bukamata.id – Malam penuh magis tersaji di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Jumat (5/6/2026) malam. Tim Nasional Indonesia sukses mengukir tinta emas dengan melumat Oman lewat skor telak tiga gol tanpa balas. Kemenangan meyakinkan ini sekaligus menyudahi rekor buruk tak pernah menang atas raksasa Timur Tengah tersebut yang telah bertahan selama hampir empat dekade.
Uniknya, papan skor 3-0 ini menjadi dejavu yang sempurna. Hasil tersebut sama persis dengan momen terakhir kali skuad Garuda menumbangkan Oman di ajang King’s Cup tahun 1988 silam. Di hadapan gemuruh puluhan ribu pasang mata suporter yang memerahkan stadion, sejarah lama akhirnya sukses ditulis ulang oleh generasi baru.
Pasukan Merah Putih tampil perkasa sejak peluit pertama dibunyikan. Skuad asuhan Rizki Ridho cs langsung memimpin dua bola di paruh pertama sebelum akhirnya mengunci kemenangan lewat satu gol tambahan di babak kedua. Tiga aktor utama di balik gol-gol bersejarah Indonesia kali ini adalah Justin Hubner, Ole Romeny, dan Ragnar Oratmangoen.
Dominasi Skuad Garuda dan Aksi Heroik Emil Audero
Sejak sepak mula, determinasi tinggi langsung diperagakan oleh lini depan Indonesia. Agresivitas ini membuahkan hasil cepat pada menit ke-13. Berawal dari skema bola mati yang dieksekusi dengan matang oleh Nathan Tjoe-A-On, Justin Hubner yang merangsek naik berhasil menyambutnya dengan sundulan mematikan untuk membuka keunggulan.
Tak butuh waktu lama bagi tuan rumah untuk menggandakan kedudukan. Memasuki menit ke-27, giliran Ole Romeny yang mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang tajam ini dengan cerdik berhasil merebut bola dari penguasaan lini belakang Oman, sebelum akhirnya melepaskan sepakan terukur yang bersarang rendah di sudut gawang lawan.
Oman sebenarnya berpeluang memperkecil ketertinggalan pada menit ke-37 setelah dihadiahi penalti oleh wasit. Namun, mental baja ditunjukkan oleh penjaga gawang Emil Audero. Kiper kelas dunia ini tampil sangat tenang dan sukses menepis tendangan penalti Hatem Sultan, sekaligus menjaga skor tetap 2-0 hingga turun minum.
Ragnar Oratmangoen Kunci Kemenangan Mutlak
Memasuki paruh kedua, Oman mencoba mengambil inisiatif serangan demi mengejar defisit gol. Gawang Indonesia sempat terancam lewat sontekan jarak dekat penyerang mereka, namun Emil Audero lagi-lagi memperlihatkan refleks cekatan untuk mengamankan bola.
Indonesia langsung membalas ancaman tersebut. Setelah upaya dari Dony Tri Pamungkas di menit ke-53 sempat dimentahkan, dua menit berselang publik SUGBK kembali bergemuruh hebat.
Tepat pada menit ke-55, kerja sama apik berujung umpan manis dari Ivar Jenner berhasil dikontrol dengan baik oleh Ragnar Oratmangoen. Meski sepakan pertamanya sempat dibendung oleh kiper Oman, Ragnar dengan sigap menyambar bola muntah (rebound) untuk mengubah skor menjadi 3-0.
Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta. Kemenangan mutlak 3-0 ini tidak hanya menjadi pesta pora di Jakarta, tetapi juga menjadi momentum runtuhnya tembok kutukan 38 tahun yang selama ini menghantui rekor pertemuan Indonesia saat bersua Oman.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










