bukamata.id – Kekhawatiran tengah melanda komunitas penggemar JKT48, termasuk di Kota Bandung, setelah beredar informasi bahwa sekitar 9,8 juta data akun pengguna situs resmi grup idola tersebut diduga telah bocor dan diperjualbelikan di forum gelap internet.
Seorang pengguna anonim di salah satu dark web forum mengklaim memiliki dan menawarkan basis data yang memuat kombinasi alamat email dan kata sandi milik para penggemar JKT48. File berformat teks dengan ukuran sekitar 1,96 GB itu ditawarkan seharga USD 650 (sekitar Rp10 juta), dan diklaim diperoleh melalui metode SQL injection, bukan dari kebocoran data yang sudah tersedia secara publik.
Pelaku juga menyebut data tersebut berkualitas tinggi dan menegaskan bahwa distribusinya sangat terbatas, hanya bagi pihak yang dianggap “serius” dan memahami “nilai” dari informasi tersebut.
Informasi ini langsung memicu reaksi dari para penggemar yang khawatir data pribadinya telah terekspos. Pasalnya, saat mendaftar di situs resmi JKT48, pengguna diminta memasukkan informasi sensitif seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nama lengkap, hingga tanggal lahir. Potensi penyalahgunaan data tersebut tentu menjadi perhatian serius.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Sebelumnya, pada April 2025, insiden serupa pernah dilaporkan, dan bahkan beberapa kasus penipuan daring yang merugikan penggemar secara finansial juga sempat mencuat dalam beberapa tahun terakhir.
Melihat situasi ini, para fans mendesak manajemen JKT48 agar segera melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil langkah konkret. Usulan kerja sama dengan aparat penegak hukum maupun instansi pemerintah pun mulai disuarakan oleh komunitas sebagai upaya pencegahan dan penindakan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen JKT48 belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











