Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Tinggal Tulang! Video Induk Orangutan Kurus Kering Kelaparan Ini Bikin Netizen Ngamuk

Senin, 25 Mei 2026 19:47 WIB
The Great Asia Africa 2.0

Liburan ke Bandung Auto Bahagia! Ini 4 Destinasi Keluarga Paling Favorit

Senin, 25 Mei 2026 19:43 WIB

Disambut Tangis dan Elusan Hangat, Alasan Hartono Soekwanto Batal Kurbankan Sapi Matilda Bikin Mewek

Senin, 25 Mei 2026 18:51 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Tinggal Tulang! Video Induk Orangutan Kurus Kering Kelaparan Ini Bikin Netizen Ngamuk
  • Liburan ke Bandung Auto Bahagia! Ini 4 Destinasi Keluarga Paling Favorit
  • Disambut Tangis dan Elusan Hangat, Alasan Hartono Soekwanto Batal Kurbankan Sapi Matilda Bikin Mewek
  • Ngeri! Persib Jadi Raja Liga Indonesia, Kunci Gelar Terbanyak Sepanjang Sejarah
  • Mengejutkan! Bojan Hodak Sinyalkan Hengkang dari Persib Bandung Usai Juara?
  • Usai Ribuan Bobotoh Rayakan Persib, Puluhan Taman Kota Bandung Jadi Korban
  • Bobotoh Tewas di Tengah Euforia Persib Juara? Pemuda Cibiru Ditemukan Bersimbah Darah di Ujungberung
  • GILA! 3 Transfer Kejutan Ini Bikin Persib Bandung Hattrick Juara Liga Indonesia
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 25 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Tinggal Tulang! Video Induk Orangutan Kurus Kering Kelaparan Ini Bikin Netizen Ngamuk

By SusanaSenin, 25 Mei 2026 19:47 WIB4 Mins Read
Video viral memperlihatkan induk orangutan kurus bersama anaknya di Kutai Timur, Kalimantan Timur, memicu keprihatinan publik. Foto: Ist.
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sebuah video yang memperlihatkan seekor orangutan betina berjalan perlahan sambil membawa anaknya dengan kondisi tubuh sangat kurus kembali mengguncang media sosial.

Rekaman yang diunggah akun Instagram Instagram melalui akun @nasehat_pendaki itu memicu gelombang emosi publik, karena menampilkan satwa liar yang tampak lemah, tulang-tulangnya terlihat jelas, seolah berjuang keras untuk bertahan hidup di habitat yang kian menyempit.

Dalam video tersebut, sosok orangutan terlihat bergerak pelan di tengah lanskap hutan yang diduga berada di wilayah Kutai Timur, salah satu kawasan yang selama beberapa tahun terakhir menjadi sorotan akibat masifnya alih fungsi lahan.

Potret Pilu di Tengah Hutan yang Tak Lagi Utuh

Orangutan betina itu tampak memegang erat anaknya sambil berjalan tertatih. Gerakannya lambat, tubuhnya kurus, dan sorot matanya seolah menggambarkan kelelahan panjang akibat keterbatasan makanan dan ruang hidup.

Bagi banyak warganet, gambar ini bukan sekadar video viral, melainkan simbol nyata dari krisis ekologi yang sedang berlangsung. Di balik keheningan hutan Kalimantan, tersimpan kisah panjang tentang hilangnya rumah bagi satwa endemik yang sangat bergantung pada hutan tropis.

Orangutan Kalimantan dengan nama ilmiah Pongo pygmaeus morio merupakan spesies yang hanya hidup di pulau Kalimantan. Ketergantungannya pada hutan membuat spesies ini sangat rentan terhadap perubahan lingkungan sekecil apa pun.

Hutan Menyusut, Satwa Kehilangan Arah Hidup

Baca Juga:  Diam-diam Mengamati! Lihat Cara Orang Utan Timtom Mandi Pakai Gayung, Pintar tapi Terancam!

Dalam dua dekade terakhir, Kalimantan Timur menjadi salah satu wilayah dengan laju alih fungsi hutan tercepat di Indonesia. Pembukaan lahan untuk perkebunan, pertambangan, dan infrastruktur membuat banyak kawasan hutan primer berubah menjadi area terbuka.

Kondisi ini berdampak langsung pada penurunan populasi orangutan di alam liar. Data berbagai lembaga konservasi menunjukkan bahwa populasi orangutan terus mengalami tekanan akibat fragmentasi habitat dan minimnya sumber pakan alami.

Ketika hutan berubah menjadi kawasan industri, orangutan tidak hanya kehilangan pohon tempat bersarang, tetapi juga jalur jelajah dan sumber buah-buahan yang menjadi makanan utama mereka.

Akibatnya, tidak sedikit orangutan yang terpaksa keluar dari hutan dan memasuki area aktivitas manusia, seperti perkebunan atau bahkan pinggir jalan. Situasi ini meningkatkan risiko konflik manusia dan satwa liar.

Konflik Manusia dan Orangutan Semakin Sering Terjadi

Fenomena orangutan memasuki wilayah manusia bukan hal baru. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai laporan menunjukkan peningkatan kasus satwa liar yang tersesat ke permukiman warga di Kalimantan.

Sebagian besar kasus ini terjadi di kawasan yang berbatasan langsung dengan area konsesi. Hutan yang terfragmentasi membuat satwa kehilangan arah navigasi alami mereka.

Dalam kondisi tertentu, orangutan betina dengan anaknya menjadi kelompok yang paling rentan karena membutuhkan asupan makanan lebih besar untuk bertahan hidup sekaligus merawat keturunannya.

