Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Garena Free Fire (FF)

Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus

Sabtu, 20 Juni 2026 08:19 WIB

Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya

Sabtu, 20 Juni 2026 07:50 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Menang Tipis 1-0 atas Skotlandia Lewat Drama Gol Cepat

Sabtu, 20 Juni 2026 07:41 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus
  • Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya
  • Hasil Piala Dunia 2026: Maroko Menang Tipis 1-0 atas Skotlandia Lewat Drama Gol Cepat
  • Daftar Nominal PKH 2026 Terbaru, Ada yang Dapat Hingga Rp2,7 Juta per Tahun
  • Beckham Putra Yakin Argentina Juara Piala Dunia 2026, Ini Alasannya
  • Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya
  • Panen Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Paket Gems dan Koin Gratis
  • Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Sabtu, 20 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jawa Barat 80 Tahun: Menelusuri Jejak Sejarah dari Zaman Purba ke Era Merdeka

By Aga GustianaSelasa, 19 Agustus 2025 09:09 WIB3 Mins Read
Gedung Sate
Gedung Sate. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap 19 Agustus, Provinsi Jawa Barat merayakan hari jadinya. Tahun 2025 ini, provinsi ini genap berusia 80 tahun, sama dengan umur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perjalanan sejarah Jawa Barat pun kaya akan cerita, mulai dari zaman kerajaan hingga era modern.

Jejak Manusia Purba di Jawa Barat

Sejarah manusia di Jawa Barat dapat ditelusuri dari berbagai situs prasejarah, seperti Gua Pawon di Padalarang, Situs Tambaksari di Ciamis, dan Lembah Cisaar di Sumedang. Di Gua Pawon, misalnya, ditemukan peralatan batu obsidian yang dipakai untuk membuat pisau dan mata panah, sebagian berasal dari wilayah Nagreg (Bandung) dan Kandangwesi (Garut).

Menurut buku Sejarah Pendidikan Daerah Jawa Barat (Departemen P&K, 1998), manusia purba di wilayah ini telah membentuk peradaban sederhana dan hidup bermasyarakat, terbukti dari berbagai situs arkeologis di dataran tinggi Bandung, Bogor, Garut, Kuningan, dan sekitarnya.

Baca Juga:  Jeje-Ronal Siap Wujudkan Budaya Jawa Barat Sesuai Konsep Bung Karno

Era Kerajaan di Tanah Pasundan

Jawa Barat pernah menjadi pusat beberapa kerajaan kuno di Pulau Jawa. Pada abad ke-2 M, berdiri Kerajaan Salakanagara, meski bukti sejarahnya masih terbatas. Selanjutnya, Kerajaan Tarumanagara (abad ke-4 M) yang beribukota di sekitar Bogor-Bekasi menjadi kerajaan penting dengan raja terkenal, Purnawarman. Nama “Taruma” diambil dari tanaman yang sering digunakan sebagai pewarna kain.

Kerajaan lain yang muncul kemudian termasuk Kendan (abad ke-6 M, wilayah Nagreg), Galuh (awal abad ke-7 M, wilayah Ciamis), dan Kerajaan Sunda di Bogor. Persatuan antara Galuh dan Sunda terjadi saat masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja melalui pernikahan, yang menandai integrasi wilayah Pasundan.

Pengaruh Mataram

Masyarakat Sunda awalnya dikenal egaliter dan demokratis. Namun, ketika kekuatan kerajaan Sunda melemah, pengaruh Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah mulai terasa. Masyarakat Sunda yang tunduk membentuk kebiasaan bertutur dan berkesenian ala Mataram, sehingga lahirlah sistem undak-usuk basa dalam bahasa Sunda yang memengaruhi perilaku sosial mereka hingga kini.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Tanggapi Santai Tantangan Wagub Kalbar, Pilih Fokus Bangun Jabar

Jawa Barat di Masa Kolonial

Nama “West Java” pertama kali dicatat oleh naturalis Alfred Russel Wallace dalam bukunya yang terbit 1861. Kemudian, pada 1879, ahli bahasa S. Coolsma menulis buku khusus tentang “West Java” yang membahas pembagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan batas alami di Sungai Cilosari dan Citanduy.

Secara resmi, West Java Provincie dibentuk sebagai provinsi administratif melalui Staatblad Nomor 378 pada 14 Agustus 1925. