Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Game Free Fire

Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 06:00 WIB
Mudah banget, cara mendapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game di HP.

Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!

Minggu, 13 September 2026 02:00 WIB

Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!

Minggu, 13 September 2026 01:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Sikat Deretan Kode Redeem FF 13 September 2026, Amankan Hadiah Eksklusif Hari Ini!
  • Cara Berburu Saldo DANA Gratis 13 September 2026, Amankan Cuan Tambahan Hari Ini!
  • Klaim Cepat Kode Redeem FF 13 September 2026, Sikat Berbagai Hadiah Menariknya!
  • Geger Skandal Perselingkuhan Suami Artis, Pelapor Tantang Pihak M Buktikan Video Palsu
  • Krisis Darurat Kantong Darah di Cianjur, Pasien Talasemia Terpaksa Andalkan Keluarga
  • Takluk dari Persija 2-1, Igor Tolic Soroti Celah Lini Belakang Persib
  • Akhir Perjalanan Kangen Band: Dodhy Umumkan Bubar Akibat ‘Kezaliman’ dan Larang Nyanyikan Lagunya
  • Pasukan Jepang Nyesel Datang? Niat Bantu Karhutla Malah Disambut Parade & Marching Band!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Opini

Makan Bergizi Gratis: Antara Angka Nutrisi dan Realitas “Perut Kenyang” di Mata Masyarakat

By Aga GustianaSenin, 9 Maret 2026 15:23 WIB3 Mins Read
MBG
Ilustrasi Program MBG. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

DALAM setiap perumusan kebijakan publik, pemerintah sering kali terjebak pada angka-angka: seberapa besar anggaran yang dikucurkan, berapa banyak target sasaran yang dicapai, atau seberapa kompleks desain program yang dibuat. Namun, ada satu instrumen yang kerap dianggap sebagai “pelengkap” padahal merupakan penentu mati-hidupnya sebuah kebijakan, yakni komunikasi publik.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu contoh kebijakan yang nasibnya sangat bergantung pada efektivitas komunikasi. Kebijakan ini bukan sekadar urusan logistik atau dapur umum, melainkan sebuah pesan besar mengenai investasi kesehatan dan masa depan nutrisi masyarakat yang harus mampu mendarat dengan mulus di pikiran rakyat.

Pesan yang Harus Dimengerti, Bukan Sekadar Disampaikan

Dalam kacamata komunikasi kebijakan, sebuah program tidak bisa berdiri sendiri hanya sebagai tumpukan aturan.

“Dalam kebijakan publik, komunikasi memegang peran yang sangat penting. Sebuah kebijakan tidak hanya soal program yang dijalankan, tetapi juga soal bagaimana pesan dari kebijakan itu dipahami oleh masyarakat,”

Baca Juga:  Polemik Bisnis MBG Anak Wakil Ketua DPRD Disorot, Netizen Spill Pemasukan Harian!

Masalah muncul ketika pemerintah berasumsi bahwa apa yang mereka sampaikan otomatis dipahami secara identik oleh publik. Kenyataannya, tanpa strategi komunikasi yang mumpuni, pesan yang ingin disampaikan pemerintah bisa mengalami distorsi atau dipahami secara berbeda.

“Jika pesan kebijakan tidak dipahami dengan cara yang sama, maka akan muncul berbagai interpretasi di masyarakat. Hal ini bisa mempengaruhi bagaimana publik memandang dan merespons kebijakan tersebut,”

Benturan Definisi: Bahasa Nutrisi vs Bahasa Perut

Dalam konteks MBG, kita melihat adanya potensi jurang pemahaman yang cukup dalam. Di satu sisi, pemerintah menggunakan pendekatan klinis-nutrisi untuk mendefinisikan apa itu “makanan bergizi”. Di sisi lain, masyarakat memiliki standar subjektif yang sudah mengakar secara sosiologis.

Baca Juga:  Prabowo Ungkap Penghematan Rp308 Triliun, Sebagian untuk MBG

“Pemerintah menggunakan pendekatan nutrisi dalam mendefinisikan makanan bergizi. Namun masyarakat sering kali memaknai makanan berdasarkan pengalaman sehari-hari seperti rasa, kenyang, atau kebiasaan makan,”

Jika jurang ini tidak dijembatani, maka program MBG berisiko hanya dipandang sebagai bantuan pangan biasa, bukan sebagai gerakan kesadaran gizi. Tanpa komunikasi yang kuat, masyarakat mungkin akan mempertanyakan menu yang disajikan hanya karena tidak sesuai dengan “kebiasaan lidah” atau porsi yang dianggap kurang “mengenyangkan” menurut standar tradisional mereka.

Menjembatani Pemahaman sebagai Kunci Sukses

Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh sekadar melakukan sosialisasi searah. Komunikasi kebijakan harus dirancang untuk mengubah pola pikir, bukan sekadar memberikan informasi. Kita butuh jembatan yang menghubungkan definisi nutrisi pemerintah dengan realitas meja makan masyarakat.

Baca Juga:  Ironi Program MBG: Saat Piring Siswa Disorot, SPPG Justru Gelar Bukber di Hotel Mewah

“Memperkuat komunikasi publik menjadi penting untuk menjembatani perbedaan pemahaman antara pemerintah dan masyarakat mengenai tujuan dari kebijakan tersebut,”

Pada akhirnya, piring-piring makan gratis ini tidak hanya harus memenuhi kebutuhan karbohidrat dan protein anak-anak bangsa, tetapi juga harus mampu mengisi ruang kesadaran publik bahwa gizi adalah investasi, bukan sekadar urusan perut kenyang. Tanpa komunikasi yang membumi, kebijakan semewah apa pun hanya akan menjadi narasi sunyi di tengah kebisingan publik.

Penulis: Pengamat Komunikasi Publik, Ivan Nudin

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

kebijakan publik Makan Bergizi Gratis
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Banjir Konten UGC dari Brand Team,yang Dijual Produk apa Kisah Palsu?

Aksi Nyata Remaja Jawa Barat untuk Indonesia: Program Genesis Libatkan RibuanRemaja Cegah Stunting dan Krisis Fatherless Sejak Dini

SOLUSI MACET BANDUNG, ANGKUTAN UMUM TERINTEGRASI

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.