bukamata.id – Kursi kepemimpinan Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI mengalami guncangan hebat. Letjen TNI Yudi Abrimantyo dilaporkan resmi menanggalkan jabatannya sebagai Kepala Bais TNI pada Rabu (25/3/2026). Keputusan besar ini mencuat tepat setelah skandal penyiraman air keras yang melibatkan oknum anggotanya terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, viral di mata publik.
Peristiwa kelam yang menimpa Andrie pada 12 Maret lalu diduga kuat melibatkan empat personel TNI. Meskipun motif di balik “penyerahan jabatan” ini masih menjadi tanda tanya—apakah murni pengunduran diri atau pencopotan—pihak Mabes TNI menyebut langkah ini sebagai bentuk pertanggungjawaban moral yang tinggi.
Pernyataan Resmi Mabes TNI
Dalam sebuah pengumuman mendadak di Cilangkap, Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah mengonfirmasi bahwa Letjen Yudi tidak lagi menduduki kursi nomor satu di Bais TNI. Hal ini dilakukan karena proses hukum terkait kasus teror tersebut masih terus bergulir.
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban, hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais,” ujar Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, dalam konferensi pers singkat di Mabes TNI, Cilangkap, Rabu (25/3/2026).
Mengintip Kekayaan Sang Jenderal: Grafik yang Terus Menanjak
Di tengah sorotan tajam publik, sisi finansial Letjen Yudi turut menjadi perbincangan. Berdasarkan catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 31 Desember 2024, jenderal bintang tiga ini memiliki total kekayaan bersih senilai Rp8.495.224.863.
Menariknya, pundi-pundi kekayaan alumnus Akmil 1989 ini tercatat stabil naik setiap tahunnya. Sejak pertama kali melaporkan hartanya pada 2018 (saat itu senilai Rp2,7 miliar), kekayaannya melonjak hampir tiga kali lipat dalam kurun waktu 6 tahun.
Rincian Aset Utama Letjen Yudi:
- Tanah & Bangunan (Rp4,9 Miliar): Aset terbesarnya berada di Jakarta Timur (senilai Rp3 miliar) dan beberapa lahan di Bogor serta Bekasi. Semua diklaim sebagai hasil sendiri.
- Isi Garasi (Rp350 Juta): Terdiri dari Toyota Agya (2023) hasil sendiri dan Hyundai Creta (2022) yang diperoleh dari hadiah.
- Kas & Setara Kas: Mengantongi likuiditas sebesar Rp2,39 miliar.
- Bebas Hutang: Dalam laporan tersebut, Letjen Yudi tercatat tidak memiliki tanggungan hutang sedikit pun.
Rekam Jejak Sang Ahli Strategi dari Korps Baret Merah
Karier Letjen Yudi Abrimantyo sebenarnya sangat cemerlang di dunia intelijen. Sebagai prajurit yang lahir dari kecabangan Infanteri Kopassus, ia dikenal sebagai operator lapangan yang sangat taktis.
Sebelum memegang tongkat komando Bais TNI pada Maret 2024 menggantikan Letjen TNI Rudianto, ia telah menduduki berbagai posisi vital. Yudi pernah menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Strategi Pertahanan hingga dipercaya menjadi Kepala Badan Instalasi Strategis Nasional (Kabainstrahan) di bawah naungan Kementerian Pertahanan pada periode 2021-2024.
Kini, pengunduran dirinya menjadi babak baru bagi Bais TNI untuk memulihkan kepercayaan publik setelah insiden yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









