bukamata.id – Jalan Braga, ikon kota Bandung, disulap menjadi ruang kolaborasi terbuka dalam acara Bazaar Berdaya Bersama, yang menjadi penutup dari rangkaian Bootcamp Perintis Berdaya 2025. Lebih dari 65 pelaku UMKM, koperasi, dan insan ekonomi kreatif ambil bagian, memamerkan produk unggulan mereka kepada publik, pelaku industri, serta lembaga pembiayaan.
Tak sekadar bazaar biasa, kegiatan ini menjadi ajang praktik langsung dari pelatihan intensif tiga hari yang diikuti para peserta. Mereka mendapat kesempatan menampilkan hasil karya, menjajal pasar riil, sekaligus membangun jejaring yang lebih luas.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin, menekankan pentingnya ruang aktualisasi bagi pelaku usaha. “Kami ingin pemberdayaan ekonomi masyarakat tidak berhenti di ruang kelas. Harus ada panggung di mana pelaku usaha bisa tampil, tumbuh, dan terkoneksi langsung dengan ekosistem yang lebih luas,” ujarnya, Sabtu (21/6/2025).
Dialog Lintas Sektor: Menyelaraskan Kebijakan dengan Kebutuhan Lapangan
Selain bazaar, digelar pula sesi dialog terbuka yang mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Forum ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi dan tantangan nyata yang dihadapi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, demi menciptakan kebijakan yang lebih relevan dan adaptif.
“Pemberdayaan ekonomi tidak bisa berjalan secara sepihak. Diperlukan ruang dialog yang setara, di mana pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat saling mendengar dan membangun solusi bersama,” ujar Cak Imin.
Pandangan serupa disampaikan Billy Boen, Founder & CEO Young On Top, yang menyoroti pentingnya semangat kolaborasi lintas generasi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Leontinus Alpha Edison, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran, menambahkan bahwa sinergi seluruh pihak adalah kunci utama. “Membangun ekonomi masyarakat yang tangguh membutuhkan kolaborasi semua pihak dalam satu ekosistem yang saling menguatkan,” tegasnya.
Dukungan Daerah dan Apresiasi Produk Lokal
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyambut positif terselenggaranya acara ini di kota kembang. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap pemberdayaan pelaku usaha lokal. “Kami percaya ketahanan ekonomi kota harus ditopang oleh kekuatan komunitas dan pelaku usaha mikro yang terus berkembang,” ucapnya.
Acara ini juga menyediakan ruang edukasi, salah satunya melalui sesi Coffee 101 yang mengangkat kekayaan kopi lokal dari berbagai daerah. Pengunjung diajak mengenal dunia kopi lebih dalam lewat demo seduh tradisional yang interaktif.
Ratusan produk dari berbagai sektor ekonomi kreatif dipamerkan di stan-stan yang mencerminkan semangat belajar, berinovasi, dan berdaya dari para peserta Bootcamp Berdaya Bersama yang digelar 18–20 Juni lalu.
Kolaborasi Ditutup dengan Perayaan
Sebagai penutup, Bazaar Berdaya Bersama turut dimeriahkan penampilan musik dari grup band Geisha, menghadirkan nuansa santai namun penuh makna. Acara ini terbuka untuk umum dan menjadi ruang inspiratif yang memperkuat semangat kolaborasi antar sektor.
Lebih dari sekadar ajang wirausaha, acara ini menjadi momentum sinergi nyata—menghubungkan pelaku usaha dengan dukungan sistemik dari pemerintah dan masyarakat, menuju pemberdayaan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










