Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Erick Thohir Blak-blakan Dukung Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia

Jumat, 31 Juli 2026 20:12 WIB

Cara Update Google Chrome di Windows, Android, dan iPhone, Cuma Butuh 1 Menit!

Jumat, 31 Juli 2026 19:58 WIB

Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026

Jumat, 31 Juli 2026 19:42 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Erick Thohir Blak-blakan Dukung Rencana FIFA Jual Saham Piala Dunia
  • Cara Update Google Chrome di Windows, Android, dan iPhone, Cuma Butuh 1 Menit!
  • Timnas Indonesia Bungkam Timor Leste dan Kuasai Puncak Klasemen Piala AFF 2026
  • Cara Nonton Link Live Streaming Persib vs Tampines Rovers Malam Ini di Piala Presiden 2026
  • Tukang Bangunan Asal Kudus Ini Ternyata Ulama Dunia! Kisah Mbah Riyan yang Bikin Merinding
  • Jadwal Piala Presiden 2026 Hari Ini: Penentuan Nasib Arema FC dan Misi Sempurna Persib Bandung
  • Resmi Cair! PKH Tahap 3 dan BPNT Rp600 Ribu Agustus 2026, Begini Cara Cek Status Penerima
  • Rotasi Besar-besaran: Timnas Indonesia Turunkan Skuad Berbeda Hadapi Timor Leste di Piala AFF 2026
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Jumat, 31 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Publik Kena Prank! Anggaran Beasiswa Anak Miskin Jabar Ternyata Kosong di APBD Murni 2026

By Aga GustianaSelasa, 3 Februari 2026 10:12 WIB4 Mins Read
beasiswa
Ilustrasi beasiswa. (Foto: Pixabay/Mohamed_hassan)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang menyatakan Bantuan Pendidikan Menengah Universal (BPMU) bagi sekolah swasta dialihkan menjadi beasiswa anak miskin menuai sorotan. Pasalnya, DPRD Jawa Barat menemukan anggaran beasiswa tersebut ternyata tidak tercantum dalam APBD Murni 2026.

Hal itu terungkap usai rapat Komisi V DPRD Jawa Barat bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar di Gedung DPRD Jabar, Senin (2/2/2026).

Ketua Komisi V DPRD Jabar, Yomarius Untung, mengatakan rapat tersebut membahas tiga poin utama. Pertama, pergeseran program beasiswa anak miskin untuk desil 1 hingga desil 4, baik di sekolah negeri maupun swasta. Untuk sekolah negeri, beasiswa personal difokuskan pada desil 1 atau keluarga miskin ekstrem.

Kedua, beasiswa operasional bagi sekolah swasta yang menyasar siswa dari desil 1 sampai desil 4. Berdasarkan data terakhir, alokasi yang dibutuhkan mencapai Rp218 miliar, terdiri dari sekitar Rp150 miliar untuk beasiswa operasional dan Rp68 miliar untuk beasiswa personal.

“Namun yang clear disampaikan tadi, di APBD murni 2026 itu tidak ada,” ujar Yomarius.

Padahal sebelumnya, Pemprov Jabar menyatakan anggaran BPMU telah dialihkan ke skema beasiswa anak miskin. Yomarius menegaskan, berdasarkan dokumen anggaran yang dibahas bersama eksekutif, klaim tersebut tidak sesuai dengan fakta.

“Apa yang disampaikan eksekutif bahwa dananya ada, kalau dilihat dari dokumen, tidak ada. Ini kemungkinan baru akan dimasukkan di APBD Perubahan 2026,” katanya.

Kondisi tersebut membuat DPRD Jabar cemas. Dengan situasi keuangan daerah yang terbatas, DPRD khawatir alokasi di APBD Perubahan 2026 nantinya juga tidak mencukupi dan berujung pada tidak terpenuhinya hak beasiswa anak miskin.

“Padahal sejak awal Pak Gubernur mendorong prioritas programnya adalah beasiswa untuk anak miskin. Karena itu kami mendesak agar anggaran ini dipulihkan dan dimasukkan kembali ke APBD murni 2026 melalui pergeseran,” tegas Yomarius.

