Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?

Selasa, 17 Maret 2026 05:00 WIB
Video Viral Ukhti Mukena Pink

Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor

Selasa, 17 Maret 2026 04:00 WIB

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Selasa, 17 Maret 2026 03:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Netizen Penasaran: Apakah Video Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Asli?
  • Heboh! Video ‘Ukhti Mukena Pink’ Viral di TikTok, Netizen Penasaran Versi Tanpa Sensor
  • Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026
  • Video Ibu Tiri vs Anak Tiri Viral di TikTok, Netizen Buru Link Part 2 di Kebun Sawit dan Dapur
  • Apa Sebenarnya Isi Video Mukena Pink No Sensor? Fenomena Viral Ini Bikin Internet Heboh
  • Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu
  • Jagat Maya Geger! Video Kebaya Hitam Viral di TikTok, Netizen Buru Versi Tanpa Sensor
  • Siskaeee Sentil Polisi: Kasus Gue Cepat Banget, Giliran Penyiram Air Keras Kok Belum Ketangkap?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 17 Maret 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

India Digegerkan Epidemi Rambut Rontok, Ratusan Warga Botak dalam Seminggu

By Aga GustianaSelasa, 14 Januari 2025 11:35 WIB2 Mins Read
Epidemo rambut rontok gegerkan India. (Foto: HT Marathi via Hindustan Times)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – India digegerkan sebuah epidemi kerontokan rambut misterius. Fenomena ini terjadi di Desa Buldhana, Mahastra, India, hingga membuat kepanikan massal di kalangan penduduk.

Ratusan penduduk desa di sana mengalami kerontokan parah hingga botak dalam kurun waktu kurang dari seminggu, baik itu pria maupun wanita.

Para ahli medis pun kebingunan dengan fenomena aneh ini, mereka khawatir akan adanya kontaminasi atau penyakit yang belum teridentifikasi.

Seorang wanita tua mengatakan bahwa ia mengalami kerontokan rambut sejak Minggu lalu. Ia menyimpan rambutnya dengan aman di dalam tas kecil.

“Rambut saya mulai rontok beberapa hari yang lalu, dan sekarang hampir seluruhnya botak,” ujarnya dengan putus asa seperti dikutip dari Indiatoday. “Saya tidak tahu apa yang terjadi. Kami semua takut.”

Selain itu, seorang pria muda mengatakan rambutnya juga rontok, dan ia telah menyaksikan penipisan garis rambut dengan cepat selama 10 hari terakhir. Tak hanya rambut, jenggotnya pun ikut rontok.

Baca Juga:  Kotak Hitam Ditemukan, Investigasi Jatuhnya Air India AI171 di Ahmedabad Mulai Terkuak

Tim Departemen Kesehatan India mengidentifikasi sekitar 50 orang yang terkena kondisi tersebut, dengan kekhawatiran bahwa jumlahnya mungkin meningkat.

Penyebab dari epidemi ini diduga dari air yang terkontaminasi. Sampel air dari desa tersebut telah dikirim ke laboratorium untuk diuji, dan masih menunggu hasilnya.

Baca Juga:  Debat Pamungkas Pilgub Jabar, Komitmen ASIH Pembangunan Merata hingga Pelosok Desa

“Begitu kami mendapat informasi, kami mengirim seorang dokter spesialis kulit dan seorang ahli epidemiologi ke desa tersebut untuk melakukan investigasi awal. Sekitar 99 persen kasus menunjukkan adanya infeksi jamur pada kulit kepala, yang menyebabkan rambut rontok,” kata petugas kesehatan distrik Amol Geete.

“Kami juga akan menguji air untuk melihat apakah ada logam berat di dalamnya, karena logam berat dapat meningkatkan infeksi jamur. Kami akan mengambil sampel kulit dari 2 hingga 4 pasien dan mengirimkannya ke Akola Medical College untuk pemeriksaan mikroskopis,” lanjutnya.
Laporan uji sampel air dan biopsi akan keluar dalam dua hingga tiga hari. Belum ada yang bisa dipastikan tentang penyebab kerontokan rambut tersebut, imbuh Geete.

Baca Juga:  Saeful Bachri Sebut Pariwisata Sektor Strategis Tingkatkan Taraf Hidup Masyarakat Desa

Sementara pemerintah setempat pun bergerak cepat dengan menyediakan bantuan medis dan konseling bagi penduduk desa terdampak.

“Departemen telah memulai perawatan medis terhadap pasien sesuai gejalanya, dan saran dari spesialis perawatan kulit juga sedang dipertimbangkan,” kata Dr. Deepali Bahekar, Petugas kesehatan Shegaon.

Selain itu, pemerintah juga telah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat dihimbau untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala kerontokan rambut yang tidak biasa.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

desa epidemi India rambut rontok warga
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Puasa Hari ke-27, Cek Waktu Imsak di Bandung 17 Maret 2026

Bukan Masalah Uang! Alasan Tegas Sahrial Tolak Hadiah di Bandara Kualanamu

Detik-detik Kios Pasar Soreang Ambruk, Pedagang Sebut Sudah Retak Sebelumnya

Jangan Salah Waktu! Ini Jadwal Adzan Magrib Bandung 16 Maret 2026

Update Kasus Fitnah via WhatsApp: Polisi Periksa Oknum Pengurus Gereja di Bandung

kekerasan

Pura-pura Obati Nenek, Oknum Guru Ngaji di Garut Malah Cabuli Cucu Saat Warga Tarawih

Terpopuler
  • Viral Video Kebun Sawit Ibu Tiri vs Anak Tiri, Apa Isinya? Hati-hati Jebakan Batman!
  • Video Aksi Ibu Tiri vs Anak Tiri di Kebun Sawit Viral, Link Diburu Netizen
  • Viral video ukhti mukena pink.
    Hati-hati! Link Video Viral Mukena Pink ‘No Sensor’ Bisa Sebarkan Malware
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Waspada Klaim Full Durasi Video Ukhti Mukena Pink ‘No Sensor’, Ini Faktanya
  • Video Viral Ukhti Mukena Pink
    Fenomena Ukhti Mukena Pink Viral di TikTok, Pakar Ingatkan Bahaya Tersembunyi di Balik Link Video
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.