bukamata.id– Memperingati Hari Pohon Sedunia, Pemerintah Kota Bandung akan menggelar Bandung Menanam jilid 5 secara serentak di 30 kecamatan dan 375 kelompok Buruan Sae, pada Selasa 21 November 2023.
Bandung Menanam akan serentak dilakukan pada pukul 07.00 WIB yang berpusat di SDN 245 Kota Bandung untuk memperingati Hari Pohon Sedunia. Dengan menyiapkan 210.000 bibit pohon. Mulai dari cengek, cabai, buah-buahan, sampai kopi dan tembakau untuk di tanam.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar menyampaikan, kegiatan Bandung Menanam ini merupakan aksi pemerintah untuk mengendalikan inflasi.
“Tapi dilakukan juga serentak di sekolah-sekolah yang ada di 30 kecamatan dan 375 kelompok Buruan Sae. Kalau di kelompok Buruan Sae khusus menanam serentak tanaman sayuran terutama cabai dan cengek. Ini merupakan upaya kami untuk turut serta dalam pengendalian inflasi sesuai arahan Pj Wali Kota Bandung,” ujar Gin Gin.
Pemerintah juga akan menanam Tanaman produktif tematik di sekolah, seperti buah-buahan. Dan di masing-masing kecamatan juga nantinya akan ditanami pohon yang berbeda-beda.
“Seperti buah mangga, rambutan, jambu dan lainnya. Ini merupakan upaya kami juga untuk penghijauan,” ucapnya.
Bambang melanjutkan, selain sayuran, Bandung Menanam juga akan memberikan bibit untuk kelompok petani tembakau, kelompok petani kopi, dan petani hortikultura lainnya.
“Sampai saat ini kita masih mempersiapkan semuanya. Pohon di kewilayahan sudah terdistribusi semua. Serentak bersamaan secara hibrid kita lakukan penanaman, Minimal ada 50 bibit atau pohon di polybag yang ditanam pada masing-masing kecamatan. Namun, jika ada wilayah yang punya lahan lebih luas, DKPP siap menambahkan bibitnya. ” lanjutnya.
“Selain itu rencananya Pj Gubernur Jabar juga akan hadir karena selain menanam pohon, ada Pasar Tani juga yang disponsori provinsi,” tambahnya.
Adapun Bibit yang disebarkan berasal dari bantuan kolaborasi berbagai pihak, Sehingga pemerintah Kota Bandung tidak mengeluarkan anggaran untuk kegiatan ini.
“Untuk pengadaan bibit Kita melakukan kolaborasi dengan Dinas Pertanian Provinsi, Kementerian Pertanian, Bank Indonesia, Kimia Farma, Kalbe dan lainnya. Termasuk ada yang kita produksi sendiri di DKPP untuk sayuran,” katanya.
Setelah melakukan penanaman, dalam kegiatan Bandung Menanam juga akan dilakukan penandatanganan komitmen untuk merawat dan melestarikan tanaman yang sudah ditanam.
“Kita juga ada tim yang monitoring ke setiap titik kerja sama dengan kewilayahan. Tiap tiga atau enam bulan mereka harus melaporkan kepada kita perkembangan tanaman tersebut,” ucapnya Bambang.
Komitmen ini bisa dilihat dari pohon yang ditanam di tahun sebelumnya, banyak diantara tanaman tersebut yang tumbuh, berbuah, dan dimanfaatkan masyarakat.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










