katanya.

Manusia juga mungkin menjadi lebih tinggi, karena seleksi seksual. Seiring waktu dan berkembangnya teknologi, ada kemungkinan manusia mulai mengarahkan evolusi melalui alat penyuntingan gen seperti CRISPR yang mungkin dibantu kecerdasan buatan.

Baca Juga:  4 Fakta Unik Flyover Antapani Bandung, Salah Satunya Gunakan Teknologi Pertama di Indonesia

“Menerapkan teknik genetika pada manusia sangat kontroversial dan penuh dengan masalah etika. Namun dalam 50.000 tahun, hampir tidak dapat dipahami oleh saya bahwa orang-orang pada akhirnya tidak akan menerapkan teknologi ini pada spesies kita,” kata Hodgson.

“Saya menduga hal-hal seperti penampilan sebagian besar akan bergantung pada pilihan sendiri. Teknologi seperti CRISPR, atau teknologi yang belum ditemukan, memungkinkan kita memilih banyak hal tentang penampilan kita. Saya bahkan membayangkan penampilan kita dapat berubah dari generasi ke generasi seperti halnya perubahan mode,” tambahnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

manusia Pakar teknologi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan

Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor

Dunia Akui Kreativitas Indonesia! Alat Sederhana Ini Jadi Incaran Warga Asing

KIP Kuliah

Kuliah Gratis 2026! Begini Cara Daftar KIP Kuliah agar Bebas Biaya UTBK-SNBT

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Ramai Dicari di TikTok, Video ‘Part 2’ Ini Ternyata Picu Risiko Serius

Cuma Pakai Pulpen, Remaja 14 Tahun Asal Pekalongan Ini Lukis Wajah Mirip Foto 100 Persen!

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.