Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!

Kamis, 5 November 2026 21:11 WIB

Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United

Kamis, 5 November 2026 21:04 WIB

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kamis, 5 November 2026 20:31 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bikin Merinding! Pake Batik, Pemuda 19 Tahun Ini Jadi Beatboxer Indonesia Pertama di Polandia!
  • Perjalanan Gila! Persib Lewati 4 Kota dalam Sehari demi Kejar Laga Lawan Java United
  • Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka
  • Kerap Digoda Pria Beristri Lewat DM, Fanny Ghassani Kini Pamer Baby Bump dan Foto USG!
  • Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak
  • Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak
  • Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara
  • Tim Non-Unggulan Bikin Kejutan! Persib Lolos 16 Besar ACL Two, FC Seoul dan Melbourne Victory Saling Sikut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 5 November 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soal Somasi Doxing, Sekda Jabar Akui Diskominfo Belum Sempurna

By SusanaSelasa, 22 Juli 2025 21:15 WIB2 Mins Read
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turun tangan menyikapi somasi aktivis demokrasi Neni Nur Hayati yang dilayangkan kepada Diskominfo Jabar atas dugaan doxing.

Somasi tersebut diajukan setelah akun resmi Diskominfo memuat foto Neni tanpa izin dalam konten klarifikasi pernyataan Gubernur Jabar di media sosial.

Surat somasi itu dilayangkan pada Senin, 21 Juli 2025, dan langsung dikirim ke Gedung Sate, Bandung. Neni, yang juga Direktur DEEP (Democracy and Election Empowerment Partnership) Indonesia, merasa dirugikan karena foto pribadinya disandingkan dengan pernyataan yang mengundang serangan digital.

Sekda Jabar: Somasi akan Dikaji, Tidak Ada Niat Doxing

Baca Juga:  Salah Paham, Sekda Herman Luruskan Informasi soal Sungai Citarum Disebut Terkontaminasi Obat-obat

Sekda Jabar Herman menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami somasi tersebut secara objektif. Ia menegaskan tidak ada niat dari Pemerintah Provinsi untuk melakukan doxing atau menyudutkan pihak manapun secara personal.

“Kami tidak ada masalah dengan adanya somasi. Ini akan kami dalami. Jika memang ditemukan kekeliruan, kami siap memperbaiki. Tidak ada niat doxing dari Pemprov maupun Diskominfo,” kata Herman di Kantor Bappeda Jabar, Selasa (22/7/2025).

Herman juga mengakui, dalam pelaksanaan tugas, OPD tentu memiliki keterbatasan. Maka dari itu, pemerintah akan melakukan evaluasi internal terhadap langkah Diskominfo.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Warga Jabar, Pemprov Berkolaborasi dengan Media Komunitas

Aktivis Dapat Teror Usai Unggah Kritik Soal Buzzer

Kritik Neni terhadap bahaya buzzer politik diunggah melalui akun media sosial pribadinya, termasuk TikTok. Setelah Diskominfo mengunggah foto dan pernyataan terkait, Neni mengaku menerima teror digital berupa doxing, peretasan, hingga serangan di WhatsApp.

Tim kuasa hukum Neni dari LBH dan Advokasi PP Muhammadiyah menilai tindakan Diskominfo memicu represi terhadap kebebasan berpendapat.

“Kritik yang disampaikan klien kami adalah bagian dari ekspresi yang dilindungi konstitusi. Serangan doxing justru bertentangan dengan prinsip demokrasi,” tegas kuasa hukum, Ikhwan Fahrojhi.

Baca Juga:  APBD Jabar Tembus Rp 32,23 Triliun, Belanja Modal Jadi Prioritas Utama

Menurutnya, unggahan Diskominfo bertentangan dengan komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang aman untuk kebebasan berekspresi.

Pemprov Jabar akan Lakukan Kajian Mendalam

Herman menyatakan bahwa Pemprov Jabar akan merespons somasi secara proporsional setelah hasil kajian selesai. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang kritik dan keterbukaan publik.

“Kami respect terhadap kritik yang membangun. Semua tanggapan dan langkah lanjutan akan diberikan setelah proses kajian internal selesai,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Diskominfo Jabar Herman Suryatman Neni Nur Hayati
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Babak Baru Kasus Penyadapan Prabowo: Irjen Slamet Uliandi Naik Status dari Saksi ke Tersangka

Kasus ISPA Akibat Kabut Asap Karhutla Tembus 401 Ribu Jiwa: Anak dan Lansia Jadi Korban Terbanyak

Beraksi di 120 TKP Jawa Barat, Komplotan Begal Bersenjata Api Akhirnya Roboh di Puncak

Presiden Prabowo Disadap Ilegal, Dedi Mulyadi Wanti-wanti Kewenangan Lembaga Negara

Masuk Masa Transisi Cuaca, BMKG Wanti-wanti Bencana di Bandung Raya dan Sekitarnya

Terbakar Cemburu, Pemuda di Karawang Tega Aniaya Pacar Hingga Tewas

Terpopuler
  • Link Video Viral Egar dan Fina Banyuwangi Part 1 Sampai 4 Full Durasi Dicari Netizen, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Ilustrasi video syur
    Link Video Egar dan Fina Banyuwangi Viral di TikTok, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Perang Estetika Kota: Utopia Art Deco vs Megalomania Kerajaan di Saat Kas Pemprov Jabar Sekarat
  • Geger Link Video Viral Karyawan HWI Durasi 6 Menit, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Heboh! Video 6 Menit Karyawan HWI Jepara Viral di TikTok, Benarkah Ada Rekaman Rahasia?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.