Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Pria Menonton Sendirian di Kamar

Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda

Minggu, 29 Maret 2026 01:00 WIB

Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen

Sabtu, 28 Maret 2026 21:12 WIB
Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.

Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur

Sabtu, 28 Maret 2026 18:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Berhenti Sekarang! Alasan Mengapa IndoXXI dan LK21 Adalah ‘Bom Waktu’ Bagi Data Pribadi Anda
  • Kedok Ojol di Balik Skandal 17 Menit, Video “Bule Bali” Ini Diburu Netizen
  • Viral Lagi! Video Ibu Tiri vs Anak Tiri, Kali Ini Adegan di Dapur
  • Bikin Haru! Momen Relawan Jadi ‘Mata’ Bagi Anak Difabel di Laga Timnas Indonesia
  • Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran
  • Gelar Juara Jadi Harga Mati, Bomber Persib Andrew Jung Tak Ambisi Kejar Top Skor
  • Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 29 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hasilkan Bibit Kopi Bersertifikat, Kelompok Tani di Kabupaten Bandung Siap Bersaing

By Muhammad Rafki Razif KiransyahSenin, 7 Oktober 2024 12:15 WIB2 Mins Read
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Enjang Juju telah memimpin Kelompok Tani Hutan Pasir Jirak Kahuripan II Kabupaten Bandung, sejak tahun 2000, setelah sebelumnya menjadi sekretaris pada tahun 1997.

Kelompok tani ini awalnya bergerak dalam usaha penghijauan, memproduksi bibit kayu-kayuan dan buah-buahan, namun kini berfokus pada produksi bibit kopi.

Dalam kesehariannya, Enjang aktif mengelola persemaian bibit kopi dan kayu-kayuan serta berkebun kopi di lahan Perum Perhutani bersama 62 anggota kelompoknya. Lahan yang dikelola mencakup 143,7 hektar di kawasan Perum Perhutani.

Selain menjadi petani kopi, Enjang juga dikenal sebagai aktivis lingkungan yang tergabung dalam Badega Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung.

Baca Juga:  Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung 10 Mei 2025, Catat Lokasinya

Enjang mengungkapkan potensi pengadaan bibit kopi bersertifikat di sini bisa mencapai setengah juta bibit.

“Saat ini, sudah ada 450 ribu bibit yang siap disalurkan,” ujar Enjang saat ditemui, Senin (7/10/2024).

Enjang mengatakan, bibit kopi yang dihasilkan kelompoknya saat ini didistribusikan melalui pihak pemenang tender dari tingkat provinsi.

“Tahun lalu, bibit kami dibawa ke Subang, dan tahun ini akan didistribusikan ke Bandung Barat melalui rekan-rekan di provinsi yang memiliki CV,” katanya.

Enjang berharap kedepan pemerintah, khususnya dinas terkait, bisa memaksimalkan potensi lokal yang ada.

“Saya berharap potensi yang ada di wilayah ini bisa dimanfaatkan dengan baik. Jangan membeli bibit dari luar, karena di Kabupaten Bandung sendiri ada putra daerah yang mampu bersaing dengan kualitas yang tak kalah baik,” kata Enjang.

Baca Juga:  Belum Sepenuhnya Tertangani, Bupati Bandung Harap Perbaikan Rutilahu Dilanjutkan

Enjang menjelaskan bahwa keunggulan bibit yang dihasilkan kelompoknya adalah bersertifikat dan memiliki izin edar, yang merupakan syarat penting dalam distribusi bibit baik ke pemerintah maupun pasar umum.

“Di sini, ada berbagai jenis bibit seperti nangka, alpukat, jambu, dan kopi yang semuanya bersertifikat. Ini adalah nilai lebih karena tidak semua orang bisa memproduksi bibit dengan standar yang mencapai sertifikasi legal formal,” paparnya.

Baca Juga:  Program BESTI Antarkan Kabupaten Bandung Raih Penghargaan Golden Winner LLDIKTI

Sebagai ketua kelompok tani, Enjang memiliki harapan besar kepada pemimpin Kabupaten Bandung terpilih nanti.

“Kabupaten Bandung memiliki potensi besar di bidang pertanian. Manfaatkanlah petani lokal sebagai bagian dari kebanggaan kabupaten. Jika ada petani yang dianggap unggul, promosikan mereka, dan untuk yang masih kurang, beri pelatihan dan dukungan agar mereka bisa berkembang,” tuturnya.

Enjang juga menekankan pentingnya pelatihan dan pendataan ulang kelompok tani di Kabupaten Bandung.

Ia percaya, dengan pendekatan yang lebih dekat kepada petani, Kabupaten Bandung akan mampu lebih maju dalam sektor pertanian.

Editor: Rina Rahadian

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bersertifikat bibit kopi Kabupaten Bandung Kelompok Tani Pasir Jirak Kahuripan II potensi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Donald Trump

Bukan Selat Hormuz, Donald Trump Kini Beri Nama Baru ‘Selat Trump’ di Tengah Konflik Iran

Viral Pemuda di Ciamis Ngamuk Rusak Mobil Pemudik, Akhirnya Minta Maaf dan Ganti Rugi

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.