bukamata.id – Nama Putra Jaya Pasuruan mendadak ramai diperbincangkan publik sepak bola Jawa Timur setelah sebuah insiden keras terjadi dalam pertandingan Liga 4 Jatim. Momen yang terekam kamera dan menyebar luas di media sosial itu berujung pada pemecatan salah satu pemain klub tersebut.
Peristiwa ini terjadi saat Putra Jaya Pasuruan menghadapi Perseta Tulungagung pada laga babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Madura, Senin (5/1/2026). Sejak awal pertandingan, Putra Jaya Pasuruan berada dalam tekanan berat dan tertinggal jauh dengan skor 0-4 hingga memasuki menit ke-71.
Dalam kondisi tertinggal, situasi di lapangan memanas. Muhammad Hilmi Gimnastiar, pemain Putra Jaya Pasuruan, berusaha menghentikan laju pemain Perseta Tulungagung, Firman Nugraha. Namun, alih-alih merebut bola, Hilmi justru melakukan aksi berbahaya berupa tendangan keras ke arah dada lawan.
Benturan tersebut membuat Firman langsung terjatuh dan tak mampu bangkit dalam waktu lama. Wasit yang memimpin pertandingan langsung mengeluarkan kartu merah tanpa peringatan, menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius yang mencederai nilai sportivitas.
Firman Nugraha kemudian mendapat perawatan medis di lapangan sebelum ditandu keluar dan dibawa ke rumah sakit. Ia mengaku masih merasakan nyeri di bagian dada akibat insiden tersebut.
Korban Buka Suara Soal Permintaan Maaf
Usai pertandingan, Firman mengungkapkan bahwa pelaku sempat menyampaikan permintaan maaf. Namun menurutnya, sikap tersebut tidak mencerminkan penyesalan yang mendalam.
“Sudah minta maaf, tapi rasanya kurang ada itikad yang benar-benar tulus,” ujar Firman kepada awak media.
Video kejadian itu pun dengan cepat beredar di berbagai platform media sosial dan memicu reaksi keras dari warganet. Banyak pecinta sepak bola mengecam aksi tersebut karena dianggap mencoreng semangat fair play, khususnya di kompetisi level daerah.
Klub Resmi Pecat Pemain
Tak butuh waktu lama, manajemen Putra Jaya Pasuruan mengambil langkah tegas. Melalui surat resmi yang diunggah di akun Instagram PS Putra Jaya Sumurwaru, klub menyatakan telah memberhentikan Muhammad Hilmi Gimnastiar dari tim.
Dalam surat bernomor PSPJ/02/05-01-2026, manajemen menegaskan bahwa keputusan ini diambil karena tindakan pemain dinilai bertentangan dengan nilai-nilai sepak bola dan etika olahraga.
Pihak klub juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Perseta Tulungagung, pemain yang menjadi korban, serta seluruh pencinta sepak bola atas insiden yang terjadi.
“Insiden pada laga Liga 4 babak 32 besar Zona Jawa Timur tanggal 5 Januari 2026 di Stadion Bangkalan Madura yang mengakibatkan cedera pada pemain Perseta 1970 menjadi perhatian serius kami,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya. “Atas dasar itu, kami memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dengan pemain atas nama Muhammad Hilmi Gimnastiar.”
Keputusan tersebut mendapat beragam respons dari publik, namun banyak yang menilai langkah manajemen sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen menjaga sportivitas di dunia sepak bola.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










