bukamata.id – Teknologi blockchain memiliki potensi besar untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan data di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, keuangan, dan pelayanan publik.
Di tengah pesatnya transformasi digital, inovasi teknologi menjadi kunci dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, efisien, dan transparan.
Implementasi blockchain, khususnya di pemerintahan Indonesia, masih berada pada tahap awal. Oleh karena itu, akselerasi dan dukungan kuat dari berbagai pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk memanfaatkan potensi teknologi ini secara optimal.
Pemda Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menjadi tuan rumah Local Government Blockchain Forum & Festival 2024 yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan pemanfaatan teknologi blockchain, khususnya di lingkungan pemerintah daerah.
“Kami memandang pentingnya percepatan inovasi blockchain untuk mendukung berbagai inisiatif strategis, seperti pengembangan smart city, e-Government, serta perlindungan data pribadi,” ujar Kepala Diskominfo Jawa Barat, Ika Mardiah, pada Selasa (5/11/2024).
Local Government Blockchain Forum & Festival 2024 akan digelar di Hotel Pullman Kota Bandung pada Rabu (6/11/2024).
Acara ini melibatkan berbagai instansi pemerintah dan menghadirkan sejumlah pembicara terkemuka dari berbagai sektor.
Forum ini terdiri dari empat sesi diskusi panel, yang masing-masing akan membahas topik-topik penting terkait penerapan blockchain dalam pemerintahan dan sektor publik:
1. Sesi 1: “Getting Started with Blockchain: A Basic Overview”
Panelis: Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, dan Perwakilan Indonesia Blockchain Society, I Gede Dwianta.
2. Sesi 2: “Transforming Regional Planning with Blockchain: From Concept to Implementation”
Panelis: Direktur Ekonomi Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, I Nyoman Adhiarna; Penelaah Teknis Kebijakan Pelayanan Publik Kementerian PANRB, Yuri Olivia; Kasubdit Pengembangan & Pemanfaatan Energi Kementerian PPN, Andianto Haryoko; serta Kepala Bidang Data Pusat Data dan Informasi, Kemendagri, Yanuar Andryana Putra.
3. Sesi 3: “Cross-Sector Blockchain Implementation: The Future of Public Services”
Panelis: Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji; Kepala Pusat Data & Informasi Kementerian PUPR, Nazib Faisal; Kepala Diskominfo Jawa Barat, Ika Mardiah; dan Subject Matter Expert Peruri, Teguh Kurniawan Harmanda.
4. Sesi 4: “Beyond Cryptocurrency: Leveraging Blockchain for Business Growth and Innovation”
Panelis: Ketua Umum DPW Bali Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional, I Putu Yuliartha Reken; Chief Product Officer Baliola, Fransiskus Paranso; President PANDI, John Sihar Simanjuntak; Chief Data Officer Lokadata, Ahmad Suwandi; dan CEO ID Cloud, Alfian Pamungkas Sakawiguna.
Melalui diskusi panel tersebut, Local Government Blockchain Forum & Festival 2024 diharapkan dapat menjadi momentum penting dalam mempercepat pemanfaatan blockchain di Indonesia.
Forum ini juga menjadi platform untuk pemerintah daerah dan pusat berkolaborasi dalam mengembangkan ekosistem digital yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Ika Mardiah menambahkan, acara ini bertujuan untuk membangun pemahaman yang lebih mendalam tentang teknologi blockchain, mendorong eksplorasi potensi teknologi tersebut, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pusat dalam merancang roadmap terpadu untuk implementasi blockchain di Indonesia.
“Forum ini diharapkan dapat mendorong langkah konkret dalam pengembangan strategi implementasi blockchain di berbagai sektor dan organisasi, serta memperkuat kerjasama antara pemerintah daerah dan pusat,” ungkap Ika.
Peserta forum ini berasal dari berbagai level pemerintahan, baik daerah maupun nasional, termasuk Diskominfo Kabupaten/Kota, Bappeda, Disdukcapil, kecamatan, serta kementerian dan lembaga nasional seperti Kementerian PANRB, Kementerian Komunikasi dan Digital, Bappenas, Dirjen Dukcapil, dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
“Dengan kehadiran para pemangku kepentingan ini, kami berharap dapat menciptakan sinergi yang kuat untuk menyusun implementasi blockchain yang terarah dan berdampak luas bagi pembangunan nasional,” ujar Ika.
Ika juga menambahkan bahwa forum ini akan membahas topik-topik strategis terkait perlindungan data pribadi, kedaulatan digital, dan ketahanan digital.
Fokus utama akan diberikan pada bagaimana blockchain dapat digunakan untuk memperkuat sistem digital pemerintahan, melindungi data, meningkatkan kepercayaan publik, dan memperkuat ketahanan digital di tingkat daerah dan nasional.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










