Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Hari Kedelapan Gempa Flores: 180 Ribu Warga Masih Mengungsi

Selasa, 25 Agustus 2026 04:00 WIB
Bansos

Nama Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026? Ini 6 Penyebab BPNT dan PKH Tak Masuk

Selasa, 25 Agustus 2026 03:00 WIB
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cara Klaim Saldo DANA Gratis 25 Agustus 2026, Cair Langsung ke Dompet Digital Tanpa Syarat Rumit

Selasa, 25 Agustus 2026 02:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Hari Kedelapan Gempa Flores: 180 Ribu Warga Masih Mengungsi
  • Nama Hilang dari Daftar Bansos Agustus 2026? Ini 6 Penyebab BPNT dan PKH Tak Masuk
  • Cara Klaim Saldo DANA Gratis 25 Agustus 2026, Cair Langsung ke Dompet Digital Tanpa Syarat Rumit
  • Kumpulan Kode Redeem FF Terbaru 25 Agustus 2026, Klaim Skin dan Diamond Gratis Sebelum Hangus
  • Desil 1-4 Jadi Kunci Bansos Agustus 2026, Begini Cara Cek Status PKH dan BPNT Lewat HP
  • Anak Lebih Suka Cokelat daripada Susu? Champion Punya Jawaban Baru untuk Orang Tua
  • Sandy Walsh Bongkar Rahasia Cepat Nyetel di Persib, Ternyata Gara-gara Ini!
  • NIK KTP Jadi Kunci! Cek BPNT Tahap 3 2026, Ada Bantuan Rp600 Ribu?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 25 Agustus 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Opini

Materialisme Media Sosial

By SusanaMinggu, 15 Februari 2026 11:30 WIB3 Mins Read
Ilustrasi Media Sosial (Fixabay)
ADVERTISEMENT

JAGAT maya kembali diramaikan oleh konten dari seorang anak yang melampiaskan kemarahannya, dengan merusak barang-barang di rumah, lantaran permintaannya untuk dibelikan motor ninja ditolak orang tua. Lebih memprihatinkan lagi, ada pula kejadian di mana anak sampai menganiaya sampai membakar rumah orang tua sendiri gara-gara permintaannya tidak dikabulkan.

Informasi terkait dengan anak yang berbuat tidak beradab terhadap orangtuanya tidak hanya kali ini, beberapa konten juga sering kali muncul dan viral. Ini artinya adab anak ke orang tua merupakan masalah yang sudah krusial. Ada keprihatinan dengan fenomena ini, karena betapa bergeser dan hilangnya adab dan hormat anak kepada orang tua.

Dari sisi kajian psikologi, gejala-gejala anak yang ketika meminta sesuatu kepada anaknya dengan memaksa, dan ketika tidak dibelikan marah-marah, merupakan cerminan dari sikap manja, dan menandakan masalah kejiwaan yang memerlukan penanganan mendalam secara psikologis.

Berdasarkan penjelasan Amalia Rachman, bahwa tindakan destruktif yang dilakukan para remaja kepada orang tua akhir-akhir ini, mengindikasikan mereka terganggu dalam pengendalian dirinya, mereka cenderung narsistik yang berlebihan, bahkan gejala gangguan perilaku (conduct disorder).

Ada beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak memiliki sifat dan gangguan perilaku seperti itu, di antaranya: Pertama, pola didik dan asuh para orang tua kepada anak-anaknya semasa kecil. Banyak orang tua yang terlalu sayang dan memanjakan anak-anaknya dengan memenuhi semua keinginannya. Kasih sayang yang tidak proporsional dari orang tua kepada anak-anaknya ketika kecil, membuat mental anak menjadi manja dan rentan akan depresi ketika beranjak dewasa.

Faktor lainnya ialah dari terpaan media sosial terkait dengan faham materialisme. Dampak dari tayangan di media sosial terkait dengan budaya konsumtif yang bisa mengajarkan anak-anak tentang hidup hedonis, bermewah-mewahan, glamor, akan membentuk anak-anak dengan pandangan bahwa kebahagiaan dan kesuksesan dilihat dari materi yang dimiliki. Tayangan ini tidak mendidik anak-anak untuk berfikir kreatif, dan bekerja keras meraih impiannya. Banyak yang menayangkan secara instan dan bujuk rayu kuat.

Berdasarkan hasil riset Bush dan Gilbert bahwa orang yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk scroll konten-konten di media sosial, maka cenderung lebih materialistis, bila dibandingkan dengan mereka yang lebih sering mengkonsumsi media massa. Begitu juga dengan hasil studi Kamal dkk. bahwa level materialisme seseorang cenderung naik seiring meningkatnya penggunaan media sosial (dalam Pellegrino dkk., 2022).

Faktor lainnya ialah tidak adanya edukasi kepada anak tentang melatih kecerdasan emosi dan kepekaan sosial. Kecerdasan emosi anak-anak yang tidak terlatih membuat anak menjadi mudah emosi, tidak sabar dalam mendapatkan sesuatu yang serba ingin cepat, tidak empati pada orang tua yang memang sedang tidak memiliki finansial untuk memenuhi kebutuhan anak.

Kecerdasan emosi anak-anak bisa mengajarkan anak untuk menenangkan diri ketika kecewa akan kegagalan. Kecerdasan emosi bisa membuat anak menjadi lebih bersungguh-sungguh dalam meraih impian.

Sebaiknya para orang tua untuk mengajarkan sejak dini kepada anak-anaknya untuk tidak mendewakan materi dan hidup sederhana. Karena hidup sederhana bisa mengantarkan kepada ketentraman dan kenyaman, dibandingkan dengan hidup yang hedonis bisa menjerumuskan pada gaya hidup yang menyesatkan dan pemborosan.

Peristiwa anak yang melawan sampai merusak rumah orang tua merupakan peringatan bagi kita. Ini merupakan potret krisis moralitas anak-anak di tengah keluarga dan masyarakat. Saatnya kita mengembalikan nilai-nilai lebih baik bersyukur daripada merasa kurang atas materi yang dimiliki, membunuh keinginan untuk hidup konsumtif daripada hidup berwewah-mewah dengan dipaksakan, dan lebih penting ialah bagaimana meningkatkan penghormatan kepada orang tua.

Penulis: Encep Dulwahab, Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Banjir Konten UGC dari Brand Team,yang Dijual Produk apa Kisah Palsu?

Aksi Nyata Remaja Jawa Barat untuk Indonesia: Program Genesis Libatkan RibuanRemaja Cegah Stunting dan Krisis Fatherless Sejak Dini

SOLUSI MACET BANDUNG, ANGKUTAN UMUM TERINTEGRASI

Terpopuler
  • Deretan Kode Redeem FF 19 Agustus 2026: Amankan Evolution Stone dan Skin Spesial Kemerdekaan!
  • Janji Penguatan UMKM Dipertanyakan di Tengah Masifnya Penertiban PKL Kota Bandung
  • Mengenang 50 Tahun Kebersamaan, Alumni ITB 76 Unjuk Budaya Lokal Lewat Karnaval Sisingaan di Bandung
  • Garena Free Fire
    Kode Redeem FF Terbaru 21 Agustus 2026: Serbu Evolution Stone dan Skin Senjata Gratis!
  • Lepas Saat Dijemur, Pitbull Ngamuk Serang Anak 9 Tahun di Arjasari Bandung
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.