Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib Datang dengan Kekuatan Pincang, Ini Susunan Pemain Lawan FC Seoul

Selasa, 15 September 2026 15:12 WIB

Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar

Selasa, 15 September 2026 15:01 WIB

300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya

Selasa, 15 September 2026 15:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib Datang dengan Kekuatan Pincang, Ini Susunan Pemain Lawan FC Seoul
  • Eks Aspri Ridwan Kamil Diperiksa KPK Terkait Korupsi Pengadaan Iklan Rp222 Miliar
  • 300 SPPG di Bandung Hasilkan 50 Ton Sampah per Hari, Farhan Soroti Pengelolaannya
  • Kebakaran Lahan 2,2 Hektare di Punclut Bandung Belum Padam, Asap Masih Kepung Permukiman
  • Serahkan Jabatan ke Suahasil Nazara, Purbaya Yudhi Sadewa Pilih Bungkam Cepat di Podium
  • Surga Kuliner Sukabumi: 11 Destinasi Rasa Legendaris yang Wajib Masuk Bucket List
  • Lagi Cari Tempat Healing? Ini 3 Wisata Air Panas Bandung yang Bikin Betah
  • Rentetan Aktivitas Seismik Guncang Selat Sunda hingga Selatan Jawa, Begini Penjelasan Pakar BMKG
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 15 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Viral Toa Masjid di Bekasi Dipakai Seharian untuk Minta Sumbangan, Warga Tak Tahan hingga Pindah Rumah

By Aga GustianaJumat, 30 Januari 2026 14:19 WIB2 Mins Read
Viral Toa Masjid di Bekasi Dipakai Seharian untuk Minta Sumbangan. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Perdebatan soal kebisingan pengeras suara atau toa masjid kembali mencuat setelah warga Desa Jejalenjaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menyuarakan keberatan mereka. Penggunaan toa yang dinilai terlalu sering disebut telah mengganggu kenyamanan lingkungan.

Isu ini menjadi ramai di media sosial usai akun Instagram @lambeturah_official membagikan laporan mengenai keluhan masyarakat. Dalam unggahan tersebut, warga menilai pengeras suara masjid kerap dipakai untuk pengumuman penggalangan dana dengan durasi panjang.

“Sejumlah warga di Desa Jejalenjaya, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan suara toa masjid yang digunakan untuk meminta sumbangan sejak pukul 5 pagi hingga sore setiap hari,” tulisnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Program Barak Militer untuk Siswa

Suara Disebut Terdengar Hampir Sepanjang Hari

Berdasarkan penuturan warga, suara dari pengeras tersebut terdengar berulang dengan volume cukup keras. Situasi ini disebut berdampak pada berbagai aktivitas, mulai dari waktu beristirahat hingga kegiatan belajar anak.

“Salah satu warga menyebutkan bahwa suara yang terus-menerus membuat pusing dan telah sering ditegur, namun tidak ada perubahan signifikan,” lanjut unggahan tersebut.

Baca Juga:  Jeritan Warga di Balik Tragedi Pesta Makan Gratis Pernikahan Wakil Bupati Garut

Sebagian warga mengaku sudah beberapa kali mencoba berdialog dengan pihak pengurus masjid. Namun, mereka menilai belum ada perubahan berarti terkait pola penggunaan toa.

Kondisi itu memicu rasa kecewa karena gangguan suara dianggap terjadi dalam jangka panjang tanpa solusi yang jelas.

Ada Warga Memilih Pindah

Ketika kebisingan tak kunjung teratasi, sejumlah warga disebut mengambil langkah ekstrem dengan meninggalkan tempat tinggal mereka demi mencari lingkungan yang lebih tenang.

“Akibatnya, banyak penghuni memilih pindah karena tidak tahan dengan kebisingan,” tandasnya.

Baca Juga:  Menu Ayam Diduga Basi, 54 Siswa SMP di KBB Alami Keracunan Makanan

Pentingnya Mencari Titik Temu

Peristiwa di Jejalenjaya menunjukkan perlunya komunikasi yang lebih efektif antara pengelola rumah ibadah dan masyarakat sekitar. Masjid memang memiliki fungsi penting dalam kegiatan sosial maupun keagamaan, termasuk penggalangan dana.

Namun, keseimbangan tetap diperlukan agar aktivitas tersebut tidak mengurangi hak warga untuk merasakan kenyamanan di lingkungan tempat tinggal. Dialog terbuka dinilai menjadi kunci agar kebutuhan bersama dapat terpenuhi tanpa menimbulkan polemik baru.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Berita Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Surga Kuliner Sukabumi: 11 Destinasi Rasa Legendaris yang Wajib Masuk Bucket List

Lagi Cari Tempat Healing? Ini 3 Wisata Air Panas Bandung yang Bikin Betah

Maudy Ayunda Minta Maaf dan Akui Ada Privilese, Warganet: Pick Me Banget!

Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 10.000 per Gram, Waktunya Borong?

Game Free Fire

Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!

Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Peluang Emas Hari Ini: Cara Klaim Saldo DANA Gratis Rp150.000 Lewat Fitur Resmi Terbaru

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
  • Semarak HUT TNI ke-81, Ribuan Peserta Siap Ikuti Fun Run di Cimahi
  • Game Free Fire
    Deretan Kode Redeem FF 15 September 2026, Klaim Reward Senjata Eksklusif Sekarang Juga!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.