Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Pilu! Amanda Manopo Berlinang Air Mata Umumkan Kepergian Zeus usai Kalah Melawan Kanker Ganas

Jumat, 6 November 2026 09:23 WIB

BPS Klaim Pengangguran Jabar Turun, tapi Belasan Ribu Buruh Pabrik Malah Kena PHK

Jumat, 6 November 2026 09:00 WIB

Dari Juru Kunci Jadi Pemimpin Grup E: Transformasi Dramatis Persib Bandung di Asia

Jumat, 6 November 2026 08:14 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Pilu! Amanda Manopo Berlinang Air Mata Umumkan Kepergian Zeus usai Kalah Melawan Kanker Ganas
  • BPS Klaim Pengangguran Jabar Turun, tapi Belasan Ribu Buruh Pabrik Malah Kena PHK
  • Dari Juru Kunci Jadi Pemimpin Grup E: Transformasi Dramatis Persib Bandung di Asia
  • Rekomendasi Drakor Terbaru November 2026: Sinopsis dan Platform Streaming
  • Warga RI Makin Sejahtera? BPS Catat Pengeluaran Riil Tembus Rp13,3 Juta per Tahun
  • Gaji di Bawah Rp3,5 Juta Bisa Dapat BSU Rp900 Ribu, Cek Apakah Nama Anda Terdaftar!
  • Ramai Dicari Netizen! Terbongkar Kebenaran Isu Link Video Egar dan Fina Asal Banyuwangi
  • Viral Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara, Awas Peretas Nyamar Pakai Link Palsu!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 6 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Genangan Muncul di Sejumlah Titik Bandung, Ini Wilayah yang Masih Jadi Tantangan

By SusanaSenin, 21 September 2026 01:00 WIB4 Mins Read
Ilustrasi banjir
Ilustrasi banjir. Foto: ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemerintah Kota Bandung akan mengevaluasi sejumlah titik yang mengalami genangan air setelah hujan turun dalam dua hari terakhir. Evaluasi terutama akan difokuskan pada kondisi tali air dan sistem drainase.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, genangan masih muncul di beberapa wilayah Kota Bandung meski saat ini masih memasuki musim kemarau.

“Kelihatannya genangan memang ada di beberapa titik, tapi masih bisa kita tangani. Maka, berdasarkan hujan selama dua hari ini, kami akan lakukan titik-titik evaluasi, khususnya untuk perbaikan tali air,” kata Farhan, Minggu (20/9/2026).

Farhan menyebut salah satu kawasan yang kini lebih baik setelah dilakukan penataan adalah Cicadas. Perbaikan trotoar di kawasan tersebut telah selesai sehingga genangan yang sebelumnya menjadi persoalan tidak lagi ditemukan.

“Alhamdulillah trotoar di Cicadas sudah selesai, jadi di sana tidak ada lagi genangan,” ujarnya.

Meski demikian, sejumlah kawasan perbatasan masih menjadi perhatian Pemkot Bandung. Farhan menyebut wilayah perbatasan timur dan barat, termasuk Cimindi, Cibaduyut, serta Derwati, masih menghadapi tantangan terkait aliran air.

Perbaikan Trotoar Bandung Ditargetkan Rampung November

Baca Juga:  Tempat Hiburan Malam di Kota Bandung Wajib Tutup saat Maulid Nabi

Selain menangani genangan, Pemkot Bandung masih melanjutkan perbaikan trotoar di sejumlah ruas jalan.

Farhan menargetkan pekerjaan tersebut dapat rampung pada akhir November 2026, terutama di 17 kawasan wisata yang menjadi fokus penataan Pemkot Bandung.

Penataan trotoar tidak hanya menyangkut kondisi jalur pejalan kaki. Pemerintah juga memperbaiki penerangan serta sistem drainase yang berada di kawasan tersebut.

“Semuanya, drainasenya juga, itu sebabnya memang ada beberapa titik yang memaksa kita untuk menertibkan bangunan dan PKL (pedagang kaki lima),” kata Farhan.

Menurutnya, penataan bangunan dan PKL di sejumlah titik berkaitan dengan kebutuhan menjaga fungsi saluran air agar tetap berjalan dengan baik.