Baca Juga:  Diam-diam Mengamati! Lihat Cara Orang Utan Timtom Mandi Pakai Gayung, Pintar tapi Terancam!

Reaksi Emosional Warganet: Antara Sedih dan Marah

Video ini langsung memicu reaksi luas di media sosial. Banyak warganet mengekspresikan kesedihan mendalam, bahkan kemarahan terhadap kondisi lingkungan yang dinilai semakin rusak.

Sebagian komentar bernada emosional menyuarakan kekecewaan terhadap perusakan alam, sementara lainnya menyoroti lemahnya perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi undang-undang, seperti dikutip dari kolom komentar Instagram @oxpopuler.id, Senin (25/5/2026).

“Semoga tuhan menghukum siapapun yang mendukung kerusakan, baik itu pimpinan tertinggi maupun hanya yang mencari uang haram jadi buzzer..” tulis akun @pra***

“kalian serakah,,, smg Allah datangkan azab bt kalian,, rakyat Indonesia byk yg kecewa, manusia aja di jajah apalagi hewan tak berdaya,, zholim kalian ga akan berkah hdp nya msh disegerakan di lihatkan,” tulis akun @win***

“Alam dirusak ,, korupsi merajalela…begini amat nasib bangsa tercinta,” tulis akun @id***

Fenomena ini menunjukkan bahwa isu lingkungan masih memiliki daya sentuh emosional yang kuat di ruang digital, terutama ketika menyangkut satwa yang memiliki kedekatan visual dengan manusia seperti orangutan.

Krisis yang Sudah Lama Diperingatkan Para Ahli

Para peneliti telah lama memperingatkan bahwa tekanan terhadap habitat orangutan di Kalimantan terus meningkat. Aktivitas pembukaan lahan dalam skala besar telah menyebabkan penyempitan ruang hidup yang signifikan.

Beberapa kajian konservasi mencatat bahwa dalam kurun waktu tertentu, konflik antara manusia dan orangutan di Kalimantan Timur terjadi puluhan kali setiap tahun, terutama di wilayah yang berbatasan dengan perkebunan dan tambang.

Baca Juga:  Diam-diam Mengamati! Lihat Cara Orang Utan Timtom Mandi Pakai Gayung, Pintar tapi Terancam!

Kondisi ini diperparah oleh tidak adanya zona konservasi wajib di beberapa konsesi tambang, sehingga satwa liar tidak memiliki koridor aman untuk berpindah.

Ancaman Nyata bagi Masa Depan Orangutan

Orangutan bukan hanya satwa ikonik Indonesia, tetapi juga indikator kesehatan ekosistem hutan tropis. Ketika populasi mereka menurun, itu menandakan adanya kerusakan serius pada keseimbangan alam.

Jika tren ini terus berlanjut, para ahli memperkirakan risiko kepunahan lokal bisa terjadi di beberapa wilayah Kalimantan dalam beberapa dekade mendatang.

Upaya konservasi sebenarnya sudah dilakukan melalui berbagai lembaga, termasuk evakuasi satwa dan rehabilitasi di pusat konservasi. Namun, tantangan terbesar tetap berada pada perlindungan habitat alami mereka.

Antara Viral dan Kesadaran Lingkungan

Hingga kini belum ada konfirmasi resmi terkait lokasi pasti dan waktu perekaman video tersebut. Namun terlepas dari itu, video ini telah berhasil membuka kembali diskusi penting tentang hubungan manusia dan alam.

Di tengah derasnya arus pembangunan, kisah seekor induk orangutan kurus yang berjuang bersama anaknya menjadi pengingat sunyi: bahwa setiap pohon yang tumbang bukan hanya kehilangan kayu, tetapi juga rumah bagi kehidupan yang tak bisa digantikan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

alih fungsi lahan Kalimantan Timur Konservasi Orangutan krisis hutan Kalimantan Kutai Timur orangutan orangutan Kalimantan viral Pongo pygmaeus morio satwa liar Indonesia video orangutan kurus
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Disambut Tangis dan Elusan Hangat, Alasan Hartono Soekwanto Batal Kurbankan Sapi Matilda Bikin Mewek

Usai Ribuan Bobotoh Rayakan Persib, Puluhan Taman Kota Bandung Jadi Korban

Ilustrasi korban meninggal.

Bobotoh Tewas di Tengah Euforia Persib Juara? Pemuda Cibiru Ditemukan Bersimbah Darah di Ujungberung

Teror Pocong Gentayangan di Bandung Barat, Polisi Turun Tangan Selidiki Isu Orang Iseng

Geger Bandung! Konvoi Persib Memakan Korban, Razia Miras Besar-Besaran akan Digelar

Tragis! 122 Korban Warnai Perayaan Juara Persib Bandung, 1 Tewas di Cibiru

Terpopuler
  • Link Video Viral TKW Taiwan 3 vs 1 yang Bikin Penasaran Hingga Banyak Ramai Diburu Netizen
  • Diduga Hina Bos Persib Umuh Muchtar, Pemilik Akun Facebook Ini Diburu Netizen!
  • Link ‘Guru Bahasa Inggris Viral’ Ramai Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Phishing dan Malware
  • Tebing Keraton
    Menjelajahi Pesona “Swiss van Java”: 5 Destinasi Unggulan di Bandung Barat yang Wajib Dikunjungi
  • Bikin Penasaran! Video Guru Bahasa Inggris vs Murid Ramai Dicari, Ini Fakta Sebenarnya
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.