Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?

Minggu, 14 Juni 2026 20:51 WIB

Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama

Minggu, 14 Juni 2026 19:00 WIB

Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?

Minggu, 14 Juni 2026 18:49 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Gondrong Pakai Bando dan Ngopi di Warung, Karier Sepak Bola Evan Dimas Sudah Habis?
  • Luar Biasa! Irfan Hakim Sapu Bersih Gelar di Koi Show 2026, Kohaku Jadi Bintang Utama
  • Video Full Durasi Cut Salwa di Hotel Banyak Diburu, Apa Isinya?
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Persib Masih Kena Transfer Ban FIFA! Bursa Transfer Maung Bandung Terancam Kacau?
  • Jangan Sampai Terlambat! WhatsApp akan Blokir Akses di iPhone dengan iOS Versi Ini
  • Pro-Kontra Razia Outfit Jogging di Aceh: Aturan Daerah vs Gaya Hidup Modern, Siapa yang Salah?
  • Drama Besar Timnas Jepang! Moriyasu Minta Maaf Usai Coret Wataru Endo
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 14 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Opini

Makan Bergizi Gratis: Antara Angka Nutrisi dan Realitas “Perut Kenyang” di Mata Masyarakat

By Aga GustianaSenin, 9 Maret 2026 15:23 WIB3 Mins Read
MBG
Ilustrasi Program MBG. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

DALAM setiap perumusan kebijakan publik, pemerintah sering kali terjebak pada angka-angka: seberapa besar anggaran yang dikucurkan, berapa banyak target sasaran yang dicapai, atau seberapa kompleks desain program yang dibuat. Namun, ada satu instrumen yang kerap dianggap sebagai “pelengkap” padahal merupakan penentu mati-hidupnya sebuah kebijakan, yakni komunikasi publik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu contoh kebijakan yang nasibnya sangat bergantung pada efektivitas komunikasi. Kebijakan ini bukan sekadar urusan logistik atau dapur umum, melainkan sebuah pesan besar mengenai investasi kesehatan dan masa depan nutrisi masyarakat yang harus mampu mendarat dengan mulus di pikiran rakyat.

Pesan yang Harus Dimengerti, Bukan Sekadar Disampaikan

Dalam kacamata komunikasi kebijakan, sebuah program tidak bisa berdiri sendiri hanya sebagai tumpukan aturan.

“Dalam kebijakan publik, komunikasi memegang peran yang sangat penting. Sebuah kebijakan tidak hanya soal program yang dijalankan, tetapi juga soal bagaimana pesan dari kebijakan itu dipahami oleh masyarakat,”

Baca Juga:  Ribuan Anak Keracunan Program MBG, BGN Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Gratis

Masalah muncul ketika pemerintah berasumsi bahwa apa yang mereka sampaikan otomatis dipahami secara identik oleh publik. Kenyataannya, tanpa strategi komunikasi yang mumpuni, pesan yang ingin disampaikan pemerintah bisa mengalami distorsi atau dipahami secara berbeda.

“Jika pesan kebijakan tidak dipahami dengan cara yang sama, maka akan muncul berbagai interpretasi di masyarakat. Hal ini bisa mempengaruhi bagaimana publik memandang dan merespons kebijakan tersebut,”

Benturan Definisi: Bahasa Nutrisi vs Bahasa Perut

Dalam konteks MBG, kita melihat adanya potensi jurang pemahaman yang cukup dalam. Di satu sisi, pemerintah menggunakan pendekatan klinis-nutrisi untuk mendefinisikan apa itu “makanan bergizi”. Di sisi lain, masyarakat memiliki standar subjektif yang sudah mengakar secara sosiologis.

Baca Juga:  Alasan Sebenarnya Prabowo Ganti Pimpinan BGN Terungkap

“Pemerintah menggunakan pendekatan nutrisi dalam mendefinisikan makanan bergizi. Namun masyarakat sering kali memaknai makanan berdasarkan pengalaman sehari-hari seperti rasa, kenyang, atau kebiasaan makan,”

Jika jurang ini tidak dijembatani, maka program MBG berisiko hanya dipandang sebagai bantuan pangan biasa, bukan sebagai gerakan kesadaran gizi. Tanpa komunikasi yang kuat, masyarakat mungkin akan mempertanyakan menu yang disajikan hanya karena tidak sesuai dengan “kebiasaan lidah” atau porsi yang dianggap kurang “mengenyangkan” menurut standar tradisional mereka.

Menjembatani Pemahaman sebagai Kunci Sukses

Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh sekadar melakukan sosialisasi searah. Komunikasi kebijakan harus dirancang untuk mengubah pola pikir, bukan sekadar memberikan informasi. Kita butuh jembatan yang menghubungkan definisi nutrisi pemerintah dengan realitas meja makan masyarakat.

Baca Juga:  Penertiban Warung Ciater, Pakar Ingatkan Dampak Ekonomi Warga

“Memperkuat komunikasi publik menjadi penting untuk menjembatani perbedaan pemahaman antara pemerintah dan masyarakat mengenai tujuan dari kebijakan tersebut,”

Pada akhirnya, piring-piring makan gratis ini tidak hanya harus memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein anak-anak bangsa, tetapi juga harus mampu mengisi ruang kesadaran publik bahwa gizi adalah investasi, bukan sekadar urusan perut kenyang. Tanpa komunikasi yang membumi, kebijakan semewah apa pun hanya akan menjadi narasi sunyi di tengah kebisingan publik.

Penulis: Pengamat Komunikasi Publik, Ivan Nudin

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Ivan Nurdin kebijakan publik komunikasi publik Makan Bergizi Gratis Nutrisi Nasional
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

SOLUSI MACET BANDUNG, ANGKUTAN UMUM TERINTEGRASI

Bandara Husein Sastranegara

Dilema Bandara Husein Sastranegara Antara Kenyamanan Turis dan Nasib Bandara Kertajati

Metro Jabar Trans, Menjawab Macet Dan Menghadapi Tantangan Keberlanjutan

Menakar Logika Dino Patti di Tengah Lawatan Prabowo: Antara Dompet Rakyat dan Panggung Global

Konvoi Juara Persib dan Tanggung Jawab Kolektif Bobotoh dan Manajemen

Menyatukan Ruang atau Memenuhi Hasrat? Catatan Kritis atas Rencana Integrasi Gedung Sate-Gasibu

Terpopuler
  • Viral! Link Video Full Durasi Cut Salwa Ramai Diburu Netizen, Apa Isinya?
  • Dari Buku ‘Broken Strings’ Sampai Urusan Istri: Mengapa Eza Gionino dan Robby Tremonti Mendadak Panas?
  • Link Telegram Video Cut Salwa Full Durasi Ramai Dicari, Benarkah Ada?
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya yang Mengejutkan
  • Link Video Cut Salwa Viral ‘No Sensor’, Warganet Diminta Jangan Asal Klik!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.