bukamata.id – Jalan Wastukencana adalah salah satu jalan ikonik di Kota Bandung, yang tidak hanya terkenal karena fungsinya sebagai jalur utama, tetapi juga memiliki sejarah panjang yang berkaitan dengan berbagai peristiwa penting dan tokoh bersejarah.
Sebelum dikenal dengan nama Jalan Wastukencana, jalan ini sempat menggunakan nama Engelbert Van Bevervoordeweg, yang mungkin sulit diucapkan bagi sebagian orang, terutama oleh masyarakat Sunda di Bandung.
Nama tersebut merujuk pada Kapten Engelbert van Bevervoorde, seorang tokoh militer Belanda yang berperan dalam penerbangan militer di masa lalu.
Kapten Engelbert van Bevervoorde dikenal sebagai pionir dalam dunia militer, namun nasib tragis menimpanya pada 1918, saat pesawat yang ia kemudikan jatuh di Bandara Sukamiskin, Bandung.
Sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya, pemerintah Hindia Belanda mendirikan sebuah patung di tikungan jalan yang kini kita kenal sebagai Jalan Wastukencana pada tahun 1920. Namun, lokasi pastinya antara tikungan Cihampelas atau Jalan Merdeka belum dapat dipastikan.
Seiring berjalannya waktu dan perubahan politik, patung tersebut hilang, dan setelah Indonesia merdeka, patung Kapten Engelbert van Bevervoorde dipindahkan ke Museum Bronbeek di Arnhem, Belanda.
Perpindahan patung ini menandakan pergeseran simbolik dari masa penjajahan Belanda menuju kemerdekaan Indonesia.
Nama Wastukencana sendiri diambil dari seorang raja legendaris dari Kerajaan Padjadjaran. Wastukencana dikenal sebagai pemimpin yang bijaksana dan mampu mempertahankan kekuasaan selama lebih dari satu abad.
Ia memimpin kerajaan tersebut dengan tegas dan bijaksana, terutama setelah ayah dan kakaknya gugur dalam Perang Bubat.
Pada usia muda, Wastukencana berhasil mengambil alih tahta dan memimpin Kerajaan Padjadjaran menjadi salah satu kerajaan terbesar dan terlama berdiri di Tanah Pasundan.
Jalan Wastukencana kini menjadi simbol kebesaran dan kejayaan masa lalu, sekaligus mengingatkan kita akan sejarah panjang Kota Bandung dan peran penting yang dimainkan oleh para tokoh bersejarahnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










