Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya

Sabtu, 20 Juni 2026 07:50 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Menang Tipis 1-0 atas Skotlandia Lewat Drama Gol Cepat

Sabtu, 20 Juni 2026 07:41 WIB
bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Sabtu, 20 Juni 2026 05:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya
  • Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Menang Tipis 1-0 atas Skotlandia Lewat Drama Gol Cepat
  • Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun
  • Beckham Putra Yakin Argentina Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya
  • Panen Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Paket Gems dan Koin Gratis
  • Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis
  • Usai Bruno Fernandes, Kini Joao Neves dan Kekasihnya Jadi Sasaran Amuk Pendukung Cristiano Ronaldo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soal Somasi Doxing, Sekda Jabar Akui Diskominfo Belum Sempurna

By SusanaSelasa, 22 Juli 2025 21:15 WIB2 Mins Read
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Herman Suryatman. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, turun tangan menyikapi somasi aktivis demokrasi Neni Nur Hayati yang dilayangkan kepada Diskominfo Jabar atas dugaan doxing.

Somasi tersebut diajukan setelah akun resmi Diskominfo memuat foto Neni tanpa izin dalam konten klarifikasi pernyataan Gubernur Jabar di media sosial.

Surat somasi itu dilayangkan pada Senin, 21 Juli 2025, dan langsung dikirim ke Gedung Sate, Bandung. Neni, yang juga Direktur DEEP (Democracy and Election Empowerment Partnership) Indonesia, merasa dirugikan karena foto pribadinya disandingkan dengan pernyataan yang mengundang serangan digital.

Sekda Jabar: Somasi akan Dikaji, Tidak Ada Niat Doxing

Baca Juga:  Masyarakat Jawa Barat Berpenghasilan Rendah Kini Bisa Nikmati Bebas BPHTB

Sekda Jabar Herman menyatakan bahwa pihaknya akan mendalami somasi tersebut secara objektif. Ia menegaskan tidak ada niat dari Pemerintah Provinsi untuk melakukan doxing atau menyudutkan pihak manapun secara personal.

“Kami tidak ada masalah dengan adanya somasi. Ini akan kami dalami. Jika memang ditemukan kekeliruan, kami siap memperbaiki. Tidak ada niat doxing dari Pemprov maupun Diskominfo,” kata Herman di Kantor Bappeda Jabar, Selasa (22/7/2025).

Herman juga mengakui, dalam pelaksanaan tugas, OPD tentu memiliki keterbatasan. Maka dari itu, pemerintah akan melakukan evaluasi internal terhadap langkah Diskominfo.

Baca Juga:  Tak Terganggu Somasi, BB1%MC: Apapun yang Terjadi Tetap Berbakti untuk Negeri

Aktivis Dapat Teror Usai Unggah Kritik Soal Buzzer

Kritik Neni terhadap bahaya buzzer politik diunggah melalui akun media sosial pribadinya, termasuk TikTok. Setelah Diskominfo mengunggah foto dan pernyataan terkait, Neni mengaku menerima teror digital berupa doxing, peretasan, hingga serangan di WhatsApp.

Tim kuasa hukum Neni dari LBH dan Advokasi PP Muhammadiyah menilai tindakan Diskominfo memicu represi terhadap kebebasan berpendapat.

“Kritik yang disampaikan klien kami adalah bagian dari ekspresi yang dilindungi konstitusi. Serangan doxing justru bertentangan dengan prinsip demokrasi,” tegas kuasa hukum, Ikhwan Fahrojhi.

Baca Juga:  Pertemuan Asda Kesra se-Jabar Bahas Solusi Persoalan Makro

Menurutnya, unggahan Diskominfo bertentangan dengan komitmen pemerintah dalam menciptakan ruang aman untuk kebebasan berekspresi.

Pemprov Jabar akan Lakukan Kajian Mendalam

Herman menyatakan bahwa Pemprov Jabar akan merespons somasi secara proporsional setelah hasil kajian selesai. Ia juga menekankan pentingnya menjaga ruang kritik dan keterbukaan publik.

“Kami respect terhadap kritik yang membangun. Semua tanggapan dan langkah lanjutan akan diberikan setelah proses kajian internal selesai,” pungkasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

aktivis demokrasi doxing Diskominfo Jabar Herman Suryatman Neni Nur Hayati somasi
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun

Mengejutkan! Kreator Konten Kini Wajib Punya NIB, Ini Aturan Terbarunya

Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi! Roy Suryo dan Dr Tifa Resmi Diamankan Polisi

Diduga Hilang Konsentrasi, Angkot Berisi Belasan Pelajar Terjungkal di Jalan Menanjak Jatinangor

Topeng Normalitas sang Buronan: Membaca Kelihaian Pelaku Penyekap Wanita Bandung yang Licin dari Kepungan Polisi

Padam Listrik

Pemadaman PLN Bikin Traffic Light Bandung Lumpuh, Ini Dampaknya

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.