Menurutnya, DPRD menginginkan anggaran tersebut sudah diamankan di APBD Murni 2026, meskipun realisasi penyaluran baru bisa dilakukan sekitar September atau Oktober 2026, setelah penetapan data Dapodik oleh Kementerian Pendidikan.

Yomarius juga mengaku tidak ada pemberitahuan terkait hilangnya anggaran tersebut. “Tidak ada pemberitahuan ke Komisi V. Ke pimpinan DPR saya juga tidak tahu, tapi ke Komisi V jelas tidak ada,” katanya.

Ia menjelaskan perbedaan beasiswa personal dan operasional. Beasiswa personal diberikan langsung ke rekening siswa untuk kebutuhan seperti seragam, buku, dan perlengkapan sekolah lainnya, dengan nominal sekitar Rp1,2 juta per tahun. Sementara beasiswa operasional disalurkan ke rekening sekolah swasta sebagai pengganti SPP, dengan besaran sekitar Rp600 ribu per siswa per tahun.

“Kalau SPP misalnya Rp100 ribu per bulan dan yang ditanggung provinsi Rp50 ribu, berarti sisanya tetap dibayar oleh siswa. Kalau kurang, ya begitu logikanya,” ujarnya.

Saat ini tercatat sekitar 63 ribu penerima beasiswa, baik personal maupun operasional, yang mayoritas berasal dari desil 1. Pengalihan BPMU menjadi beasiswa anak miskin, kata Yomarius, dilakukan karena keterbatasan anggaran.

“BPMU sebenarnya masih dibutuhkan oleh sebagian besar sekolah swasta, tapi duitnya tidak ada. Maka disusun strategi agar dana yang pas-pasan ini tepat sasaran, yaitu beasiswa anak miskin,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan dampak lanjutan jika skema ini tidak didukung anggaran yang jelas. Mulai dari pemotongan gaji guru honorer hingga kenaikan SPP di sekolah swasta.

“Sekolah swasta itu bergantung pada SPP dan BPMU. Kalau ini hilang, untuk survival, logika sederhananya SPP akan dinaikkan,” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa bantuan pendidikan untuk sekolah swasta tidak dihapus, melainkan dialihkan mekanismenya. BPMU diubah menjadi beasiswa yang diberikan langsung kepada siswa dari keluarga tidak mampu.

“Bantuan itu tidak dihapus. Yang ada adalah dialihkan cara pemberiannya,” kata Dedi, Kamis (29/1/2026).

Ia menyebut Pemprov Jabar telah mengalokasikan dana Rp218 miliar dalam APBD 2026 untuk mendukung skema tersebut, termasuk pembiayaan SPP, seragam, sepatu, dan buku siswa miskin.

Namun, temuan DPRD Jabar bahwa anggaran beasiswa hasil pengalihan BPMU belum tercantum dalam APBD Murni 2026 kini menjadi sorotan, sekaligus memunculkan desakan agar komitmen tersebut benar-benar diwujudkan secara nyata dalam dokumen anggaran.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

APBD Jabar 2026 beasiswa anak miskin BPMU Disdik Jabar DPRD Jawa Barat pendidikan Jawa Barat sekolah swasta
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Cara cek bansos PKH tahap 4 2025 pakai KTP.

Resmi Cair! PKH Tahap 3 dan BPNT Rp600 Ribu Agustus 2026, Begini Cara Cek Status Penerima

Pemkot Bandung Siap Relokasi SLB Karya Bhakti, Siswa ABK Bakal Dapat Alat Bantu Dengar hingga Kursi Roda

CPNS

Kapan Jadwal Resmi CPNS 2026 Dibuka? Ini Penjelasan Terbaru BKN

Harga Ayam dan Timun Naik Drastis, Farhan Pastikan Pasokan Pangan di Kota Bandung Aman

Harga Ayam di Bandung Tembus Rp48 Ribu, Pedagang Sebut Naik Sejak MBG Kembali Berjalan

Bukan Gangguan Jiwa, Polisi Bongkar Alasan Ayah Aniaya Anak di Cipongkor Bandung Barat

Terpopuler
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Rindang Jadi Beton! 9 Pohon di Cihapit Ditebang Demi Lapangan Padel?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Rahasia Persib Tak Terkalahkan Terungkap, Igor Tolic Sebut Faktor Ini Jadi Kunci Lolos ke Semifinal
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.