Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin

Minggu, 11 Oktober 2026 21:12 WIB

Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik

Minggu, 11 Oktober 2026 20:57 WIB

Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu

Minggu, 11 Oktober 2026 20:34 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Bangkit di Babak Kedua, Persib Paksa Dewa United Berbagi Poin
  • Buntut Bullying Mahasiswa Baru, Telkom University Tetapkan Sanksi Akademik
  • Viral! Dana Donasi Pak Santoso Tercatat Rp14,3 Juta, Disebut Hanya Terima Rp600 Ribu
  • Dua Kali Kebobolan! Persib Tertinggal 0-2 dari Dewa United di Si Jalak Harupat
  • Bikin Geger! Penampilan Susan Dell di Gedung Putih Picu Teori Konspirasi, Dituding Reptil
  • Persib vs Dewa United Malam Ini: Jadwal Kick-off dan Link Live Streaming
  • Kecelakaan Motor di Buahbatu Bandung, Polisi Duga Pengendara Kurang Konsentrasi
  • Ustaz Riza Muhammad Pamer Aktivitas Renang, Soal Aurat Langsung Disorot!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 11 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Opini

Konvoi Juara Persib dan Tanggung Jawab Kolektif Bobotoh dan Manajemen

By AdminSenin, 25 Mei 2026 22:46 WIB3 Mins Read
Pawai Persib Juara di Bandung. (Foto: dok penulis)
ADVERTISEMENT

KEMENANGAN Persib Bandung menjuarai Liga Indonesia 3 kali berturut-turut, memberikan kebahagiaan yang tak terbendung bagi masyarakat Jawa Barat khususnya Kota Bandung. Sabtu, 23 Mei 2026 Persib Bandung berhasil mengunci gelar juara dengan menahan imbang lawannya Persijap Jepara dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dan memastikan puncak klasmen tidak bisa digeser oleh pesaing Persib yakni Borneo FC Samarinda, dengan unggul head to head.

Hal ini turut mengundang para Bobotoh Persib merayakan kemenangan tersebut dengan tradisi yang biasa dilakukan yaitu Konvoi atau iring-iringan di sepanjang jalan Kota Bandung dengan membawa atribut Persib, ini menyebabkan beberapa titik di Kota Bandung mengalami kemacetan total, salah satunya perjalanan dari Cibiru menuju Dipatiukur yang jika normal bisa ditempuh dengan waktu 30 sampai 45 menit, tetapi pada malam itu berdasarkan pengalaman pribadi perjalanan harus ditempuh selama 3 jam.

Euforia kejuaraan Persib yang disebut sebagai Hattrick Champions, tidak sampai pada malam itu saja, keesokan harinya Manajemen Persib Bandung didukung oleh pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengadakan konvoi besar-besaran bersama seluruh pemain dan juga official dengan titik start dari mulai Gedung sate hingga Asia Afrika. Sama seperti semalam jalanan di Kota Bandung lumpuh total, ambulans atau kendaraan umum sulit melintas, banyak warga yang terjebak macet.

Meskipun demikian perayaan konvoi ini memang telah menjadi budaya yang biasa dilakukan di Kota Bandung, karena Persib ini bukan hanya sekedar tim sepakbola saja, melainkan budaya yang diwariskan secara turun-temurun, istilah sunda yang melekat yaitu Persib nu Aing. namun tentu pada pelaksanaan di lapangan Manajemen dan Bobotoh harus tetap tanggung jawab terhadap keamanan dan kenyamanan antar sesama.

Baca Juga:  Polresta Bandung Imbau Bobotoh Taat Aturan di Laga Final Persib Vs Madura United

Sebagai seorang mahasiswa yang memiliki peran sebagai social control. Melihat banyak sekali kejadian yang sangat disayangkan, seperti hilangnya HP salah satu pemain Persib yaitu Frans Putros, banyaknya bobotoh yang berdesakan sampai pingsan, hingga pengawalan keamanan dari pihak kepolisian yang kurang terhadap pemain. Ini tentu adalah hal yang sangat disayangkan, budaya fanatisme jangan sampai menghilangan kesadaran publik. Banyak orang menganggap chaos sebagai “bagian dari perayaan” padahal kota modern seharusnya memiliki budaya selebrasi yang tertib.

Baca Juga:  Pererat Ikatan Bobotoh, Planet Persib Hadirkan Keuntungan Baru Family Access

Dengan begitu harapan kita semua sama, ingin Persib Kembali juara di musim depan, seandainya begitu, Pemerintah Kota, Aparat keamanan, Suppporter, harus evaluasi secara besarbesaran, Konvoi resmi dengan jalur yang jelasm edukasi budaya supporter yang aman, penyediaan ruang pelayanan publik yang terorganisir, dan kampanye “Rayakan tanpa merusak. Persib adalah kebanggaan warga Jawa Barat, tetapi kemenangan sejati bukan hanya soal trofi, kota yang nyaman, aman, dan tertib juga bentuk kemenangan Bersama.

Baca Juga:  Malut United vs Persib: Bobotoh Wajib Dukung dari Rumah Demi Asa Juara

Penulis adalah Ananda Hierofani Ahmad, Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Unisba.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Bobotoh Liga Indonesia 2026 Persib Bandung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Saat Finfluencer dan AI Jadi Guru Keuangan, Masih Perlukah Belajar Manajemen?

Inspirasi Karier dari Pemain Juggling Bola

Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo

Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Terpopuler
  • Jadwal dan Link Live Streaming Indonesia vs Thailand: Momentum Garuda Rebut Trofi di Rumah Sendiri
  • bank bjb syariah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Cirebon, ASN Dapat Layanan Haji hingga Emas
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Megaproyek Pusat Data AI di Jatiluhur Purwakarta Ditahan BRIN, Ada Apa?
  • SEJARAH! Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Puasa Gelar 35 Tahun Berakhir
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.