Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Geger! Malut United Diduga Bertransformasi Jadi Jateng United FC Mulai 2026

Minggu, 21 Juni 2026 12:12 WIB

Auto Kaya Item! Kode Redeem FF Terbaru Bikin Inventori Kamu Makin Sultan

Minggu, 21 Juni 2026 11:42 WIB

Aksi Nyata Remaja Jawa Barat untuk Indonesia: Program Genesis Libatkan RibuanRemaja Cegah Stunting dan Krisis Fatherless Sejak Dini

Minggu, 21 Juni 2026 11:02 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Geger! Malut United Diduga Bertransformasi Jadi Jateng United FC Mulai 2026
  • Auto Kaya Item! Kode Redeem FF Terbaru Bikin Inventori Kamu Makin Sultan
  • Aksi Nyata Remaja Jawa Barat untuk Indonesia: Program Genesis Libatkan RibuanRemaja Cegah Stunting dan Krisis Fatherless Sejak Dini
  • Dekat dengan Bintang Liverpool, Lucho Persib Ternyata Punya Keluarga Sepak Bola Elite
  • Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam
  • Spanyol vs Arab Saudi Malam Ini! Yamal Starter, La Roja Diprediksi Pesta Gol
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026, Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram? Cek Daftar Lengkapnya
  • Cek Link DANA Kaget Hari Ini 21 Juni 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair ke Dompet Digital
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 21 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Opini

Aksi Nyata Remaja Jawa Barat untuk Indonesia: Program Genesis Libatkan RibuanRemaja Cegah Stunting dan Krisis Fatherless Sejak Dini

By SusanaMinggu, 21 Juni 2026 11:02 WIB3 Mins Read
Program GENESIS dari Jawa Barat hadir sebagai inovasi edukasi remaja. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

Di tengah upaya Indonesia mempercepat penurunan stunting dan membangun generasi yang lebih sehat, sebuah pendekatan inovatif hadir dari Jawa Barat. Melalui permainan simulasi, ruang refleksi, dan pemberdayaan masyarakat, program GENESIS (GenRe Education Based on Simulation) mengajak remaja memahami masa depan mereka sekaligus mengedukasi kesiapan berkeluarga sejak dini.

Program yang diinisiasi oleh Azka Haydar, Duta GenRe Jawa Barat, hadir sebagai respons terhadap dua tantangan besar yang masih dihadapi generasi muda Indonesia, yakni stunting dan krisis fatherless (minimnya keterlibatan figur ayah dalam pengasuhan anak). Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting nasional memang telah turun menjadi 19,8 persen.

Namun, jutaan balita Indonesia masih hidup dalam kondisi stunting dan membutuhkan upaya pencegahan yang lebih kuat dari berbagai sektor. Sementara itu, isu fatherless menjadi tantangan tersendiri karena berpengaruh terhadap kualitas pengasuhan, tumbuh kembang anak, hingga kesejahteraan keluarga di masa depan.

Menurut Azka, kedua persoalan tersebut memiliki akar yang sama, yaitu rendahnya literasi kesehatan, kesiapan berkeluarga, serta kesadaran pengasuhan yang perlu dibangun sejak masa
remaja.

“Ketika kita menunggu seseorang menjadi orang tua baru memberikan edukasi, sering kali
kita sudah terlambat. Karena itu GENESIS hadir untuk mempersiapkan remaja hari ini menjadi
keluarga yang lebih siap di masa depan,” ujarnya.

Berbeda dengan metode edukasi konvensional yang mengandalkan ceramah satu arah, GENESIS mengedepankan pendekatan experiential learning atau pembelajaran berbasis pengalaman. Menggunakan media interaktif seperti GENESIS Board Games, kartu refleksi, simulasi perjalanan kehidupan, hingga GENESIS SIMBA (Simulasi Remaja Berdaya), peserta diajak memahami isuisu krusial seperti kesehatan reproduksi, pengasuhan anak, dan pencegahan stunting melalui simulasi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Sejak pertama kali diluncurkan, GENESIS telah berhasil menjangkau ribuan remaja secara langsung melalui kegiatan edukasi tatap muka di berbagai sekolah, organisasi kepemudaan, dan komunitas. Ratusan ribu remaja yang terpapar pesan edukasi secara digital melalui berbagai platform media sosial.

Bagi Azka, edukasi yang baik harus mampu menghasilkan aksi nyata. Karena itu, GENESIS tidak berhenti pada ruang diskusi semata, melainkan berkembang menjadi gerakan pemberdayaan masyarakat melalui inisiatif Desa Bergizi. Program ini hadir untuk menjembatani pengetahuan yang diperoleh remaja dengan kebutuhan nyata masyarakat dalam membangun ketahanan gizi keluarga berbasis komunitas.

Aktivitas utama dalam gerakan Desa Bergizi meliputi Pemetaan potensi wilayah dan edukasi gizi keluarga, pemanfaatan lahan untuk tanaman pangan dan Tanaman Obat Keluarga (TOGA), penguatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting dari hulu secara mandiri dan berkelanjutan.

Salah satu kekuatan utama GENESIS terletak pada kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak. Melalui program Desa Bergizi, GENESIS berhasil membangun sinergi yang melibatkan:

“Jika Board Games membangun kesadaran remaja, maka Desa Bergizi menjadi ruang implementasinya. Kami ingin menciptakan ekosistem yang mempertemukan pengetahuan, aksi, dan kolaborasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Azka
menambahkan.

Pendekatan terintegrasi dari hulu ke hilir yang diusung GENESIS diharapkan dapat menjadi model yang direplikasi di berbagai daerah di Indonesia. Bagi Azka, investasi terbaik dalam pencegahan stunting bukan hanya dilakukan ketika anak telah lahir, tetapi jauh sebelumnya, yakni saat remaja mulai membangun pengetahuan, nilai, dan kesiapan untuk menjadi orang tua yang bertanggung
jawab di masa depan.

“Stunting bukan takdir. Fatherless bukan budaya. Keduanya dapat dicegah ketika kita mulai
bergerak dari remaja, melibatkan keluarga, dan menguatkan masyarakat desa secara bersama-sama,” tutup Azka.

Penulis: Ananda Hierofani Ahmad_Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas
Islam Bandung.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Azka Haydar Duta GenRe Jawa Barat edukasi remaja fatherless Indonesia GENESIS Jawa Barat pencegahan stunting program GenRe Indonesia stunting Indonesia
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

SOLUSI MACET BANDUNG, ANGKUTAN UMUM TERINTEGRASI

Bandara Husein Sastranegara

Dilema Bandara Husein Sastranegara Antara Kenyamanan Turis dan Nasib Bandara Kertajati

Metro Jabar Trans, Menjawab Macet Dan Menghadapi Tantangan Keberlanjutan

Menakar Logika Dino Patti di Tengah Lawatan Prabowo: Antara Dompet Rakyat dan Panggung Global

Konvoi Juara Persib dan Tanggung Jawab Kolektif Bobotoh dan Manajemen

Menyatukan Ruang atau Memenuhi Hasrat? Catatan Kritis atas Rencana Integrasi Gedung Sate-Gasibu

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Viral di Media Sosial! Siapa Sebenarnya Cut Salwa dan Cut Salsa yang Bikin Geger Ini?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.