bukamata.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menuai kritik tajam dari Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Karawang, Asep Agustian.
Janji Dedi Mulyadi untuk memperbaiki Jembatan Cicangor di Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Karawang, dalam waktu dua minggu ternyata meleset. Bahkan, solusi perbaikan dengan membangun jembatan bailey terancam mangkrak.
“Coba bayangkan kalau itu tidak bisa diteruskan, padahal sudah menelan anggaran negara,” ujar Asep Agustian, yang akrab disapa Askun dikutip Jumat (4/4/2025).
Menurut Askun, Dedi Mulyadi dinilai lebih banyak mencari sensasi melalui konten-kontennya daripada memberikan solusi konkret bagi masyarakat.
“Ya, perbaikan jembatan itu menjadi contoh bahwa kebijakan Gubernur itu ngaco, tidak melalui pertimbangan yang matang,” ungkapnya.
Askun menilai Dedi Mulyadi terlalu banyak bicara atau asal bunyi (asbun) tanpa perhitungan matang.
“Coba cek saja, jembatan yang dijanjikan rampung dalam dua minggu itu justru mengalami keterlambatan, bahkan saat mulai digunakan terlihat miring dan membahayakan pengguna jalan,” paparnya.
“Saya sangat kecewa. Seorang Gubernur seharusnya tidak asal bicara, tidak asal omong. Harusnya ada perhitungan matang, koordinasi dengan para ahli teknik jembatan, serta pihak terkait, termasuk Bupati Karawang. Jangan hanya sekadar membuat konten demi popularitas di media sosial,” imbuhnya.
Ia juga mempertanyakan motif di balik proyek-proyek seperti Jembatan Bailey dan rencana program rumah panggung.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan konten, tapi hasil nyata,” tegasnya.
Menurut Askun, seorang pemimpin harus berhati-hati dalam berjanji agar tidak mengecewakan rakyat.
“Jangan hanya karena memiliki jutaan pengikut di media sosial, lalu merasa paling hebat. Seorang pemimpin harus bertanggung jawab atas ucapannya. Ingat, negara ini tidak bisa dibangun oleh konten,” tambahnya.
Lebih lanjut, Askun menyoroti pengerjaan jalan provinsi di Karawang yang juga molor, padahal jalan tersebut sangat penting untuk arus mudik Lebaran.
“Itu perbaikan jalan juga malah molor, akhirnya bikin banyak pemudik celaka karena jalan berlubang di Karawang,” tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, juga sempat geram terhadap keterlambatan perbaikan jalan yang dilakukan Pemprov Jawa Barat. Ia bahkan mengancam akan mengambil alih perbaikan jalan tersebut jika Pemprov tidak segera bertindak.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









