Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak

Rabu, 10 Juni 2026 03:00 WIB

Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi

Rabu, 10 Juni 2026 02:00 WIB
Kode Redeem FF

Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif

Rabu, 10 Juni 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak
  • Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif
  • Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?
  • Gelombang Protes SPMB Sekolah Maung Jabar 2026, Pengamat: Akibat Perencanaan Tergesa-gesa
  • Dedi Tantang Penyebar Isu Jual Beli Kursi SPMB: Sebutkan Nama dan Laporkan!
  • Choi Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Resmi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ini Penyebabnya
  • Rumor Transfer Liga 1: Persib Bandung Bidik Winger Spanyol Andalan Persita?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 10 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Hukum Puasa Rajab, Amalan Sunnah atau Bid’ah? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat

By SusanaKamis, 2 Januari 2025 16:00 WIB2 Mins Read
Ustadz Adi Hidayat.Foto: YouTube Adi Hidayat Official.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Meski sering disarankan untuk diamalkan, banyak umat Muslim yang masih bertanya tentang hukum melaksanakan puasa Rajab. Tak jarang, ada sebagian yang menganggap puasa Rajab sebagai amalan bid’ah yang tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Lantas, benarkah puasa Rajab termasuk amalan bid’ah yang tidak ada syariatnya? Ustadz Adi Hidayat (UAH) memberikan penjelasan terkait hal ini.

Mengutip hadis Muslim nomor 1.960 dari riwayat Sayyidah Aisyah yang dikuatkan oleh Ibnu Abbas RA, UAH menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW sering meningkatkan puasa di bulan-bulan haram, termasuk di bulan Rajab.

“Kata Sayyidah Aisyah dan Ibnu Abbas, saya kadang melihat Nabi SAW berpuasa, seakan-akan tidak berbuka, tapi juga sering berbuka seakan-akan tidak puasa,” ujar UAH, dikutip dari YouTube Media Dakwah Hikmah TV, Rabu (2/1/2025).

Baca Juga:  Dituduh Lakukan Penghasutan, Grace Natalie Resmi Dilaporkan 40 Ormas Islam ke Polisi Terkait Video JK

Berdasarkan hadis tersebut, UAH menyatakan bahwa meningkatkan ibadah puasa di bulan haram seperti Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram adalah diperbolehkan, meskipun tidak ada kewajiban khusus untuk mengkhususkan puasa pada satu bulan tertentu.

“Jika ada yang bertanya apakah boleh puasa di bulan Rajab, jawabannya silakan. Anda boleh puasa Senin atau Kamis, tidak ada batasan. Pahalanya bisa berlipat jika dilakukan dengan niat menghindari maksiat,” ungkap UAH.

Menurut UAH, puasa di bulan Rajab dapat dilakukan sesuai dengan momentum yang biasa dijalankan, seperti puasa Senin-Kamis, puasa Ayyamul Bidh, atau puasa Dawud. Puasa beruntun juga diperbolehkan, misalnya Senin hingga Rabu, kemudian tidak puasa pada hari Kamis.

Baca Juga:  Ustadz Adi Hidayat Kritik Keras Kebiasaan Membawa Hp saat Shalat

“Dalilnya adalah karena puasa di bulan haram dianjurkan oleh Nabi SAW,” tegas UAH.

Terkait dengan keutamaan puasa di bulan Rajab, UAH menjelaskan bahwa tidak ada keutamaan khusus yang menyebutkan bahwa puasa Rajab akan menghadirkan sungai Rajab di surga atau menghapuskan semua dosa serta membebaskan seseorang dari neraka.

“Jika sudah bebas dari neraka, mengapa kita masih puasa Ramadan?” kata UAH, memberikan penjelasan lebih lanjut.

Baca Juga:  Kunci Meraih Ridha Allah SWT, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Cara Bersyukur yang Tepat

UAH menekankan bahwa keutamaan puasa di bulan Rajab sebenarnya bersifat umum, yang juga berlaku untuk puasa di bulan haram lainnya. Tidak ada amalan khusus atau hadis yang menyebutkan keistimewaan puasa Rajab, namun jika seseorang melaksanakannya, ia akan tetap mendapatkan pahala sesuai niat dan amalannya.

“Tidak ada amalan khusus, tetapi jika Anda mengerjakannya dengan niat yang baik, insya Allah Allah akan memberikan pahala,” tandasnya.

Kesimpulannya, UAH menjelaskan bahwa puasa di bulan Rajab adalah amalan sunnah yang dapat dilakukan, terutama jika dilakukan pada hari-hari yang diutamakan untuk berpuasa, dengan niat untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

bid'ah hukum puasa Rajab Ustadz Adi Hidayat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Heboh! Link Video Viral Cut Salwa Full Asli Beredar, Netizen Bikin Pencarian Meledak

Weekend List! 5 Rekomendasi Wisata Hits di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi

Kode Redeem FF

Serbu Hadiahnya! Intip Daftar Kode Redeem FF Hari Ini 10 Juni 2026 yang Masih Aktif

Viral Eza Gionino Bogem Robby Tremonti hingga Ajak Duel Tinju, Dipicu Masalah Sensitif Ini?

Choi Sooyoung SNSD dan Jung Kyung Ho Resmi Putus Setelah 14 Tahun Pacaran, Ini Penyebabnya

Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Viral di TikTok, Video Cut Salwa Jadi Perbincangan Publik, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
  • Jangan Asal Klik! Link Video Cut Salwa Viral Berpotensi Jadi Modus Phishing
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.