Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan

Minggu, 29 Maret 2026 10:31 WIB

Pohon Tumbang Hantam Rahong Pangalengan, Palawi Risorsis Tegaskan Ini Murni Bencana Alam

Minggu, 29 Maret 2026 10:12 WIB

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Minggu, 29 Maret 2026 10:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Pohon Tumbang Hantam Rahong Pangalengan, Palawi Risorsis Tegaskan Ini Murni Bencana Alam
  • Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak
  • Gila! Beckham Putra Menggila, Timnas Indonesia Pesta Gol di GBK!
  • Banjir Reward! Intip Deretan Kode Redeem FF Terbaru 29 Maret 2026, Ada Skin SG2 dan Bundle Langka
  • Bukan Kaleng-Kaleng! Kode Redeem FF 29 Maret 2026: Sikat SG2 OPM dan Skin M1887 Gratis
  • Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gaya Kepemimpinan Dedi Mulyadi Dikritik: Sibuk Ngonten, Minim Kebijakan Nyata

By Aga GustianaSelasa, 8 April 2025 19:22 WIB2 Mins Read
Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Biro Adpim Jabar.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Mantan Ketua DPRD Jawa Barat, Eka Santosa, melontarkan kritik tajam terhadap gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Menurutnya, pendekatan yang diambil Dedi lebih banyak berfokus pada pencitraan di media sosial ketimbang menghadirkan kebijakan yang konkret dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam pernyataannya pada Selasa (8/4/2025), Eka membandingkan gaya kepemimpinan Dedi dengan para gubernur Jawa Barat terdahulu yang dikenal memiliki integritas, visi kebangsaan, serta komitmen terhadap kepentingan rakyat.

“Saya mengenal banyak Gubernur Jabar, dari era awal kemerdekaan sampai sekarang. Mereka punya karakter kuat dan kebijakan yang membumi,” ujar Eka, yang juga Ketua LSM Gerakan Hejo.

Ia menyebut nama-nama besar seperti Mohamad Sanusi Hardjadinata, Letjen Purn H. Mashudi, Solihin GP, hingga Aang Kunaefi sebagai sosok teladan dalam kepemimpinan. Mereka, kata Eka, bukan hanya cerdas dan tegas, tapi juga membangun Jawa Barat dengan fondasi intelektual dan kepedulian sosial.

Baca Juga:  Jalan Baru Padalarang–Kota Baru Parahyangan Siap Dibangun, Anggaran Pembebasan Lahan Rp150 Miliar

Eka memuji berbagai program dari para gubernur sebelumnya, seperti “Rak Gan Tang” oleh Solihin GP yang menggerakkan penghijauan, hingga “DAKABALAREA” milik Nana Nuriana saat krisis moneter yang fokus pada ketahanan pangan dan pendidikan untuk anak-anak.

Bahkan di era Ridwan Kamil, Eka menilai kepemimpinan masih memiliki nilai intelektual, meskipun ia mengkritik keberadaan tim akselerasi yang dianggap menimbulkan masalah seperti kasus di Bank BJB.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Ditantang Bongkar Restoran Asep Stroberi Puncak Bogor, Berani Gak?

Namun semua itu, menurut Eka, sangat berbeda dengan gaya Dedi Mulyadi yang dinilainya terlalu berorientasi pada media sosial.

Eka secara khusus menyoroti tindakan Dedi Mulyadi yang kerap menegur pejabat lain melalui TikTok atau media sosial lainnya. Salah satu contohnya adalah teguran kepada Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang disampaikan secara terbuka di TikTok terkait urusan ke luar negeri.

“Harusnya komunikasi dibangun secara kepemimpinan, bukan konten. Kalau bisa ditelepon, kenapa harus viral?” kritiknya.

Ia juga menyinggung aksi bersih-bersih sungai yang dilakukan Dedi. “Kesan yang muncul malah seperti pencitraan. Padahal sebagai gubernur, tugas utama adalah membuat regulasi agar pengelolaan sampah lebih baik secara sistematis,” tambah Eka.

Baca Juga:  Bapenda Jabar Siapkan Langkah Strategis Hadapi Tantangan Ekonomi Global

Lebih lanjut, Eka menantang Dedi untuk membuktikan ketegasannya dalam kasus pelanggaran lingkungan oleh BUMD Jaswita, pasca penyegelan tempat wisata yang dikelola perusahaan tersebut.

“Jaswita itu di bawah Pemprov. Kalau melanggar lingkungan, berani tidak Dedi Mulyadi mengevaluasi? Kalau perlu, ganti direkturnya atau bubarkan sekalian,” pungkasnya.

Eka berharap Dedi Mulyadi mampu beralih dari pendekatan populis berbasis konten menuju kebijakan konkret yang berpihak pada rakyat dan lingkungan hidup di Jawa Barat.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi DPRD gubernur HL jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pohon Tumbang Hantam Rahong Pangalengan, Palawi Risorsis Tegaskan Ini Murni Bencana Alam

Berani Banget! Sambil Mandi Lumpur, Bocah Gemoy Ini Kritik Pedas Jalan Rusak

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.