bukamata.id – Keberhasilan Persib Bandung meraih gelar juara Super League 2025/26 benar-benar menghadirkan euforia luar biasa di Jawa Barat. Setelah pesta kemenangan membanjiri Kota Bandung, kali ini suasana haru dan kebahagiaan berlanjut di kediaman manajer Persib, Umuh Muchtar, di kawasan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Senin 25 Mei 2026.
Sejak pagi hari, ribuan Bobotoh dan warga sekitar sudah memadati area rumah Umuh Muchtar. Lautan biru memenuhi jalanan desa, menghadirkan atmosfer pesta rakyat yang hangat, meriah, dan penuh rasa syukur atas keberhasilan Maung Bandung mencetak sejarah baru di sepak bola Indonesia.
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Banyak warga rela datang lebih awal demi ikut merasakan momen spesial bersama sosok yang selama ini dikenal sebagai figur penting di balik perjalanan panjang Persib.
“Alhamdulillah luar biasa ya, di sana sudah crowded,” ujar Umuh Muchtar, dikutip dari laman resmi Persib, Senin (25/5/2026).
Pesta Rakyat Bernuansa Sunda
Syukuran juara yang digelar Umuh Muchtar bukan sekadar acara formal atau seremonial biasa. Acara tersebut dikemas layaknya pesta rakyat khas Sunda yang penuh kebersamaan dan tradisi.
Berbagai hiburan rakyat disiapkan untuk menghibur warga. Musik, sorak sorai Bobotoh, hingga obrolan hangat masyarakat berpadu menciptakan suasana yang begitu hidup di kawasan Tanjungsari.
Namun, satu tradisi yang paling mencuri perhatian adalah “ngagogo”, budaya menangkap ikan langsung menggunakan tangan kosong di kolam.
Tradisi ini langsung menjadi magnet utama acara. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa tampak turun ke kolam dengan penuh semangat. Suasana riuh pecah ketika warga saling berebut menangkap ikan sambil tertawa dan bercanda.
Untuk memeriahkan acara tersebut, Umuh bahkan menyiapkan sekitar dua ton ikan yang ditebar langsung ke kolam.
“Di sana kan ada hiburan, ada ikan juga 2 ton, itu untuk acara ngagogo, tidak ada pancingan,” kata Umuh.
Lautan Bobotoh dan Euforia Juara
Momen syukuran ini memperlihatkan betapa besar ikatan emosional antara Persib dan masyarakat Jawa Barat. Tidak sedikit warga yang datang mengenakan jersey biru kebanggaan mereka sambil membawa atribut klub.
Sorak “ Persib Juara” terus menggema di lokasi acara. Anak-anak berlarian membawa bendera, sementara para orang tua menikmati suasana kebersamaan yang jarang terjadi di hari-hari biasa.
Keberhasilan Persib musim ini memang terasa sangat spesial. Maung Bandung berhasil mempertahankan dominasinya di kompetisi nasional dan menorehkan sejarah sebagai salah satu era paling sukses dalam perjalanan klub.
Bagi Bobotoh, gelar juara bukan sekadar trofi. Lebih dari itu, kemenangan ini dianggap sebagai simbol kebanggaan masyarakat Sunda yang selama ini dikenal memiliki loyalitas luar biasa terhadap klub kebanggaan mereka.
Sosok Umuh Muchtar yang Dekat dengan Rakyat
Di tengah pesta rakyat tersebut, sosok Umuh Muchtar kembali menjadi perhatian publik. Selama bertahun-tahun, Umuh dikenal bukan hanya sebagai manajer klub, tetapi juga figur yang dekat dengan Bobotoh dan masyarakat kecil.
Gaya bicaranya yang lugas, sikap sederhana, dan kedekatannya dengan warga membuat dirinya memiliki tempat tersendiri di hati pendukung Persib.
Tak heran, rumah pribadinya di Tanjungsari kerap menjadi tempat berkumpulnya Bobotoh dalam berbagai momen penting Persib.
Pada syukuran kali ini, Umuh terlihat beberapa kali menyapa warga secara langsung. Ia juga tampak menikmati suasana saat warga turun ke kolam mengikuti tradisi ngagogo.
Tradisi Lokal yang Jadi Simbol Kebersamaan
Tradisi ngagogo sendiri bukan sekadar hiburan biasa. Dalam budaya Sunda, kegiatan menangkap ikan bersama-sama di kolam sering dimaknai sebagai simbol kebersamaan, kegembiraan, dan rasa syukur.
Momen itu menjadi gambaran bagaimana sepak bola mampu menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam satu perayaan sederhana namun penuh makna.
Di tengah modernitas sepak bola profesional, pesta rakyat ala Umuh Muchtar justru menghadirkan nuansa yang sangat membumi dan dekat dengan masyarakat.
Teriakan warga, cipratan air kolam, hingga tawa anak-anak yang berusaha menangkap ikan menjadi potret emosional yang memperlihatkan bahwa kemenangan sepak bola bukan hanya milik pemain di lapangan, tetapi juga milik rakyat yang setia mendukung dari tribun dan jalanan.
Dengan penuh kehangatan, syukuran juara Persib di Sumedang menjadi bukti bahwa sepak bola di Tanah Pasundan bukan sekadar olahraga, melainkan bagian dari identitas dan kebanggaan bersama.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










