Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini

Kamis, 2 April 2026 20:35 WIB

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Kamis, 2 April 2026 20:10 WIB

Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan

Kamis, 2 April 2026 19:53 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bukan Indonesia? Fakta Mengejutkan di Balik Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri 7 Menit Ini
  • Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung
  • Dulu Dihina, Kini Dicinta: Saat Seluruh Indonesia Merangkul Fauzan
  • Jelang Lawan Semen Padang, Thom Haye Ungkap Kekuatan Baru Persib
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
  • Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Kritik Kurangnya Kepekaan Kepala Desa

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSelasa, 26 Agustus 2025 18:02 WIB2 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti rendahnya kepekaan sebagian kepala desa terhadap kondisi warganya. Menurutnya, berbagai problem sosial di desa muncul karena aparatur desa kurang peduli terhadap kebutuhan masyarakat.

Dedi menegaskan, kepala desa harus lebih terbuka dalam menerima keluhan warga. Hal ini disampaikan saat ditemui di Gedung Sate, Selasa (26/8/2025).

“Kepala desa itu harus mulai peka terhadap lingkungan, kemudian terbuka terhadap keluhan warga. Berbagai problem yang muncul saat ini kan akibat tidak pekanya terhadap urusan masyarakat,” kata Dedi.

Contoh Kasus di Sukabumi

Ia mencontohkan kasus meninggalnya Raya, seorang anak di Sukabumi. Setelah bertemu dengan ayah Raya, Dedi menemukan fakta bahwa sang ayah yang bekerja sebagai tukang pijat kepala desa justru menderita bronkitis, sementara istrinya terkena TBC. Namun, keduanya tidak mendapat pengobatan.

Baca Juga:  Bukan Absensi, Ini Standar Baru Produktivitas ASN Jabar ala Dedi Mulyadi

“Sekarang masa mijitin Pak Kades setiap hari, kemudian bapaknya Raya itu kena bronkitis, ibunya kena TBC, kok nggak sampai diobatin. Kalau bicara tidak ada uang untuk berobat, kan saya sudah membuka diri. Udah lapor Gubernur ditanganin, kan nggak ada masalah,” ujarnya.

Dedi menilai persoalan ini terjadi karena aparatur desa tidak memiliki kepekaan sosial. Padahal, menurutnya, kesehatan warga seharusnya menjadi perhatian utama.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Hapus Anggaran Perjalanan Dinas Luar Negeri dan Baju Dinas

Hilangnya Ketokohan di Desa

Selain soal kepekaan, Dedi juga menyoroti hilangnya ketokohan di desa. Menurutnya, saat ini desa kehilangan figur-figur penting yang mampu menjadi teladan dalam pembangunan.

“Desa itu kehilangan tokoh loh sekarang. Tokoh yang ngerti lingkungan, pertanian, kehutanan, tata bangunan, tata ruang, sampai tokoh adat tuh hilang dari desa hari ini,” jelasnya.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan generasi terdahulu. Menurut Dedi, orang tua dulu mampu membangun sawah, jalan, hingga saluran irigasi secara gotong royong tanpa anggaran besar.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Akui Keluarkan Kebijakan dari Spontanitas

“Bayangin aja orang tua kita dulu bisa membuat sawah di desa-desa tanpa anggaran, bisa membangun jalan tanpa anggaran, bisa membuat selokan tanpa anggaran. Nah sekarang yang sudah ada anggarannya, kenapa kalah sama tokoh-tokoh dulu?” tegasnya.

Pentingnya Peran Teladan

Dedi menekankan pentingnya menghidupkan kembali peran tokoh desa agar bisa menjadi inspirasi dalam pembangunan. Baginya, pembangunan desa tidak hanya soal anggaran, tetapi juga kepemimpinan dan keteladanan.

“Sehingga sekarang di desa harus dihidupkan kembali ketokohan, yang tokoh itu menjadi inspiratif pembangunan,” pungkas Dedi.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Gubernur Jawa Barat Kepala Desa Kepekaan Sosial Pembangunan Desa
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Geger! Pria di Rancabali Bandung Ditemukan Meninggal di Saung

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Ilustrasi gempa

Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.