Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Ternyata Bukan Asal Selebrasi, Ada Kisah Masa Kecil Luka Menalo di Balik Gestur Biola

Senin, 17 Agustus 2026 06:00 WIB

Pagi-Pagi ke Bandung? 5 Tempat Sarapan Hits Ini Bisa Jadi Pilihan

Senin, 17 Agustus 2026 03:00 WIB
Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cek Bansos Kemensos Go ID 2026 Tahap 3 Pakai NIK, Begini Cara dan Jadwal PKH Cair

Senin, 17 Agustus 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Ternyata Bukan Asal Selebrasi, Ada Kisah Masa Kecil Luka Menalo di Balik Gestur Biola
  • Pagi-Pagi ke Bandung? 5 Tempat Sarapan Hits Ini Bisa Jadi Pilihan
  • Cek Bansos Kemensos Go ID 2026 Tahap 3 Pakai NIK, Begini Cara dan Jadwal PKH Cair
  • Gempa NTT M 7,7 Bikin 9.290 Warga Mengungsi, Sikka Jadi Wilayah Paling Parah
  • RAHASIA LELUHUR! Mengapa Rumah Adat Tanpa Paku Malah Selamat dari Gempa M 7,7 NTT?
  • Persib Gaspol di Bali! Igor Tolic Bongkar Misi Besar Jelang Super League 2026/27
  • Terdaftar Bansos atau Tidak? Cek Desil DTSEN Pakai NIK, Begini Caranya
  • Berburu Promo 17 Agustus! Ada Makan Rp81 Ribu hingga Buy 1 Free 1 di Restoran Ini
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 17 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Geger Pati! Pengantin Wanita Pilih Jadi Buronan Polisi Ketimbang Jadi Istri Juragan Sapi!

By Aga GustianaSabtu, 23 Mei 2026 09:11 WIB8 Mins Read
Viral pengantin wanita kabur jelang ijab qabul. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Tenda dekorasi bernuansa megah itu masih berdiri tegak di Desa Tajungsari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Seharusnya, pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, embun yang menguap di sela-sela daun perkebunan beralih menjadi saksi janji suci. Di bawah atap terpal dan gemerlap lampu hias, ratusan kursi berselimut kain putih tertata rapi, menunggu gelak tawa kerabat dan barisan tamu undangan. Aroma masakan katering yang khas untuk pesta pernikahan pun sempat menguar, memenuhi udara pagi yang sejuk di lereng Gunung Muria.

Namun, tepat pada pukul 09.00 WIB—waktu yang tertulis dengan tinta emas di atas lembaran kertas undangan—tidak ada lantunan ayat suci Al-Qur’an. Tidak ada jabat tangan gemetar antara seorang ayah dan calon menantu. Yang ada hanyalah kesunyian yang mencekam, bisik-bisik tetangga yang menjalar dari rumah ke rumah, serta gumpalan air mata menahan malu dari dua keluarga besar.

Panggung pelaminan yang anggun itu mendadak berubah fungsi menjadi monumen bisu dari sebuah tragedi romansa modern. Muhammad Musalim, seorang pria berusia 33 tahun, harus menelan pil paling pahit dalam hidupnya. Di hari yang seharusnya menjadi puncak kebahagiaan, ia justru mendapati kenyataan bahwa statusnya berubah: bukan menjadi seorang suami, melainkan menjadi korban dari sebuah pelarian yang terencana.

Hanya beberapa jam sebelum ijab kabul diikrarkan, sang calon pengantin wanita, Nayla Anik Setiyawati yang baru menginjak usia 19 tahun, menghilang tanpa jejak. Ia menguap di keheningan sepertiga malam, meninggalkan kebaya pernikahan, menyisakan ruang kamar yang kosong, dan sebuah luka menganga yang tampaknya butuh waktu seumur hidup untuk disembuhkan.

