Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up

Kamis, 30 Juli 2026 01:00 WIB

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Rabu, 29 Juli 2026 19:39 WIB

Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib

Rabu, 29 Juli 2026 19:11 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Klaim Kode Redeem FF 30 Juli 2026: Deretan Hadiah Eksklusif Tanpa Top Up
  • Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang
  • Belum Debut Tapi Sudah Jatuh Hati, Mariano Peralta Ungkap Pengalaman Pertama Bersama Persib
  • Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat
  • Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat
  • Garuda Siap Tempur! Indonesia Dapat Grup Panas Hadapi Malaysia hingga India di FIFA ASEAN Cup 2026
  • Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan
  • Update Penyaluran BLT Kesra Rp900.000 Juli 2026: Status Terbaru dan Klarifikasi Pemerintah
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Rafael Situmorang Ingatkan Anak Muda Bahwa Undang-Undang Tidak Netral dan Penuh Kepentingan

By Putra JuangJumat, 22 Mei 2026 14:15 WIB3 Mins Read
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id — Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Rafael Situmorang, mengingatkan generasi muda agar tidak melihat sebuah produk hukum secara polos. Di era modern, pertarungan perebutan sumber daya tidak lagi menggunakan senjata fisik, melainkan melalui regulasi dan undang-undang.

Pesan mendalam tersebut disampaikannya saat menghadiri seminar peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) bertajuk “Generasi Muda: Obor Perjuangan, Bukan Api Kerusuhan” di Gedung Indonesia Menggugat, Kamis (21/5/2026).

“Sejarah mengajarkan kita bahwa perjuangan dulu akrab dengan darah dan air mata. Namun peradaban kita semakin modern. Kalau dulu memenangkan pertarungan dengan perang fisik, sekarang beralih ke ‘perang pemilu’ untuk meraih suara. Bahkan, perebutan kepentingan sumber daya alam kini dilakukan lewat pembuatan undang-undang,” ujar legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut.

Soroti UU Cipta Kerja: Pertarungan Investasi vs Eksploitasi Kapitalisme

Sebagai contoh konkret, Rafael membedah fenomena lahirnya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja yang dinilainya kental dengan latar belakang ideologis dan pertarungan kepentingan ekonomi. Ia menjelaskan bahwa ada dua sudut pandang yang bertolak belakang mengenai aturan tersebut.

Sudut Pandang Pemerintah/Investor: UU Cipta Kerja dianggap sebagai instrumen penting untuk mempermudah masuknya investasi demi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sudut Pandang Kritis: Aturan baru ini dinilai memangkas regulasi ketat masa lalu—seperti urusan Amdal—sehingga berpotensi memudahkan kelompok tertentu dalam mengeksploitasi sumber daya alam.

“Bagi saya, ini adalah kepentingan eksploitasi kapitalisme. Di balik politik pembuatan regulasi, pasti ada pertarungan kepentingan. Saya ingin menekankan kepada anak muda bahwa undang-undang itu tidak netral. Hukum adalah produk politik,” tegasnya.

Pentingnya Mahkamah Konstitusi yang Sehat sebagai Benteng Konstitusi

Meskipun undang-undang diproduksi lewat proses politik di DPR yang rawan disusupi kepentingan kelompok tertentu, Rafael menyebut sistem ketatanegaraan Indonesia sebenarnya sudah menyiapkan mekanisme kontrol, yaitu melalui judicial review di Mahkamah Konstitusi (MK).

Sejarah mencatat beberapa undang-undang besar berhasil dibatalkan oleh MK karena dinilai berpihak pada komersialisasi dan bertentangan dengan UUD 1945, di antaranya:

UU Sumber Daya Air (SDA)

UU Badan Hukum Milik Negara (BHMN) yang sempat dinilai membuat institusi kampus menjadi terlalu komersial.

“Asumsinya, Mahkamah Konstitusi kita harus sehat. Jika MK sehat, mereka akan mampu mengontrol sistem dan memberikan ruang bagi masyarakat untuk membatalkan regulasi yang menyimpang dari cita-cita perjuangan bangsa,” tambah Rafael.

Waspadai Dominasi Oligarki di Parlemen

Di akhir pemaparannya pada seminar Harkitnas tersebut, Rafael mengajak generasi muda untuk melatih kemampuan analisis politik-ekonomi mereka. Ia menekankan pentingnya masyarakat mengawal jalannya Pemilu agar legislatif diisi oleh orang-orang yang berkomitmen pada rakyat.

“Undang-undang dibuat oleh DPR, dan DPR diisi oleh partai politik hasil Pemilu. Beruntung jika yang menang adalah kelompok yang memperjuangkan rakyat. Namun celakanya, jika yang mendominasi legislatif adalah kelompok oligarki, maka undang-undang yang lahir pasti akan dipakai untuk memfasilitasi mereka mengeruk kekayaan sumber daya alam kita,” tandasnya.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

anak muda DPRD Jawa Barat Rafael Situmorang Undang-Undang
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur Terkuak? Diduga Tewas sebelum Dibuang

Presiden Prabowo Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: Ingatkan Pentingnya Integritas dan Keberpihakan pada Rakyat

Bukan Cuma Sekali Bikin Ulah! Rekam Jejak Kontroversial Lurah Syerly yang Kini Diperiksa Inspektorat

Geger Penemuan Jasad Bayi Membusuk di Perkebunan Kuningan

Teras Cihampelas Resmi Diserahkan ke Pemprov Jabar, Oktober Ditargetkan Sudah Bersih

Babak Baru Kasus Taufik Hidayat, Kejati Jabar Ungkap Alasan Berkas Belum Bisa Dilanjutkan

Terpopuler
  • Korps Alumni KNPI Jabar Bentuk Badan Advokasi untuk Kawal Tata Kelola Pemerintahan dan Cegah Korupsi
  • Fakta Baru Satpam Tewas Terborgol di Waduk Jatiluhur: Polisi Tegaskan Belum Ada Tersangka
  • Bandung Tak Lagi Aman? Sisi Gelap Geng Begal Malam Hari dan Tekanan Ekonomi Modern!
  • Bali Is Not Your Home! Viral WNA Gelar Event Lari Ekslusif, Warga Lokal Dilarang Ikut?
  • Dikenalkan Bos Hartono, Ini Sosok Dr. Veronica yang Bikin Irfan Hakim Penasaran Soal Akupunktur Telinga
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.