Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 20:29 WIB

Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 20:08 WIB

Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung

Selasa, 27 Oktober 2026 19:54 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Topeng ‘Sultan Dermawan’ Retak? Aisar Khaled Diisukan Bawa Kabur Uang Rp5,7 Miliar
  • Tiga Pemanjat Tebing Indonesia Tembus Top 3 Ranking Dunia IFSC 2026
  • Edankeun di Asia! Ini Daftar Tempat Nobar Persib vs Melbourne Victory di Bandung
  • Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut
  • Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka
  • Sejajar Al Nassr, Persib Tembus Peringkat 22 Poin Klub AFC
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Soroti Penonaktifan PBI, Rafael Situmorang Minta Pendataan Lebih Cermat dan Anggaran Ditambah

By Muhammad Rafki Razif KiransyahRabu, 18 Februari 2026 12:34 WIB2 Mins Read
Anggota DPRD Jabar, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Anggota DPRD Jawa Barat, Rafael Situmorang, menyoroti banyaknya keluhan masyarakat terkait pencoretan atau penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dalam program Jaminan Kesehatan Nasional.

Menurutnya, persoalan tersebut muncul akibat adanya pembaruan data penerima yang menggunakan sistem klasifikasi kesejahteraan berbasis desil. Namun, dalam praktiknya, sejumlah warga yang seharusnya masih berhak justru terdampak.

“Memang ada pendataan baru. Tapi ternyata ada beberapa orang yang tidak seharusnya terkena, justru ikut tercoret karena disusun berdasarkan desil,” ujar Rafael, Rabu (18/2/2026).

Rafael menegaskan, pembaruan data merupakan langkah penting agar bantuan tepat sasaran. Namun, prosesnya harus dilakukan secara lebih cermat dan melibatkan verifikasi lapangan.

Baca Juga:  Layanan Publik Lebih Dekat: DPRD Jabar Usulkan Pos Pengaduan Masyarakat di Setiap Daerah

Ia menilai, kesalahan dalam pendataan berpotensi membuat masyarakat rentan kehilangan akses layanan kesehatan.

“Datanya harus lebih cermat. Jangan sampai orang yang masih membutuhkan justru tidak tercover,” katanya.

Selain masalah validitas data, Rafael juga menyoroti stagnasi anggaran PBI. Ia menyebut, jumlah masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan terus meningkat setiap tahun.

Baca Juga:  Akses Berobat Lebih Mudah! DPRD Jabar Sambut Positif Rencana Penghapusan Tunggakan BPJS

Pertumbuhan penduduk, kelahiran baru, hingga masyarakat yang baru masuk kategori tidak mampu, membuat kebutuhan anggaran seharusnya ikut bertambah.

“Penerimanya bertambah terus. Ada kelahiran, ada yang kondisi ekonominya berubah. Tapi anggarannya tidak bertambah,” ungkapnya.

Menurut Rafael, jika anggaran tidak ditingkatkan, maka akan semakin banyak masyarakat yang tidak terakomodasi dalam program tersebut.

Baca Juga:  DPRD Jabar Konsultasi ke Kemendagri Bahas Perubahan Pajak Daerah untuk APBD 2026

Rafael menilai, solusi jangka panjang yang perlu dilakukan pemerintah adalah menambah alokasi anggaran PBI agar sejalan dengan dinamika kebutuhan masyarakat.

“Seharusnya anggaran juga ditambah. Karena kebutuhan masyarakat terus bertambah,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi dalam memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan, sehingga masyarakat yang membutuhkan tetap terlindungi tanpa terkendala persoalan administrasi dan keterbatasan anggaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Upaya Penyelundupan Sabu saat Besuk, Pengunjung Lapas Banceuy Sembunyikan Barang di Ikat Rambut

Viral Gelang Emas 41 Gram Milik Pasien Diduga Raib di RSUD Cideres Majalengka

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Dikukuhkan di Depan Gubernur Lemhannas, Tatang Suherman Siap Gerakkan FWK Jabar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.