Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Senin, 2 November 2026 11:01 WIB

Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton

Senin, 2 November 2026 10:04 WIB

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Senin, 2 November 2026 09:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara
  • Dari Resepsionis Bank Jadi Ratu Horor No. 1! Rahasia Nadia Omara ‘Menyihir’ 87 Juta Penonton
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah
  • Stop Kebiasaan Makan Telur Setengah Matang, Hati-hati Kena Bakteri Salmonella dan Diare
  • Persib Ancam Singgasana Persija: Perburuan Juara Super League Memanas!
  • Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya
  • Anti Berisik! 5 Kafe Tersembunyi di Bandung Ini Bikin Kerja Makin Fokus
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 2 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jawa Barat Siaga Bencana Hidrometereologi, Antisipasi Hambatan Alam Pada Pilkada 2024

By Aga GustianaKamis, 31 Oktober 2024 01:00 WIB2 Mins Read
Apel kesiapsiagaan bencana hidrometereologi dan mendukung Pilkada Serentak 2024. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin memimpin apel kesiapsiagaan bencana hidrometereologi dan mendukung Pilkada Serentak 2024, di halaman Gedung Sate Bandung, Rabu (30/10/2024).

Apel yang diisi dengan simulasi penanganan bencana itu digelar mengingat wilayah Jabar akan memasuki musim hujan mulai November 2024 sampai April 2025.

Selain itu, berdasarkan data yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terdapat 473 kecamatan di 27 kabupaten dan kota di Jabar yang memiliki potensi gerakan tanah menengah dan tinggi.

Bey mengatakan, pihaknya sudah melakukan berbagai upaya dalam menghadapi potensi bencana tersebut, di antaranya menggelar rakor penanganan banjir, longsor, cuaca dan gelombang ekstrim serta abrasi.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Bakal Sewa Auditor Internasional untuk Audit BUMD

Pemda Provinsi juga telah menetapkan status siaga bencana dan pendirian pos komando penanganan darurat bencana.

“Karena Jabar ini kan rawan bencana jadi harus siap siaga bukan hanya Pemerintah Provinsi saja tapi di 27 kabupaten kota juga, termasuk masyarakat harus terus diingatkan,” kata Bey.

Dalam arahannya, Bey meminta seluruh kabupaten kota yang diprediksi terdampak bencana agar melakukan pemantauan intensif kondisi masing-masing wilayah yang berpotensi menjadi sumber bencana. Kemudian menyampaikan informasi ancaman bencana yang mudah dipahami oleh masyarakat.

Baca Juga:  Asuransi Rp 60 Miliar Buat Ojol Sampai Kuli Panggul: Jurus Dedi Mulyadi Redam Panasnya Jalanan

Selama status siaga bencana ini Bey memastikan seluruh petugas dalam kondisi siap. “Petugas yang disiagakan BPBD, relawan, TNI Polri dan lainnya semua siap siaga,” ucapnya.

Selain itu, Pemda Provinsi juga sudah menyiapkan anggaran untuk penanganan kebencanaan di tahun 2024 sebesar Rp125 miliar.

“Anggaran BTT sudah disiapkan totalnya Rp125 miliar dari sisa anggaran tahun ini. Untuk tahun 2025 pasti lebih besar lagi,” sebut Bey.

Baca Juga:  Pj Gubernur Jabar Apresiasi Kelancaran Pilkada Serentak 2024 di Kota Bandung

Kesiapsiagaan bencana juga dilakukan pada saat pemungutan suara 27 November. Karena pada momen tersebut, 49 persen wilayah Jabar diprediksi sedang mengalami puncak musim hujan.

Bey menuturkan, perlu dilakukan upaya penanganan darurat bencana demi kelancaran berlangsungnya pesta demokrasi.

“TPS-TPS (tempat pemungutan suara) sudah diantisipasi oleh BPBD dan sudah dilakukan simulasi khususnya di daerah yang rawan yaitu di Jabar bagian selatan,” ungkap Bey

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat pilkada
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Viral Video Pasien Diduga Ditelantarkan di Puskesmas Majalengka, Kadinskes Buka Suara

Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat

Ancaman Musim Hujan di Cimahi, Dari Puting Beliung Hingga Potensi Pergerakan Tanah

Bansos PKH dan BPNT November 2026 Belum Merata, Begini Cara Mengeceknya

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Cuma Modal KTP! Begini Cara Cek Bansos PKH dan BPNT November 2026

Laskar Prabowo 08 Jabar Rapatkan Barisan, Siap Perang Lawan Hoaks

Terpopuler
  • Ruang Bicara Resmi Berdiri di Bandung, Hadir Sebagai Wadah Anak Muda Bertumbuh dan Berdampak
  • Gelar Tabligh Akbar, Pemuda Pancasila Jabar Usung Semangat Gaya Baru di HUT ke-67
  • Pengurus DPC PKB Kabupaten Bandung Dikukuhkan, Dadang Supriatna Mulai Jaring Caleg 2029
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • KHW 400 OTW Layar Lebar? Heboh Rumah Produksi Daftarkan Judul Film Mirip Konten Nadia Omara!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.