bukamata.id – Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Bandung mengalami kenaikan dalam dua pekan terakhir. Di Pasar Cihapit, harga daging ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp38 ribu per kilogram kini mencapai Rp48 ribu per kilogram.
Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Cihapit mengatakan kenaikan harga terjadi sejak aktivitas sekolah kembali berjalan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali dilaksanakan.
“Sejak ada MBG, anak-anak masuk sekolah, harga daging ayam tiap hari naik. Semula Rp38 ribu jadi Rp48 ribu. Saya enggak tahu kenapa alasannya, kemungkinan itu dari pusat, saya cuma beli ke pemasok saja,” ujar pedagang tersebut.
Kenaikan harga ayam menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Bandung dalam monitoring harga dan ketersediaan pangan yang dilakukan di sejumlah pasar, termasuk Pasar Cijerah dan Pasar Cihapit.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pihaknya masih perlu mengecek lebih lanjut penyebab kenaikan harga ayam sebelum mengambil langkah stabilisasi.
“Nah, itu saya enggak tahu. Saya mesti ngecek. Saya mesti nanya ke para pengusaha besar ayam,” kata Farhan usai melakukan monitoring harga bersama jajaran Pemkot Bandung dan Forkopimda, Jumat (31/7/2026).
Farhan menjelaskan, terdapat beberapa jenis ayam yang beredar di pasaran, mulai dari ayam potong atau broiler, ayam jantan, hingga ayam kampung. Menurutnya, masing-masing memiliki karakteristik produksi dan harga yang berbeda.
Ia juga menyebut Pemkot Bandung belum dapat melakukan operasi pasar khusus untuk daging ayam lantaran stok komoditas yang tersedia untuk operasi pasar saat ini terbatas pada beras, gula, dan minyak.
Permintaan Ayam Meningkat
Farhan menduga kenaikan harga ayam tidak semata-mata disebabkan persoalan pasokan. Berdasarkan pemantauan pemerintah, suplai ayam dari sejumlah wilayah sentra produksi di Jawa Barat masih relatif aman.
Namun, permintaan masyarakat disebut mengalami peningkatan, terutama pada masa liburan ketika aktivitas wisata di Kota Bandung kembali tinggi.
“Sudah pasti itu mah. Jadi, ayam goreng sareng lalab bonteng teh nuju naik, kelihatannya kalau saya cek ke hulu di daerah Jawa Barat bagian timur sampai ke arah selatan, suplai ayamnya aman-aman saja. Cuma memang permintaannya yang tiba-tiba meninggi, terutama di masa liburan ini,” ungkapnya.
Farhan mengatakan kenaikan harga ayam terjadi cukup merata. Harga ayam potong di sejumlah pasar bahkan telah berada di atas Rp40 ribu dan mendekati Rp50 ribu per kilogram.
“Yang pertama itu timun. Timun yang biasanya harga Rp10 ribuan sekarang naik dua kali lipat. Nah, ini menjadi perhatian. Kemudian juga harga ayam, secara merata ayam potong itu harganya naik semua, sudah di atas Rp40 sampai mendekati Rp50, ya ini memang mahal,” tegas Farhan.
Perbedaan harga juga ditemukan antara Pasar Cijerah dan Pasar Cihapit. Menurut Farhan, harga sejumlah komoditas di Pasar Cihapit rata-rata sekitar 10 persen lebih tinggi dibandingkan Pasar Cijerah.
Hal tersebut dinilai berkaitan dengan karakteristik konsumen dan lingkungan kedua pasar. Pasar Cijerah berada di kawasan perbatasan dengan karakter permukiman dan perumahan yang lebih padat, sedangkan Pasar Cihapit memiliki profil sosial ekonomi konsumen yang berbeda.
Suplai Pangan Masih Aman
Meski terdapat kenaikan pada sejumlah komoditas, Farhan memastikan pasokan pangan di Kota Bandung secara umum masih aman dan belum ditemukan kekurangan stok.
Pemkot Bandung, kata dia, akan terus melakukan pemantauan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga, termasuk memastikan sebagian kebutuhan beras dan minyak dapat dipenuhi melalui Bulog.
“Karenanya saya mengimbau agar seluruh pedagang itu mengunduh aplikasi SPHP dan Mirah. Tujuannya agar nanti kalau memang ada kebutuhan mendesak atau kebutuhan yang tiba-tiba meningkat bisa langsung pesan,” ujarnya.
Farhan menyebut sekitar 30 persen suplai beras dan minyak untuk kebutuhan masyarakat dapat berasal dari Bulog. Sementara untuk komoditas sayuran, kondisi panen saat ini dinilai cukup baik.
“Cabai dan lain-lain semua kelihatan panennya bagus,” katanya.
Untuk komoditas beras, Farhan memperkirakan masa panen akan berlangsung sekitar Agustus hingga September. Setelah itu, petani diperkirakan memasuki masa persiapan sebelum kembali menanam pada sekitar Oktober.
Pemkot Bandung pun masih akan memantau perkembangan harga ayam dan komoditas lainnya, terutama untuk memastikan kenaikan yang terjadi tidak berkembang menjadi persoalan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










