Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem

Selasa, 27 Oktober 2026 14:18 WIB

Apalagi Ini? Habis Akun YouTube Hilang, Video Juan-Eve Bikin Pilot Geleng-geleng Viral Lagi!

Selasa, 27 Oktober 2026 14:06 WIB

I League Berduka atas Meninggalnya Bobotoh ARK, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi

Selasa, 27 Oktober 2026 13:57 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Padalarang Porak-poranda! Ratusan Rumah Rusak Diterjang Cuaca Ekstrem
  • Apalagi Ini? Habis Akun YouTube Hilang, Video Juan-Eve Bikin Pilot Geleng-geleng Viral Lagi!
  • I League Berduka atas Meninggalnya Bobotoh ARK, Minta Semua Pihak Tak Berspekulasi
  • Intip Kekuatan Melbourne Victory: Raksasa Australia Siap Uji Ketangguhan Persib di Si Jalak Harupat
  • Persib Berduka atas Meninggalnya Arief Rahman Kusuma, Bobotoh Diimbau Tak Balas Dendam
  • Terbongkar Pemicu Keributan di Padepokan Sukabumi: Beda Pendapat Lalu Melayang Tamparan!
  • Tak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa! Mengenang Rentetan Insiden Memilukan yang Menewaskan Bobotoh
  • Pelaku Penyerangan Bobotoh hingga Tewas di Bogor Telah Tertangkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Opini

Menakar Logika Dino Patti di Tengah Lawatan Prabowo: Antara Dompet Rakyat dan Panggung Global

By AdminSabtu, 6 Juni 2026 14:42 WIB4 Mins Read
Ilustrasi. (Foto: AI)
ADVERTISEMENT

BELAKANGAN ini, ruang publik kita disajikan tontonan menarik tentang bagaimana wajah diplomasi Indonesia di luar negeri dipromosikan. Pihak Istana begitu gencar membangun narasi megah mengenai pentingnya jabat tangan fisik antar-pemimpin dunia, upaya mengamankan posisi geopolitik di tengah krisis, hingga misi menjemput investasi besar bagi ketahanan nasional. Namun di balik gemuruh agenda internasional itu, sebuah kritik tajam dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, merembes ke lini masa media sosial. Dino mengguncang kenyamanan narasi tersebut dengan mempertanyakan sesuatu yang jauh lebih mendasar, yaitu seberapa efisien, jujur, dan rasional sebenarnya hitung-hitungan anggaran perjalanan dinas yang dibuat oleh pemerintah di tengah kondisi ekonomi masyarakat bawah yang sedang prihatin.

Pertanyaan yang dilemparkan Dino sebenarnya bukan sekadar soal sentimen politik atau perbedaan opini sesaat antar-elite. Jika kita membedahnya melalui kacamata ilmu komunikasi, khususnya Teori Framing yang dikembangkan oleh Robert Entman, setiap peristiwa politik yang sampai ke masyarakat sebenarnya telah melewati proses pembingkaian. Entman menjelaskan bahwa framing adalah cara komunikator memilih aspek-aspek tertentu dari sebuah realitas dan membuatnya lebih menonjol, sementara aspek lain sengaja disembunyikan. Tujuannya adalah untuk mendefinisikan masalah, mendiagnosis penyebabnya, memberikan penilaian moral, dan menawarkan solusi tertentu kepada khalayak. Polemik hari ini antara Dino Patti Djalal dan pihak Istana sebetulnya adalah kontestasi komunikasi untuk memperebutkan kendali atas bingkai isu tersebut.

Melalui video unggahannya yang viral, Dino Patti Djalal secara cerdas melakukan pembingkaian isu (issue framing) dengan menonjolkan aspek “efisiensi anggaran

domestik”. Sebagai seorang diplomat karier senior, Dino memilih untuk memperlihatkan realitas yang sengaja tidak ditonjolkan oleh Istana, yaitu tingginya kuantitas lawatan fisik Presiden Prabowo Subianto, besarnya rombongan delegasi, serta bengkaknya biaya protokoler yang membebani negara. Dalam bingkai komunikasi Dino, masalah utamanya adalah pemborosan di tengah situasi ekonomi rakyat yang sedang sulit, penyebabnya adalah ketidakmampuan Istana dalam menyusun skala prioritas, dan solusi yang ia tawarkan adalah optimalisasi teknologi seperti video call. Bingkai ini berhasil menyentuh sensitivitas publik karena langsung menghubungkan agenda elite pusat dengan dompet masyarakat bawah.