Sosok Musalim dan Mahar yang Tertinggal

Di mata warga Desa Tajungsari, Muhammad Musalim bukanlah pemuda sembarangan. Di usianya yang menginjak kepala tiga, ia dikenal sebagai sosok pria mandiri, pekerja keras, dan ulet. Musalim adalah seorang alumnus SMK Farming yang berhasil mempraktikkan ilmunya dengan nyata. Ia mengelola peternakan sapi yang cukup mapan dan merawat perkebunan buah yang produktif di desanya. Melalui peluh keringatnya sendiri, Musalim membangun masa depannya, menyiapkan pondasi ekonomi yang kokoh sebelum memutuskan untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Sebagai pria dewasa yang belum pernah naik ke pelaminan, pernikahan ini adalah impian besar yang ia persiapkan dengan sangat matang. Komitmen Musalim tidak main-main. Untuk menunjukkan keseriusannya meminang gadis pujaannya, ia telah menyiapkan mahar yang tergolong mewah untuk ukuran pesta di desa: satu unit sepeda motor Honda PCX model tahun 2026 yang masih berkilat, lengkap dengan pita merah di bagian kemudinya.

Semua persiapan fisik telah menyentuh angka seratus persen. Jasa fotografer profesional telah dipesan demi mengabadikan momen sekali seumur hidup. Make Up Artist (MUA) dengan tarif terbaik di wilayah Pati pun sudah dibayar lunas sejak jauh-jauh hari agar sang mempelai wanita tampil bak ratu sehari. Namun, semua investasi materi dan emosional itu mendadak kehilangan maknanya ketika sang “ratu” memilih mahkota yang lain.

Retret Dini Hari dan Misteri Pria Seumur

Tragedi ini tidak terjadi di ruang hampa. Hubungan antara Musalim dan Nayla, yang terpaut usia cukup jauh yakni 14 tahun, awalnya berjalan mulus tanpa paksaan. Kasus ini menegaskan bahwa kegagalan pernikahan mereka sama sekali bukan karena motif klasik seperti perjodohan paksa oleh orang tua. Nayla menerima lamaran Musalim dengan kesadaran penuh, bahkan prosesi tunangan pun telah dilewati dengan senyum merekah di hadapan sanak saudara.

Namun, badai justru datang menjelang garis finis. Sebuah desas-desus berembus kencang di tengah jalan, menyatakan bahwa Nayla mulai berpaling hati. Gadis remaja yang baru mencicipi usia dewasa itu diduga kuat terikat asmara dengan seorang pemuda lain yang usianya sebaya dengannya.

“Dilamar menerima, sudah sampai tunangan, tapi di tengah jalan ada desas-desus ceweknya kecantol cowok lain yang seumuran,” ungkap salah seorang tetangga sekitar yang enggan identitasnya dipublikasikan demi menjaga harmoni sosial di desa.

Sebagai pria dewasa yang bijaksana, Musalim sebenarnya sempat mencium gelagat tidak beres tersebut. Ia tidak tinggal diam. Ia mendatangi Nayla, duduk bersama, dan memberikan pilihan secara jantan. Musalim bertanya langsung, apakah pernikahan ini masih mau dilanjutkan atau tidak. Saat itu, dengan sorot mata yang meyakinkan, Nayla menjawab bahwa ia tetap ingin melanjutkan pernikahan.

Kepercayaan Musalim pun pulih. Bahkan, hingga malam terakhir menjelang hari H, tidak ada tanda-tanda aneh atau gelagat mencurigakan dari pihak perempuan. Semua berjalan seperti biasa, penuh kesibukan persiapan akhir. Sampai akhirnya, waktu menunjukkan pukul 03.00 WIB dini hari—waktu di mana seisi desa sedang terlelap dalam mimpi.

