Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Kamis, 2 April 2026 20:10 WIB

Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan

Kamis, 2 April 2026 19:53 WIB

Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib

Kamis, 2 April 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
  • Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025
  • Heboh Liga Belanda! Pemain Naturalisasi ‘Diparkir’ Akibat Masalah Paspor, Timnas Indonesia Terdampak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Menjelang Ajal, Dzikir atau Doa? Ini Penjelasan Menyentuh dari Gus Baha

By Aga GustianaSabtu, 12 April 2025 15:40 WIB2 Mins Read
Rais Syuriyah PBNU, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha. (Foto: dok. Pesantren Tebuireng)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Menjelang kematian, banyak orang bertanya-tanya: manakah yang lebih utama dilakukan, berdoa atau berdzikir? Pertanyaan ini tak hanya datang dari kalangan awam, tetapi juga dari mereka yang rajin beribadah. Ternyata, jawabannya memiliki dimensi spiritual yang dalam.

Ulama terkemuka asal Rembang, KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang akrab disapa Gus Baha, memberikan penjelasan menyentuh hati mengenai hal ini. Dalam sebuah ceramah yang diunggah di kanal YouTube @Channel_Nasehat, Gus Baha menyampaikan bahwa saat menghadapi sakaratul maut, Nabi Muhammad SAW justru menganjurkan untuk menyebut nama Allah, bukan memanjatkan doa.

“Orang kalau mau meninggal itu sama Nabi hanya disuruh nyebut ‘Allah, Allah’. Nabi tidak menyuruh berdoa karena berdoa itu bagi orang kebanyakan,” ujar Gus Baha, dikutip Sabtu (12/4/2025).

Baca Juga: Meski Ahli Falak, Gus Baha Pilih Ikut Pemerintah dalam Penentuan Awal Ramadhan

Baca Juga:  Dedi Kusnandar Alami Cedera Serius, Persib Solid Berikan Dukungan

Menurutnya, doa sering kali disertai harapan akan terkabul atau tidak, yang bisa menimbulkan kegelisahan batin. Di saat-saat terakhir, hati harus berada dalam kondisi pasrah dan damai. Sebaliknya, menyebut nama Allah tanpa tuntutan duniawi adalah bentuk kepasrahan yang paling tulus.

“Kalau anda berdoa, pasti hati anda akan bertanya, doaku mujarab atau tidak? Doa saya makbul apa tidak?” terang Gus Baha.

Ia menegaskan, dzikir adalah bentuk kedekatan murni antara manusia dan Tuhannya. Dengan terus melafalkan “Allah, Allah” secara perlahan dan penuh kesadaran, seseorang akan merasakan ketenangan yang sejati.

Baca Juga:  UAH Berikan Cara Agar Daya Ingat Kuat dan Terhindar dari Bisikan Setan

“Sudah, sampai kamu mati bilang saja Allah, Allah, Allah,” ucapnya dengan nada lembut namun bermakna dalam.

Tak hanya menyebut nama, Gus Baha juga menganjurkan untuk mengenali dan mengingat sifat-sifat Allah saat berdzikir. Ini akan memperkuat rasa cinta, pengharapan, dan pasrah dalam diri seseorang.

Baca Juga: Gus Baha Jelaskan Perbedaan NU dan Muhammadiyah soal Penentuan Awal Ramadhan

“Terus nyifati Allah. Kamu ingat Allah dengan segala sifat-Nya. Siapa Dia? Rahman, Rahim. Siapa Dia? Khairul ghafirin. Siapa Dia? Arhamurrahimin,” jelasnya.

Baca Juga:  Intip Rahasia Ramadhan Berkah ala Gus Baha

Menurut Gus Baha, dzikir saat sakaratul maut bukan sekadar ritual, melainkan bentuk ibadah yang paling dalam dan personal. Ini adalah pengakuan total terhadap kemahakuasaan dan kasih sayang Allah yang tak terbatas.

Meskipun doa tetap memiliki tempat penting dalam kehidupan seorang Muslim, saat menghadapi ajal, dzikir menjadi lebih utama karena mengandung ketulusan yang tak bergantung pada harapan duniawi.

Kesimpulannya, menjelang kematian, menyebut nama Allah dengan penuh kesadaran dan penghayatan adalah cara paling indah untuk berpulang. Dzikir bukan hanya ucapan, tapi juga jalan kembali menuju Sang Pencipta, dengan hati yang pasrah, damai, dan penuh cinta.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

ajal Doa dzikir Gus Baha
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan

Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan

Link Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Disebut Punya Versi Lengkap Tanpa Sensor

Dunia Akui Kreativitas Indonesia! Alat Sederhana Ini Jadi Incaran Warga Asing

KIP Kuliah

Kuliah Gratis 2026! Begini Cara Daftar KIP Kuliah agar Bebas Biaya UTBK-SNBT

Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Ramai Dicari di TikTok, Video ‘Part 2’ Ini Ternyata Picu Risiko Serius

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.