bukamata.id – Dunia maya tengah memanas. Di saat para orang tua murid sibuk mengeluhkan kualitas Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggap jauh dari standar, sebuah video unggahan dari oknum pelaksana program justru memicu polemik baru.
Ironi di Balik Piring Siswa
Selama Ramadan, media sosial dibanjiri testimoni miring mengenai paket makanan MBG. Dengan pagu anggaran Rp10.000 untuk porsi besar dan Rp8.000 untuk porsi kecil, realita di lapangan dianggap tidak sebanding. Banyak warga net menilai kandungan gizinya meragukan dan penyajiannya terkesan “apa adanya”.
Namun, di tengah gelombang kritik tersebut, publik justru dikejutkan dengan pemandangan kontras dari Kabupaten Magelang.
Bukber Hotel Bintang vs Menu Sekolah
Video yang sempat diunggah akun TikTok resmi dan CEO Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gondangsari, Kecamatan Pakis, mendadak viral. Bukan soal inovasi menu untuk rakyat, melainkan rekaman acara buka puasa bersama (bukber) para pegawainya yang digelar di Hotel Sriti, Kota Magelang.
Dalam cuplikan tersebut, terlihat:
- Suasana Eksklusif: Dekorasi ruangan yang rapi dan tertata di hotel representatif.
- Hidangan Melimpah: Sajian makanan yang lengkap, sangat berbeda dengan citra menu MBG yang dikritik warga.
- Bagi-bagi Uang: Momen pemberian uang kepada karyawan di tengah acara yang menambah riuh komentar netizen.
“Pakai Anggaran Mana?”
Ketimpangan gaya hidup pelaksana program dengan kualitas produk yang mereka kelola memancing reaksi pedas warganet. Banyak yang mempertanyakan etika dan sensitivitas penyelenggara di tengah sorotan publik terhadap efektivitas anggaran negara.
“Pakai anggaran apa atau biaya pribadi?” tulis salah satu netizen dengan nada curiga.
Komentar lain juga menyoroti beban moral para pengelola. “Coba tanya hati nurani kalian… apakah nyaman kerja di SPPG dengan dinamika yang terjadi?” tulis akun lainnya, merujuk pada banyaknya penolakan dan kritik terhadap program ini secara nasional.
Menanti Klarifikasi Badan Gizi Nasional
Program MBG merupakan inisiatif prestisius Presiden Prabowo Subianto yang dikomandoi oleh Badan Gizi Nasional. Tujuannya mulia: menekan angka stunting dan memperbaiki gizi kelompok rentan.
Namun, insiden seperti di Gondangsari ini dikhawatirkan dapat menggerus kepercayaan publik terhadap integritas pelaksanaan program di tingkat bawah. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak SPPG Gondangsari maupun Badan Gizi Nasional terkait sumber dana acara mewah tersebut.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