Rumah Pompa Jadi Pilihan Terakhir

Dalam penanganan banjir dan genangan di Kota Bandung, Pemkot Bandung juga menyiapkan pembangunan pompa air.

Namun, Farhan menilai penyedotan air menggunakan rumah pompa bukan satu-satunya solusi. Menurutnya, pembangunan rumah pompa membutuhkan rekayasa teknis yang kompleks dan biaya besar.

“Kita mesti memikirkan elevasi, mengubah elevasi. Sebetulnya membangun rumah pompa itu, syarat teknis untuk rekayasanya atau technical engineering-nya itu sangat berat, tidak semudah itu dan mahal, maka buat saya itu pilihan terakhir,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Aksi Sosial, Pemkot Bandung Canangkan Bulan Dana PMI 2026

Karena itu, Pemkot Bandung juga akan mengkaji elevasi serta merekayasa aliran air agar saluran tidak semakin menyempit.

Farhan mencontohkan penanganan aliran air di Jalan Pungkur. Menurutnya, kondisi kirmir lama yang roboh berkaitan dengan penyempitan saluran akibat adanya bangunan di atas atau sekitar saluran air.

Pemkot Bandung Soroti Kirmir di Jalan Pungkur

Farhan menjelaskan, longsor yang terjadi di Jalan Pungkur sebelumnya menyebabkan kirmir lama roboh. Pemerintah kemudian membangun kirmir baru di lokasi tersebut.

Namun, menurut Farhan, terdapat persoalan ketika bangunan kembali didirikan di atas area kirmir.

“Di Jalan Pungkur yang kemarin roboh itu, minggu lalu kan terjadi longsor, itu kirmir lama, dibangunlah kirmir baru, sehingga orang bikin bangunan lagi di atasnya. Nah, kirmir baru ini lemah, pasti ini roboh, maka pemerintah tidak akan membangun kirmir baru lagi,” katanya.

Farhan meminta masyarakat yang memiliki bangunan dan dinilai melanggar ketentuan terkait kirmir untuk melakukan penyesuaian, termasuk memotong bagian bangunan yang mengganggu struktur.

Baca Juga:  Pemkot Bandung Terus Mencari Alternatif TPS untuk Atasi Darurat Sampah

Menurutnya, bangunan yang berdiri tidak sesuai ketentuan dapat mengurangi kekuatan kirmir dan meningkatkan risiko longsor.

Infrastruktur Pusat Ekonomi Bandung Diperbaiki Tahun Depan

Sementara itu, terkait perbaikan infrastruktur di kawasan pusat perekonomian Kota Bandung, Farhan mengatakan pekerjaan tersebut akan dilakukan pada tahun depan.

Rencana itu disebut telah dibahas bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pemkot Bandung juga akan melanjutkan penataan infrastruktur yang berkaitan dengan proyek Bus Rapid Transit (BRT).

“Kita sudah coba kan di Astanaanyar sampai Panjunan, lumayan berhasil, kita akan coba terapkan di wilayah-wilayah lain yang lebih berat. Namun, khusus untuk Ahmad Yani, Asia Afrika, Sudirman, dan Otista, itu akan dilaksanakan oleh BRT,” ujar Farhan.

Dengan evaluasi drainase, perbaikan tali air, penataan trotoar, hingga rekayasa aliran air, Pemkot Bandung berupaya mengurangi persoalan genangan yang masih muncul di sejumlah wilayah.

Pemerintah juga menargetkan penataan infrastruktur di kawasan prioritas terus berjalan hingga akhir tahun, sementara sejumlah ruas strategis akan disiapkan untuk mendukung pengembangan layanan BRT.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Banjir Bandung genangan air Bandung genangan Kota Bandung hujan Bandung Pemkot Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

BPS Klaim Pengangguran Jabar Turun, tapi Belasan Ribu Buruh Pabrik Malah Kena PHK

uang rupiah

Warga RI Makin Sejahtera? BPS Catat Pengeluaran Riil Tembus Rp13,3 Juta per Tahun

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Lagi Dicari Netizen, Terungkap Isi Sebenarnya di Balik Video Viral Egar dan Fina Asal Banyuwangi
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.