Nayla memanfaatkan kegelapan malam. Ketika ibunya, Siti Munawaroh (36), dan sang ayah, Sugiyanto (50), sedang beristirahat melepas lelah setelah seharian menyiapkan keperluan hajat, Nayla melangkah keluar dari kamarnya secara sembunyi-sembunyi. Diduga kuat, di luar pagar rumah, seorang pria seumuran yang menjadi selingkuhannya telah menunggu dengan mesin motor yang sengaja dimatikan, siap membawa gadis itu lari menjemput ketidakpastian.

Kepanikan yang Menjalar ke Kantor Polisi

Pukul 03.00 WIB, kamar Nayla sudah kosong. Namun, pihak keluarga baru menyadari hilangnya sang anak beberapa saat kemudian. Kepanikan langsung menyerang. Ruang-ruang rumah digeledah, sudut-sudut desa ditelusuri, namun sosok gadis berusia 19 tahun itu seolah ditelan bumi.

Dengan perasaan hancur dan diliputi rasa bersalah yang luar biasa, keluarga mempelai wanita akhirnya memberanikan diri menghubungi keluarga Musalim pada pukul 06.00 WIB. Kabar buruk itu menghantam bak petir di siang bolong. Mengingat waktu akad nikah tinggal tiga jam lagi dan pengantin wanita tak kunjung ditemukan, pihak pria dengan berat hati mengambil keputusan tegas namun menyakitkan: membatalkan seluruh rangkaian acara pernikahan.

Tak ingin pasrah begitu saja, sang ibu, Siti Munawaroh, didampingi suaminya, Sugiyanto, langsung bergegas mendatangi Polsek Tlogowungu sekitar pukul 10.00 WIB. Wajah mereka yang seharusnya dihiasi senyum ramah menyambut tamu, kini berganti menjadi raut pucat penuh kecemasan saat membuat laporan orang hilang sekaligus aduan masyarakat.

Aparat kepolisian bergerak cepat. Kasi Humas Polresta Pati, Ipda Hafid Amin, menyatakan bahwa pihaknya segera berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk melacak jejak digital dan fisik dari Nayla.

“Kami dari Polsek Tlogowungu setelah mendapatkan informasi dari pihak keluarga mempelai perempuan, melakukan koordinasi dengan pihak desa. Setelah itu, kami melakukan upaya pencarian kepada Saudari Nayla,” ujar Ipda Hafid Amin dalam keterangan resminya.

Penyelidikan pun ditarik ke tingkat yang lebih tinggi. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pati turun tangan secara penuh. Kasat Reskrim Polresta Pati, Kompol Dika Hadian Widya Wiratama, membenarkan bahwa laporan aduan tersebut kini menjadi atensi pihaknya. Polisi melakukan pemeriksaan saksi secara maraton dan mendalami keterlibatan pria lain yang diduga membawa kabur NAS.

“Saat ini kami dari Satreskrim dan Polsek sedang melakukan penyelidikan keberadaannya. Kami selidiki dan kami bergerak sambil menunggu saksi yang diperiksa. Kabur dengan pelaku lain masih kita selidiki,” tegas Kompol Dika Hadian Widya Wiratama saat dikonfirmasi pada Jumat, 22 Mei 2026.

Suara Netizen dan Fenomena Sosial di Pati

Kisah pilu dari Tlogowungu ini dengan cepat melesat menjadi viral di berbagai platform media sosial. Jagat maya dihebohkan oleh video-video yang memperlihatkan suasana tenda pernikahan yang sepi dan pembatalan sepihak yang tragis. Netizen dari berbagai penjuru tanah air langsung membanjiri kolom komentar dengan beragam sudut pandang, mulai dari yang menghujat tindakan sang wanita, hingga yang mencoba menganalisis secara psikologis.

Banyak netizen yang menyoroti faktor usia Nayla yang masih 19 tahun. Pada usia tersebut, kedewasaan emosional seseorang dinilai belum matang sepenuhnya, sehingga sering kali mengambil keputusan impulsif tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang bagi keluarga besar.

