Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Kamis, 2 April 2026 17:07 WIB

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Kamis, 2 April 2026 17:01 WIB

Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan

Kamis, 2 April 2026 17:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?
  • Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!
  • Link ‘Part 2’ Ibu Tiri vs Anak Tiri Muncul, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025
  • Heboh Liga Belanda! Pemain Naturalisasi ‘Diparkir’ Akibat Masalah Paspor, Timnas Indonesia Terdampak
  • KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi
  • Momen Emosional Putros, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
  • Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 2 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Ironi di Sukabumi: Pelapor Dugaan Perkosaan Kini Hadapi Ancaman Hukum

By Aga GustianaJumat, 6 Februari 2026 16:33 WIB3 Mins Read
Ilustrasi kasus asusila. (Foto: Ilustrasi/Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Seorang perempuan berinisial NL (31), warga Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi, kini menghadapi situasi hukum yang rumit setelah upayanya mencari keadilan atas dugaan kekerasan seksual berujung pada laporan balik terhadap dirinya. Kondisi tersebut disebut berdampak besar pada kesehatan mental korban.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, NL sebelumnya melaporkan dugaan kekerasan seksual ke Polres Sukabumi pada 16 Agustus 2025. Namun alih-alih menerima perkembangan penanganan kasus, ia justru mendapatkan surat laporan yang menyatakan dirinya sebagai terlapor dalam dugaan penipuan dan penggelapan.

Kuasa hukum korban mengungkapkan bahwa proses hukum terhadap NL kini telah berlanjut.
“Korban juga dilaporkan, dan saat ini perkaranya sudah naik ke tahap penyidikan,” kata Ketua Tim Kuasa Hukum korban, Dian Maulana, Jumat (6/2/2026).

Polisi Sebut Proses Masih Berjalan

Kasus dugaan kekerasan seksual yang dilaporkan NL disebut telah berlangsung sekitar lima bulan tanpa perkembangan signifikan. Menanggapi hal tersebut, pihak kepolisian menyatakan proses masih berada pada tahap awal dan menunggu kelengkapan pemeriksaan.

“Perkara sedang berjalan pada tahap penyelidikan. Kami menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan dan selanjutnya akan segera ditingkatkan ke proses penyidikan,” ujar Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono.

Menurutnya, hasil pemeriksaan psikologis diperlukan sebagai bagian dari kelengkapan syarat sebelum perkara dinaikkan ke tahap berikutnya.

Kondisi Korban dan Latar Belakang Kasus

Tim kuasa hukum menjelaskan bahwa NL tidak hanya mengalami luka fisik, tetapi juga trauma mendalam secara psikis. Dugaan kekerasan seksual disebut terjadi selama hubungan yang berawal dari perkenalan melalui aplikasi kencan daring.

Selama hampir dua tahun menjalani hubungan tersebut, korban dikabarkan mengalami dua kali keguguran. Tekanan yang terus berlangsung disebut memicu gangguan mental serius.

“Dampak dari tekanan berlapis ini membuat korban mengalami depresi berat, ia sering merasa ketakutan hingga kerap berusaha melarikan diri saat bertemu orang asing,” kata Dian.

Bantahan atas Tuduhan Penipuan

Terkait laporan balik yang menuduh NL melakukan penipuan dan penggelapan, pihak kuasa hukum menilai tuduhan tersebut tidak berdasar. Mereka menjelaskan bahwa uang yang diterima korban merupakan pemberian dari pihak terlapor selama hubungan berlangsung.

“Terlapor meminta korban berhenti bekerja dan berjanji memenuhi seluruh kebutuhannya. Jadi uang yang ditransfer itu untuk biaya sehari-hari hingga biaya pengobatan,” jelas Dian.

Kuasa hukum juga mengklaim telah menyerahkan sejumlah bukti, termasuk percakapan digital dan hasil pemeriksaan psikiatri dari Unit PPA Provinsi Jawa Barat. Meski demikian, mereka menilai belum ada perkembangan signifikan terhadap laporan kekerasan seksual yang diajukan korban.

“Padahal, sesuai Pasal 24 UU TPKS, bukti-bukti tersebut seharusnya sudah cukup untuk memproses perkara,” tuturnya.

Menunggu Kepastian Hukum

Hingga kini, proses hukum masih berjalan dan kedua laporan masih berada dalam penanganan aparat. Pihak korban berharap adanya kepastian hukum yang adil serta perlindungan terhadap kondisi psikologis NL yang disebut semakin memburuk akibat tekanan yang dihadapi.

Kasus ini kembali menyoroti kompleksitas penanganan perkara sensitif serta pentingnya proses hukum yang transparan dan berimbang bagi semua pihak.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

berita hukum indonesia dugaan kekerasan seksual dugaan perkosaan kasus perempuan sukabumi kasus sukabumi terbaru laporan balik korban
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri di Balik Musda Golkar Jabar XI: ‘Operasi Senyap’ Tingkat Pusat Saat Bahlil di Jepang?

Musda Golkar Jabar XI ‘Bara di Balik Beringin’: Digempur Demo Massa, Disentil Isu Rekayasa Kursi Ketua!

Tuntas! 120 Anggota DPRD Jabar Sudah Lapor LHKPN Periode 2025

KPK Sebut Ono Surono Terima Uang dari Sarjan Diduga Terkait Kasus Suap Bekasi

Ilustrasi gempa

Waspada! BMKG Prediksi Gempa Susulan di Sulut dan Maluku Utara Masih Berlanjut Hingga Pekan Depan

Fakta Mengejutkan KPK! CCTV Ono Surono Jadi Sorotan

Terpopuler
  • Mumpung Masih Aktif! Sikat Kode Redeem FF 28 Maret 2026: Peluang Dapat M1887 SG Ungu dan Bundle Sultan Gratis
  • Heboh! Link Telegram Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit Ramai Diburu, Ini Fakta Sebenarnya
  • Viral Misterius! Potongan Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Kebun Sawit Bikin Heboh, Fakta Aslinya Mengejutkan
  • Di Balik Viral Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ di Kebun Sawit, Ada Ancaman Phishing Mengintai
  • Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Heboh, Fakta Sebenarnya Bikin Kaget
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.