Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Sabtu, 28 Maret 2026 15:00 WIB

Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan

Sabtu, 28 Maret 2026 14:48 WIB

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sabtu, 28 Maret 2026 11:25 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga
  • Dulu Peluk Boneka Sendirian, Sekarang Punch Berani Pasang Badan untuk Sang ‘Pacar’ Momo-Chan
  • Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit
  • Update Ranking FIFA: Indonesia Meroket ke Posisi 120, Malaysia Terjun Bebas Usai Skandal Pemain Naturalisasi
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh
  • Harga Emas Antam Meroket Hari Ini, Dekati Rekor Baru di Level Rp2,83 Juta per Gram
  • Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 28 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ibu Kota Jabar Dikepung Banjir: Dampak Kemarau Basah dan Wilayah Terparah

By Aga GustianaJumat, 23 Mei 2025 16:01 WIB2 Mins Read
banjir di jabar
Banjir di Kabupaten Bandung. Foto: Instagram @zaidanrizqullahd.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pada pertengahan Mei 2025, Kota Bandung, ibu kota Provinsi Jawa Barat, kembali menghadapi ujian alam yang tidak biasa. Meski sudah memasuki musim kemarau, curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir melanda sejumlah wilayah di kota ini. Fenomena ini dikenal dengan istilah kemarau basah, sebuah kondisi iklim yang jarang terjadi dan menimbulkan berbagai dampak bagi warga serta infrastruktur.

Apa Itu Kemarau Basah dan Faktor Penyebabnya?

Kemarau basah merupakan anomali cuaca dimana curah hujan tetap tinggi meskipun secara kalender sudah memasuki musim kemarau. Menurut penjelasan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), penyebab utama kemarau basah adalah suhu permukaan laut yang lebih hangat dari biasanya di sekitar wilayah Indonesia. Kondisi ini memicu terbentuknya pola angin basah yang membawa uap air dari Samudra Hindia.

Selain itu, fenomena La Nina yang masih lemah namun belum sepenuhnya hilang, turut memperpanjang musim hujan di beberapa daerah termasuk Bandung. Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan, “Meski musim kemarau sudah dimulai, intensitas hujan bisa mencapai lebih dari 100 mm per hari di beberapa wilayah Jawa Barat. Ini memperlihatkan pola cuaca yang tidak biasa dan menuntut kewaspadaan tinggi.”

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Bandung Kamis 9 Februari 2024, Siap-siap Bawa Payung dan Jas Hujan

Wilayah Bandung yang Terparah Terkena Banjir

Dampak dari kemarau basah ini terasa sangat nyata di lima kecamatan di Kota Bandung. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, kawasan-kawasan berikut menjadi yang paling parah terkena genangan air:

  • Dayeuhkolot dengan ketinggian air mencapai 70 cm.
  • Bojongsoang, di mana banjir meluas hingga perumahan padat penduduk.
  • Rancasari, kawasan perniagaan lumpuh total karena tergenang.
  • Gedebage, yang mengganggu akses menuju Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
  • Kiaracondong, termasuk jalur kereta api dan jalan protokol yang tergenang.
Baca Juga:  Jelang Pendaftaran Pilpres, KPU Minta Surat Larangan Kampanye di Gedung Pemerintah Dipercepat

Menurut catatan BPBD, lebih dari 3.200 warga terdampak langsung dan sekitar 700 rumah mengalami kerusakan ringan hingga sedang. Kondisi ini menuntut upaya cepat dari pemerintah dan masyarakat untuk mitigasi dan penanganan.

Imbauan BMKG dan Prediksi Cuaca Mendatang

BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat yang masih akan berlangsung hingga awal Juli 2025. Masyarakat diminta untuk lebih disiplin dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama agar saluran air tidak tersumbat oleh sampah.

Baca Juga:  Tak Ada Relevansi, Dedi Mulyadi Bakal Evaluasi Wisuda TK-SD

Kejadian banjir di tengah musim kemarau ini menjadi peringatan bahwa perubahan iklim memberikan tantangan nyata yang harus dihadapi bersama. Adaptasi yang tepat menjadi kunci untuk menjaga keamanan dan kenyamanan warga.

Langkah-langkah adaptasi meliputi perbaikan sistem drainase, edukasi publik tentang pengelolaan sampah, hingga pengembangan teknologi pemantauan cuaca yang lebih akurat. Semua ini harus didukung dengan sinergi berbagai pihak agar dampak negatif fenomena kemarau basah dapat diminimalkan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bandung Banjir BMKG Cuaca Ekstrem jawa barat kemarau basah Kota Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Diterjang Angin Kencang, Reklame Raksasa di Buah Batu Bandung Roboh Timpa Mobil dan Pos Jaga

Alarm Bahaya di Jalan Raya Indonesia: Satu Nyawa Melayang Tiap 20 Menit

Sempat Ingin Polisikan Netizen, Hendrik Irawan Kini Pasrah Dapurnya Disegel Buntut Joget Nyeleneh

Kejutan Panglima! Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Prajurit TNI Penghafal Al-Qur’an

Mantap! Pensiunan PNS Terima Gaji dan Tunjangan hingga Ratusan Ribu Rupiah

Dramatis! Polisi dan Korban Kompak Jebak Maling Motor di Ujungberung

Terpopuler
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Netizen Penasaran! Video Viral Kebun Sawit Ini Bisa Mengandung Risiko Digital
  • Link Video Ojol vs Bule 17 Menit Viral, Ternyata Settingan WNA di Bali demi Konten
  • Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit: Dari TikTok Hingga Ancaman Pidana UU ITE
  • Viral di TikTok! Kronologi Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.