Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Momen debut Alfeandra Dewangga di Persib Bandung saat melawan Selangor FC.

Minim Menit Bermain, Alfeandra Dewangga Diisukan Cabut dari Persib Bandung

Minggu, 7 Juni 2026 14:12 WIB

Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun Hari Ini, Simak Daftar Lengkap per Gram

Minggu, 7 Juni 2026 13:38 WIB

ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim

Minggu, 7 Juni 2026 13:27 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Minim Menit Bermain, Alfeandra Dewangga Diisukan Cabut dari Persib Bandung
  • Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Turun Hari Ini, Simak Daftar Lengkap per Gram
  • ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim
  • Link Streaming MotoGP Hungaria 2026, Marc Márquez Siap Lanjutkan Dominasi di Race Utama
  • BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pangandaran: Ternyata dari Sesar Aktif Bawah Laut!
  • Persib Santai di Bursa Transfer, Tapi Siapkan ‘Bom Kejutan’ untuk Musim 2026/27
  • Heboh! Video Full Durasi Diduga Cut Salwa Beredar di Telegram, Benarkah Asli?
  • Persija Punya Banyak Bintang Muda, Shin Tae-yong Segera Datang?
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 7 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Ingatkan Anak Muda Bahwa Undang-Undang Tidak Netral dan Penuh Kepentingan

By Putra JuangJumat, 22 Mei 2026 14:15 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengingatkan generasi muda agar tidak melihat sebuah produk hukum secara polos. Di era modern, pertarungan perebutan sumber daya tidak lagi menggunakan senjata fisik, melainkan melalui regulasi dan undang-undang.

Pesan mendalam tersebut disampaikannya saat menghadiri seminar peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bertajuk “Generasi Muda: Obor Perjuangan, Bukan Api Kerusuhan” di Gedung Indonesia Menggugat, Kamis (21/5/2026).

“Sejarah mengajarkan kita bahwa perjuangan dulu akrab dengan darah dan air mata. Namun peradaban kita semakin modern. Kalau dulu memenangkan pertarungan dengan perang fisik, sekarang beralih ke ‘perang pemilu’ untuk meraih suara. Bahkan, perebutan kepentingan sumber daya alam kini dilakukan lewat pembuatan undang-undang,” ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Soroti UU Cipta Kerja: Pertarungan Investasi vs Eksploitasi Kapitalisme

Baca Juga:  Kurangi Pengangguran, Dadang Supriatna-Ali Syakieb Siapkan Program Pelatihan Kerja Anak Muda

Sebagai contoh konkret, Rafael membedah fenomena lahirnya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang dinilainya kental dengan latar belakang ideologis dan pertarungan kepentingan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa ada dua sudut pandang yang bertolak belakang mengenai aturan tersebut.

Sudut Pandang Pemerintah/Investor: UU Cipta Kerja dianggap sebagai instrumen penting untuk mempermudah masuknya investasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sudut Pandang Kritis: Aturan baru ini dinilai memangkas regulasi ketat masa lalu—seperti urusan Amdal—sehingga berpotensi memudahkan kelompok tertentu dalam mengeksploitasi sumber daya alam.

“Bagi saya, ini adalah kepentingan eksploitasi kapitalisme. Di balik politik pembuatan regulasi, pasti ada pertarungan kepentingan. Saya ingin menekankan kepada anak muda bahwa undang-undang itu tidak netral. Hukum adalah produk politik,” tegasnya.

Baca Juga:  Soroti Kinerja BPTPH Cianjur, Komisi II DPRD Jabar Ingatkan Soal 'Mismatch' Tenaga Kerja

Pentingnya Mahkamah Konstitusi yang Sehat sebagai Benteng Konstitusi

Meskipun undang-undang diproduksi lewat proses politik di DPR yang rawan disusupi kepentingan kelompok tertentu, Rafael menyebut sistem ketatanegaraan Indonesia sebenarnya sudah menyiapkan mekanisme kontrol, yaitu melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejarah mencatat beberapa undang-undang besar berhasil dibatalkan oleh MK karena dinilai berpihak pada komersialisasi dan bertentangan dengan UUD 1945, di antaranya:

UU Sumber Daya Air (SDA)

UU Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang sempat dinilai membuat institusi kampus menjadi terlalu komersial.

“Asumsinya, Mahkamah Konstitusi kita harus sehat. Jika MK sehat, mereka akan mampu mengontrol sistem dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk membatalkan regulasi yang menyimpang dari cita-cita perjuangan bangsa,” tambah Rafael.

Baca Juga:  Chaos Melanda Unisba dan Unpas Bandung: Kampus Berubah Jadi Arena Kepanikan

Waspadai Dominasi Oligarki di Parlemen

Di akhir pemaparannya pada seminar Harkitnas tersebut, Rafael mengajak generasi muda untuk melatih kemampuan analisis politik-ekonomi mereka. Ia menekankan pentingnya masyarakat mengawal jalannya Pemilu agar legislatif diisi oleh orang-orang yang berkomitmen pada rakyat.

“Undang-undang dibuat oleh DPR, dan DPR diisi oleh partai politik hasil Pemilu. Beruntung jika yang menang adalah kelompok yang memperjuangkan rakyat. Namun celakanya, jika yang mendominasi legislatif adalah kelompok oligarki, maka undang-undang yang lahir pasti akan dipakai untuk memfasilitasi mereka mengeruk kekayaan sumber daya alam kita,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak muda DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang Undang-Undang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

ISAK TANGIS PECAH! Momen Terakhir Matilda Keliling Bandung Sebelum Pindah ke Aviary Irfan Hakim

Ilustrasi gempa

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Pangandaran: Ternyata dari Sesar Aktif Bawah Laut!

Mau Jadi ASN? Ini Jadwal dan Syarat Lengkap PPPK Sekolah Rakyat 2026

Pusaran Kasus Ijon Bekasi: Nama Mantan Pj Bupati Dani Ramdan Terseret dalam Sidang Suap APBD

Buntut Narasi Jabar Barbar dan Intoleran, Koalisi Advokat Sunda Seret Abu Janda ke Polisi

Pernikahan Hancur Dua Pekan Sebelum Resepsi, Pasangan di Bandung Tertipu WO Miliaran Rupiah

Terpopuler
  • Video Cut Salwa Ramai Dicari di TikTok dan X, Ini Fakta yang Sebenarnya
  • Geger! Link Video Cut Salwa ‘No Sensor’ Viral Ramai Dicari Warganet
  • Video ‘Rok Hijau Tosca’ 3 Menit Bikin Heboh Warganet, Ternyata Ini yang Terjadi
  • Video ‘Rok Hijau di Dapur’ Viral Dicari, Pakar Ingatkan Bahaya Link Palsu Mengintai
  • Tren Viral TikTok Meledak! Video Misterius Rok Hijau Jadi Buruan Netizen, Waspada Link Palsu
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.