bukamata.id – Jagat media sosial dihebohkan dengan video seorang wanita asal Tangerang Selatan yang mengaku kabur dari rumah dan memilih hidup sebagai anak punk jalanan di Alun-alun Cililin, Kabupaten Bandung Barat. Keputusan ekstrem tersebut dipicu konflik keluarga yang disebut telah berlangsung lama.
Dalam video yang beredar luas, wanita bernama Sinta tampil dengan gaya khas anak punk: rambut acak-acakan serta tindik di hidung dan telinga. Ia secara terbuka mengungkap alasan meninggalkan rumah dan memilih hidup mandiri di jalanan.
“Halo guys, kenalin nama aku Sinta, aku dari Tangerang Selatan. Kenapa aku lari dari rumah ke Alun-alun Cililin? Karena aku selalu diremehkan sama mamah kandung aku, keluarga kandung aku, dan papah tiri aku. Mereka menganggap aku tidak bisa hidup tanpa mereka,” ucapnya dalam video tersebut.
Ingin Buktikan Bisa Sukses Tanpa Orang Tua
Sinta mengaku keputusannya bukan sekadar pelarian, melainkan bentuk pembuktian diri. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu berdiri di atas kaki sendiri tanpa bantuan keluarga.
“Aku ingin membuktikan bahwasannya aku bisa hidup tanpa mereka. Aku tidak akan pernah meminta. Malahan nanti mereka yang minta uang ke aku, padahal mereka tahu kerjaan aku cuma ngamen,” katanya.
Lebih jauh, Sinta juga mengungkap luka batin yang ia rasakan. Ia menyebut tidak pernah dilibatkan dalam keputusan ibunya menikah kembali.
“Sinta bukannya dendam, Sinta cuma nyeri hati. Saat mamah nikah, tidak pernah mengundang Sinta, tidak pernah minta persetujuan. Nanti kalau Sinta nikah, Sinta juga tidak akan mengundang mamah. Ini bukan soal melawan, ini soal hati,” ujarnya.
Reaksi Warganet Terbelah
Video tersebut menuai beragam respons dari warganet. Sebagian memberikan dukungan dan berharap Sinta segera berdamai dengan keluarganya. Komentar warganet dikutip dari kolom komentar Instagram @viral.sekalii, Minggu (15/2/2026).
“Penyesalan selalu datang belakangan, sayangi dirimu, pulang kamu berharga,” tulis salah satu akun.
Ada pula yang melihat fase ini sebagai proses pencarian jati diri.
“Setiap orang punya fase mencari makna hidupnya sendiri. Suatu hari dia akan menemukan mana yang baik untuk dirinya,” tulis akun @zm***
Namun tak sedikit pula yang mengkritik keras keputusannya.
“Sejak kapan ngepunk jadi sukses?” tulis akun @mar***
“Sukses? Jangan sampai otak dicuci. Anak punk bukan berarti harus hidup meminta-minta di jalan,” tulis akun @yop***
Fenomena Anak Muda dan Konflik Keluarga
Kasus ini kembali membuka diskusi tentang konflik keluarga dan dampaknya terhadap kondisi psikologis anak. Rasa diremehkan, tidak dihargai, atau kurangnya komunikasi dalam keluarga dapat memicu keputusan impulsif, termasuk kabur dari rumah.
Secara sosial, fenomena remaja atau anak muda yang memilih hidup di jalanan sering kali berakar dari persoalan internal keluarga, tekanan emosional, hingga pencarian identitas diri. Tanpa pendampingan yang tepat, kondisi tersebut berisiko memperpanjang konflik dan memperdalam luka psikologis.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga terkait video viral tersebut. Publik pun berharap ada jalan damai agar konflik keluarga tidak semakin melebar dan berdampak pada masa depan Sinta.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News








