Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Persib vs Cong Viettel: Penalti Peralta Bawa Maung Bandung Unggul 1-0

Rabu, 14 Oktober 2026 20:16 WIB
ilustrasi kekerasan

Viral Video Pria Ngamuk di Depan Istri dan Anak di Margaasih Diamankan Polisi

Rabu, 14 Oktober 2026 19:19 WIB
TPA Sarimukti

Kebakaran Hutan Dekat TPA Sarimukti, DLH Jabar Ungkap Kondisi Terkini

Rabu, 14 Oktober 2026 19:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Persib vs Cong Viettel: Penalti Peralta Bawa Maung Bandung Unggul 1-0
  • Viral Video Pria Ngamuk di Depan Istri dan Anak di Margaasih Diamankan Polisi
  • Kebakaran Hutan Dekat TPA Sarimukti, DLH Jabar Ungkap Kondisi Terkini
  • Sandy Walsh Debut di Persib! Igor Tolic Turunkan Kekuatan Utama Lawan Cong Viettel
  • Bukan karena Stok Menipis, Ini Penyebab Antrean BBM di Bali
  • 13 Mahasiswa Dilaporkan Jadi Korban Dugaan Pelecehan di Unpas, Kampus Bentuk Tim Investigasi
  • Link Live Streaming Persib vs The Cong Viettel Malam Ini, Kick-off 19.15 WIB
  • Hilang 10 Hari, Siswi SMK Tasikmalaya Ditemukan di Apartemen Mewah PIK 2
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 14 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Opini

Aksi Nyata Remaja Jawa Barat untuk Indonesia: Program Genesis Libatkan RibuanRemaja Cegah Stunting dan Krisis Fatherless Sejak Dini

By SusanaMinggu, 21 Juni 2026 11:02 WIB3 Mins Read
Program GENESIS dari Jawa Barat hadir sebagai inovasi edukasi remaja. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

Di tengah upaya Indonesia mempercepat penurunan stunting dan membangun generasi yang lebih sehat, sebuah pendekatan inovatif hadir dari Jawa Barat. Melalui permainan simulasi, ruang refleksi, dan pemberdayaan masyarakat, program GENESIS (GenRe Education Based on Simulation) mengajak remaja memahami masa depan mereka sekaligus mengedukasi kesiapan berkeluarga sejak dini.

Program yang diinisiasi oleh Azka Haydar, Duta GenRe Jawa Barat, hadir sebagai respons terhadap dua tantangan besar yang masih dihadapi generasi muda Indonesia, yakni stunting dan krisis fatherless (minimnya keterlibatan figur ayah dalam pengasuhan anak). Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional memang telah turun menjadi 19,8 persen.

Namun, jutaan balita Indonesia masih hidup dalam kondisi stunting dan membutuhkan upaya pencegahan yang lebih kuat dari berbagai sektor. Sementara itu, isu fatherless menjadi tantangan tersendiri karena berpengaruh terhadap kualitas pengasuhan, tumbuh kembang anak, hingga kesejahteraan keluarga di masa depan.

Menurut Azka, kedua persoalan tersebut memiliki akar yang sama, yaitu rendahnya literasi kesehatan, kesiapan berkeluarga, serta kesadaran pengasuhan yang perlu dibangun sejak masa
remaja.

“Ketika kita menunggu seseorang menjadi orang tua baru memberikan edukasi, sering kali
kita sudah terlambat. Karena itu GENESIS hadir untuk mempersiapkan remaja hari ini menjadi
keluarga yang lebih siap di masa depan,” ujarnya.

Berbeda dengan metode edukasi konvensional yang mengandalkan ceramah satu arah, GENESIS mengedepankan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Menggunakan media interaktif seperti GENESIS Board Games, kartu refleksi, simulasi perjalanan kehidupan, hingga GENESIS SIMBA (Simulasi Remaja Berdaya), peserta diajak memahami isuisu krusial seperti kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, dan pencegahan stunting melalui simulasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sejak pertama kali diluncurkan, GENESIS telah berhasil menjangkau ribuan remaja secara langsung melalui kegiatan edukasi tatap muka di berbagai sekolah, organisasi kepemudaan, dan komunitas. Ratusan ribu remaja yang terpapar pesan edukasi secara digital melalui berbagai platform media sosial.

Bagi Azka, edukasi yang baik harus mampu menghasilkan aksi nyata. Karena itu, GENESIS tidak berhenti pada ruang diskusi semata, melainkan berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif Desa Bergizi. Program ini hadir untuk menjembatani pengetahuan yang diperoleh remaja dengan kebutuhan nyata masyarakat dalam membangun ketahanan gizi keluarga berbasis komunitas.

Aktivitas utama dalam gerakan Desa Bergizi meliputi Pemetaan potensi wilayah dan edukasi gizi keluarga, pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting dari hulu secara mandiri dan berkelanjutan.

Salah satu kekuatan utama GENESIS terletak pada kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak. Melalui program Desa Bergizi, GENESIS berhasil membangun sinergi yang melibatkan:

“Jika Board Games membangun kesadaran remaja, maka Desa Bergizi menjadi ruang implementasinya. Kami ingin menciptakan ekosistem yang mempertemukan pengetahuan, aksi, dan kolaborasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Azka
menambahkan.

Pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir yang diusung GENESIS diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Bagi Azka, investasi terbaik dalam pencegahan stunting bukan hanya dilakukan ketika anak telah lahir, tetapi jauh sebelumnya, yakni saat remaja mulai membangun pengetahuan, nilai, dan kesiapan untuk menjadi orang tua yang bertanggung
jawab di masa depan.

“Stunting bukan takdir. Fatherless bukan budaya. Keduanya dapat dicegah ketika kita mulai
bergerak dari remaja, melibatkan keluarga, dan menguatkan masyarakat desa secara bersama-sama,” tutup Azka.

Penulis: Ananda Hierofani Ahmad_Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas
Islam Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Saat Finfluencer dan AI Jadi Guru Keuangan, Masih Perlukah Belajar Manajemen?

Inspirasi Karier dari Pemain Juggling Bola

Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo

Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Terpopuler
  • Dari Kampus ke Gedung DPR RI, KPMJ Ilmu Komunikasi UIN Bandung Pelajari Dunia Keprotokolan dan Kehumasan
  • Humas Era Digital Tak Cukup Viral! Mahasiswa UIN Bandung Dibekali Strategi Algoritma hingga Etika
  • bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.
    BLT Kesra 2026 Kapan Cair? Cek Update Bantuan Sosial Akhir Tahun dan Cara Cek NIK Kemensos
  • Terbongkar! Pengakuan Jujur Anggun C Sasmi Soal Paspor Prancis yang Selama Ini Disembunyikan
  • Ilustrasi video syur
    Viral Video Syur Perempuan Berseragam Poltekkes Bandung, Begini Kata Kemenkes
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.