bukamata.id – Denyut pembangunan di kawasan Bumi Wiralodra terasa makin intensif menyongsong paruh kedua tahun 2026. Duet kepemimpinan Bupati Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin terus memacu kinerja roda pemerintahan di berbagai lini.
Langkah konkret terus diakselerasi di tanah Dermayu guna membumikan gagasan besar Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Maju, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong). Perubahan signifikan ini dihadirkan untuk mendongkrak taraf hidup warga di sepanjang kawasan pesisir Pantura.
Peningkatan mutu maupun volume pemenuhan kebutuhan dasar publik terlihat di hampir seluruh aspek, mulai dari jaminan kesehatan cuma-cuma, penguatan ketahanan pangan lokal, hingga persiapan kawasan industri pendukung Kaukus Ekonomi Rebana.
“Kami fokus pada komitmen yang hendak kami capai sesuai visi besar Indramayu REANG,” tutur Bupati Lucky Hakim.
Sepanjang periode Januari hingga Juli 2026, jajaran Pemkab di bawah kendali Lucky-Syaefudin memprioritaskan penyediaan sarana dan prasarana primer warga. Rangkaian agenda unggulan yang digulirkan mulai memperlihatkan hasil nyata dan memberi dampak langsung bagi masyarakat luas.
Terobosan taktis yang dieksekusi mencakup bidang kesehatan, sektor agraris, penataan infrastruktur, hingga pembenahan sistem birokrasi. Hasil dari percepatan ini menjadi cermin kesungguhan pimpinan daerah dalam menghadirkan pemerataan kesejahteraan yang merata.
Berikut catatan pencapaian layanan dasar yang berhasil diraih pasangan Lucky-Syaefudin sepanjang Semester I tahun 2026:
1. Jaminan Kesehatan Inklusif: UHC dan Alokasi APBD Rp233,8 Miliar
Kesehatan ditempatkan sebagai pilar mendasar pembangunan. Pemkab Indramayu mencetak rekor capaian Universal Health Coverage (UHC), dengan cakupan kepesertaan JKN menembus 99,81% pada Agustus 2026 serta tingkat keaktifan mencapai 78,57%.
Langkah nyata ditunjukkan melalui penggelontoran anggaran daerah senilai Rp233,8 miliar guna membiayai 541.445 warga dalam skema peserta PBPU-BP. Kebijakan ini dibarengi dengan pembenahan sarana Puskesmas serta modernisasi fasilitas rumah sakit milik daerah.
2. Penguatan Sektor Agraria: Menjaga Kestabilan Lumbung Pangan
Sebagai salah satu penyokong beras terbesar di Indonesia, Indramayu memperketat perlindungan kawasan pertaniannya. Luas Lahan Baku Sawah (LBS) saat ini berada di angka 124.517 hektar, didukung Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) seluas 92.888 hektar.
Pemerintah menetapkan target hasil panen padi (GKP) sebesar 1,7 juta ton dan produksi komoditas mangga hingga 114.000 ton per tahun. Demi mengejar target gabah kering tersebut, Pemkab memfasilitasi pompa air, mendirikan irigasi perpompaan, menyediakan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT), merehabilitasi saluran air, serta menerapkan tata kelola distribusi air yang presisi bagi petani.
Upaya Lucky-Syaefudin ini sejalan dengan agenda strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat terciptanya swasembada pangan.
3. Pembenahan Infrastruktur: Aksesibilitas Jalan dan Penerangan Fasilitas Publik
Peningkatan akses mobilitas dan kenyamanan lingkungan pemukiman terus dipacu hingga tingkat pelosok:
- Jaringan Jalan: Pengaspalan/pembangunan jalan lingkungan sepanjang 20.298 meter, jalan desa 31.200 meter, serta jalan kabupaten 23.160 meter.
- Sistem Drainase & Irigasi: Normalisasi sungai dan saluran pembuangan sepanjang 60.170 meter serta pembenahan Jaringan Irigasi Permukaan sepanjang 6.110 meter.
- Penerangan Jalan: Pemasangan 3.199 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) yang diproyeksikan tuntas sepenuhnya pada Desember 2026.
4. Peningkatan Mutu Pendidikan & Inovasi Sosial: Sekolah Rakyat
Sektor pendidikan memperoleh pembenahan menyeluruh lewat proyek rehabilitasi dan penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) di 322 sarana sekolah (TK, SD, hingga SMP). Pengadaan sarana belajar juga didukung dengan pembagian 2.254 paket meubelair untuk SD dan 1.856 paket untuk SMP.
Di bidang kesejahteraan sosial, Pemkab meluncurkan program berbasis keberpihakan bernama Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi. Berdiri di atas lahan seluas 10 hektar dengan daya tampung hingga 1.000 siswa, fasilitas ini mengawali Tahun Ajaran 2026 dengan mendidik 370 anak dari keluarga kurang mampu.
5. Akselarasasi Industri dan Ekonomi Perdesaan
Untuk menyambut peluang investasi di kawasan Metropolitan dan Kaukus Ekonomi Rebana, Pemkab Indramayu mengalokasikan 6 Kawasan Peruntukan Industri (KPI) seluas 14.110 hektare. Lokasi ini tersebar di wilayah Sukra, Patrol-Kandanghaur, Losarang, Balongan-Juntinyuat, Krangkeng, serta Tukdana (di luar area LP2B).
Pada tingkatan tapak, perekonomian warga desa diperkuat lewat pendirian 200 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dari total target 317 unit.
6. Jaminan Nelayan, Perbaikan Hunian, dan Reformasi Birokrasi
Berbagai aspek esensial lainnya juga terus disentuh oleh duet Lucky–Syaefudin:
- Proteksi Nelayan: Pengalokasian dana APBD senilai Rp201 juta untuk jaminan Asuransi Ketenagakerjaan bagi 1.000 nelayan kecil (kapal berukuran < 10 GT).
- Bedah Rumah (Rutilahu): Perbaikan 310 unit Rumah Tidak Layak Huni (22 unit bersumber dari APBD dan 288 unit melalui skema BSPS APBN).
- Penegakan Regulasi: Konsistensi menjaga ketertiban masyarakat lewat pengawalan Perda No. 15/2006 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol.
Kinerja kolektif ini membuahkan hasil di tingkat nasional. Kabupaten Indramayu sukses menyabet Peringkat ke-5 Nasional dan Peringkat ke-3 di Provinsi Jawa Barat dalam ajang Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (EPPD) Tahun 2025.
Capaian positif pada semester awal tahun 2026 ini menjadi pondasi penting bagi Pemkab Indramayu dalam melangkah ke depan. Lewat budaya gotong royong dan fokus pelayanan publik, mewujudkan cita-cita Indramayu REANG kini bukan lagi sekadar wacana, melainkan fakta yang terus direalisasikan secara berkesinambungan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