“Tinggal nunggu episode penyesalannya aja, apalagi kalau sudah terlanjur berumah tangga, pasti bakal bilang ‘andai aja dulu aku enggak lari’,” tulis salah satu netizen yang meramalkan bahwa romansa pelarian ini tidak akan berakhir indah.

Netizen lain mencoba bersikap lebih pragmatis melihat latar belakang Musalim yang mapan sebagai peternak dan petani sukses. “Umur 20-an mah belum sadar, ntar kalau udah 30-an baru nyadar kalau yang penting duit,” komentar akun lainnya, menyayangkan sikap Nayla yang menyia-nyiakan pria mapan demi cinta monyet sesaat.

Di sisi lain, insiden ini juga memicu pembicaraan mengenai tren kasus serupa yang sering terjadi di wilayah tersebut. “Daerah Pati rasanya banyak kali kasusnya… viral selalu,” keluh seorang warganet setempat yang merasa prihatin dengan citra daerahnya.

Penutup yang Menggantung

Hingga saat ini, proses pencarian intensif masih terus dilakukan oleh aparat kepolisian. Pihak berwajib mengimbau kepada masyarakat luas yang memiliki informasi sekecil apa pun mengenai keberadaan Nayla Anik Setiyawati untuk segera melapor melalui panggilan darurat 110 atau mendatangi kantor polisi terdekat.

Bagi keluarga besar di Tajungsari, waktu seolah berhenti berputar. Rasa cemas, malu, dan marah bercampur aduk menjadi satu. Di tengah badai hukum dan sosial ini, doa terbaik tetap dipanjatkan agar Nayla segera pulang dalam keadaan selamat, apa pun motif yang melatarbelakangi aksi nekatnya.

Sementara bagi Muhammad Musalim, motor PCX gres yang terparkir di sudut rumah kini bukan lagi simbol langkah baru menuju kehidupan rumah tangga, melainkan sebuah pengingat pahit tentang pengkhianatan yang terjadi tepat di ambang pintu pelaminan. Kisah dari Pati ini menjadi sebuah refleksi mendalam tentang komitmen, cinta, dan bagaimana sebuah keputusan impulsif di sepertiga malam mampu meruntuhkan reputasi serta harapan yang telah dibangun bertahun-tahun.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

muhammad musalim gagal nikah nayla anik setiyawati pengantin kabur pati tlogowungu geger viral pati 2026
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Pagi-Pagi ke Bandung? 5 Tempat Sarapan Hits Ini Bisa Jadi Pilihan

Berburu Promo 17 Agustus! Ada Makan Rp81 Ribu hingga Buy 1 Free 1 di Restoran Ini

Ga Nyangka! Legenda Kung Fu Beri Penghormatan, Jackie Chan Akhirnya Akui Kekuatan Silat Indonesia

Buruan Klaim! Kode Redeem FF Hari Ini Banjir Hadiah Gratis, Ada Diamond dan Skin Langka

Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 16 Agustus 2026: 1 Gram Tembus Rp2,78 Juta

Game Free Fire

Daftar Kode Redeem Free Fire 16 Agustus 2026: Dapatkan Skin Senjata & Bundle Gratis Hari Ini

Terpopuler
  • Auto Resign Massal? Rahasia Gaji Pengupas Bawang Rp700 Ribu per Kg yang Bikin Heboh Indonesia!
  • BPRS HIK Parahyangan Akui Hadapi Penyesuaian Likuiditas, Dana Deposito Tetap Jadi Kewajiban
  • Mengenal Susanah, Ibu Pengupas Bawang Asal Bogor yang Disebut Prabowo Diupah Rp700 Ribu per Kg
  • Jelang HUT RI ke-81, Warga Cikutra Bikin Terowongan Merah Putih Sepanjang 180 Meter
  • Kode Redeem ML 14 Agustus 2026 Terbaru, Ada Diamond dan Skin Gratis Hari Ini
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.