bukamata.id – Di sebuah jalanan aspal yang membelah perbukitan hijau khas Jawa Barat, seorang anak perempuan berseragam sekolah dasar (SD) tampak berlari kecil dengan riang. Dari kejauhan, ia terlihat seperti murid pada umumnya yang antusias pulang ke rumah setelah seharian belajar. Namun, ada yang ganjil dengan tas punggung biru muda yang digendongnya. Tas itu tampak bergerak-gerak, berat, dan menyimpan rahasia yang sanggup membuat orang dewasa lari tunggang langgang.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @jepi_kartiwa_ngabret pada Kamis (23/4/2026) ini mendadak viral dan menjadi buah bibir di jagat maya. Bukan tanpa alasan, video tersebut menampilkan aksi heroik sekaligus mengerikan dari seorang bocah perempuan yang akrab disapa Caca. Dengan wajah polos tanpa beban, ia menunjukkan isi tasnya yang ternyata berisi seekor ular kobra berukuran besar.
Kejutan di Balik Tas Sekolah
Dalam potongan video pertama, terdengar suara sang ayah yang merekam menggunakan bahasa Sunda, menanyakan apa yang dibawa oleh putrinya.
“Bawa naon eta? Pasti MBG nya?” (Bawa apa itu? Pasti MBG ya?), tanya sang ayah dengan nada bercanda.
Caca hanya tersenyum simpul, lalu berjongkok dan perlahan membuka ritsleting tasnya. Tak disangka, dari dalam tas tersebut muncul kepala seekor ular berwarna hitam pekat yang langsung tegak berdiri—menunjukkan ciri khas King Kobra. Bukannya takut, Caca justru memegang badan ular tersebut dengan tangan kosong, mengangkatnya tinggi-tinggi, dan memamerkannya ke kamera seolah sedang memamerkan mainan baru.
Sontak sang ayah hanya bisa beristigfar. “Astagfirullahaladzim, maneh Caca! Ampun aing mah, ampun!” (Astagfirullahaladzim, kamu Caca! Ampun saya mah, ampun!), teriak sang ayah yang terdengar antara gemas, bangga, sekaligus ngeri melihat kelakuan putrinya.
Bermain dengan Maut di Balik Baju
Tak hanya satu video, aksi Caca kembali menghebohkan dalam unggahan lainnya. Jika sebelumnya ular disimpan di dalam tas, kali ini Caca tampil lebih ekstrem. Ia tampak mengenakan baju kodok (overall) berwarna cokelat. Sambil tertawa lebar, ia merogoh bagian dalam bajunya yang tampak menggembung.
Perlahan, ia menarik keluar seekor ular lain yang tak kalah besar. Ular tersebut melilit dengan tenang di perut dan dadanya, seolah sudah sangat akrab dengan suhu tubuh sang bocah. Dalam video ini, Caca bahkan terlihat kegelian saat sisik ular bersentuhan dengan kulitnya.
“Geter ya? Geter?” (Geli ya?), tanya sang ayah sambil terus merekam. Caca hanya tertawa lepas, memperlihatkan betapa kuatnya ikatan (bonding) antara dirinya dengan reptil berbahaya tersebut.
Reaksi Netizen: Antara Kagum dan “Paur”
Kolom komentar di akun @jepi_kartiwa_ngabret pun meledak. Berbagai reaksi muncul, mulai dari yang heran dengan perilaku anak zaman sekarang hingga yang merasa ngeri melihat keselamatan sang bocah.
Seorang netizen menyoroti perbedaan perilaku antar generasi dengan berkomentar, “Gen alpha pada kenapa sich random bngt,” tulisnya. Komentar ini merujuk pada keberanian anak-anak generasi terbaru yang seringkali melakukan hal-hal di luar nalar orang dewasa.
Ada pula yang mencoba menganalisis secara “mistis” namun logis tentang bagaimana hewan liar bisa tunduk pada anak kecil. “Binatang sebisa apapun tp kalo dah sama bocil pasti slalu nurut,” ujar seorang netizen lainnya. Memang sering terlihat fenomena di mana hewan predator tampak lebih tenang saat berinteraksi dengan anak-anak yang memiliki aura polos tanpa niat menyakiti.
Namun, tak sedikit netizen yang justru merasa gemas dengan reaksi sang ayah yang hanya bisa pasrah. “Bapa nya cuma ampun aing mah ampun 😂😂 ambil apa paak ambill itu ulerrr paur matok,” tulis seorang warganet yang merasa ikut paur (khawatir/takut) jika tiba-tiba ular tersebut mematuk sang anak.
Penutup
Meskipun aksi Caca terlihat sangat keren dan menunjukkan keberanian yang luar biasa, para ahli reptil tetap mengingatkan bahwa ular, terutama jenis kobra, memiliki insting liar dan bisa sangat mematikan. Apa yang dilakukan Caca bukanlah sesuatu yang bisa ditiru oleh sembarang orang tanpa keahlian khusus.
Keberanian Caca memang patut diacungi jempol, namun keselamatan tetap harus menjadi prioritas utama. Di balik tawa ceria sang bocah dan rasa pasrah sang ayah, video ini menjadi pengingat bahwa alam Jawa Barat masih menyimpan banyak kejutan—termasuk bibit-bibit “Pawangnya” yang muncul sejak usia sekolah dasar.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