Baca Juga:  Ini Alasan Megawati Tak Hadir di Pelantikan Prabowo-Gibran

Menyadari bingkai utamanya mulai digoyang dan mendapat sentimen negatif dari netizen, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bersama jajaran Istana merespons dengan melakukan pembingkaian ulang (reframing). Melalui video klarifikasi di media sosial, Seskab Teddy sengaja membelokkan perhatian publik dengan memunculkan aspek “kedaruratan geopolitik global dan pengorbanan moral pemimpin”. Istana menyembunyikan perdebatan teknis soal anggaran APBN dengan menonjolkan klaim bahwa jumlah delegasi telah dipangkas hingga 50%, serta memunculkan narasi populis bahwa sisa kelebihan biaya perjalanan ditanggung langsung dari kantong pribadi Presiden Prabowo. Melalui teknik komunikasi ini, Istana mencoba mengubah definisi masalah dari yang tadinya “isu pemborosan uang rakyat” versi Dino, menjadi “isu ketulusan hati Presiden Prabowo yang rela berkorban demi nama baik bangsa di kancah dunia”.

Baca Juga:  Sinyal Kuat Dedi Mulyadi Maju di Pilgub Jabar, Prabowo Perintahkan Tingkatkan Elektabilitas

Namun, perang komunikasi di media sosial ini memiliki risiko berbahaya jika dilakukan secara defensif dengan menyerang balik rekam jejak personal pengkritik. Ketika pihak Istana mulai membandingkan masa lalu Dino untuk menjatuhkan reputasinya, ruang komunikasi publik mengalami pendangkalan substansi. Perdebatan yang seharusnya menguji akuntabilitas riil dan efisiensi pengelolaan keuangan negara, pada akhirnya terdistorsi menjadi sekadar tontonan kosmetik tentang pihak mana yang paling piawai memainkan emosi penonton di depan kamera.

Sebagai jalan keluar untuk menciptakan komunikasi politik yang sehat, pemerintah sudah saatnya menghentikan ketergantungan pada strategi pembingkaian yang artifisial dan defensif. Legitimasi kebijakan luar negeri Presiden Prabowo harus dibuka secara transparan tanpa ada aspek data yang sengaja disembunyikan dari rakyat. Hal ini bisa dimulai dengan membuka laporan akuntabilitas hasil diplomasi secara jujur, menetapkan indikator kunjungan yang terukur, serta melakukan audit publik yang tegas untuk memisahkan dana negara dan dana pribadi agar tidak membingungkan masyarakat. Potensi diplomasi luar negeri kita memang besar, namun ia tidak akan pernah mendapatkan kepercayaan yang tulus jika hanya dikelola sebagai komoditas pencitraan lewat pembingkaian isu.

Baca Juga:  Reshuffle Kabinet Prabowo 1 Oktober: 18 Pejabat Dilantik, Ada Kapolri dan Menko Baru

Pada akhirnya, polemik antara Dino Patti Djalal dan Presiden Prabowo menunjukkan bahwa akuntabilitas negara tidak boleh disembunyikan di balik pembingkaian citra atau tameng “dana pribadi”. Kepercayaan publik yang tulus hanya akan terbangun ketika Istana berani membuka transparansi data secara jujur. Menghargai kritik dari

tokoh berpengalaman seperti Dino adalah bukti bahwa pemerintah siap membawa diplomasi Indonesia terbang tinggi di panggung global, tanpa harus kehilangan pijakan pada realitas ekonomi rakyatnya.

Penulis: Ervina Rizqi Purwaningrum, Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Prabowo Subianto
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Saat Finfluencer dan AI Jadi Guru Keuangan, Masih Perlukah Belajar Manajemen?

Inspirasi Karier dari Pemain Juggling Bola

Professor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Belajar Dari Prabowo

Mindshift 4: PKM-PM IPB University Bekali Perempuan Pekerja Migran Purna dengan Budidaya Terpadu Menuju Kemandirian Ekonomi

Komunikasi Profetik di Era Digital: Arah Baru Pengembangan Ilmu Komunikasi

Doomposting Film “Ghost In The Cell”: Analisis Perilaku Netizen Lewat Cognitive Dissonance Theory

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
  • Prediksi Madura United vs Persib: Ujian Kedalaman Skuad Pangeran Biru di Tengah Jadwal Padat
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.