bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut provinsi yang dipimpinnya menjadi daerah dengan jumlah pemutusan hubungan kerja (PHK) terbanyak secara nasional sepanjang Agustus 2025.
Hal ini disebabkan jumlah penduduk dan industri di Jawa Barat yang paling besar di Indonesia.
“Jadi, misalnya industri terganggu satu persen, kita pasti terganggunya paling besar karena jumlahnya paling banyak dibanding dengan industri di tempat lain yang lebih sedikit,” kata Dedi, Selasa (17/9/2025).
Investasi Mulai Tumbuh dan Sistem Rekrutmen Online
Meski angka PHK tinggi, Dedi mengungkapkan bahwa investasi di Jawa Barat mulai tumbuh kembali. Ia optimistis pada Oktober mendatang sejumlah proyek investasi akan mulai berjalan.
Pada saat yang sama, Pemprov Jabar juga akan menerapkan sistem penerimaan dan pelayanan tenaga kerja secara daring (online) untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi lowongan kerja.
“Tahun depan, karyawan di Subang, di Bekasi juga mulai rekrut ya. Jadi ya, memang ada yang berhenti tetapi juga ada ruang untuk masuk,” ujarnya.
Data PHK Nasional dan Daerah
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), secara nasional jumlah tenaga kerja terkena PHK pada Agustus 2025 tercatat sebanyak 830 orang. Angka ini turun 288 orang dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 1.118 pekerja.
Dari jumlah tersebut, Provinsi Jabar menyumbang sekitar 261 orang pekerja kena PHK, disusul Sumatera Selatan 113 orang, dan Kalimantan Timur 100 orang.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











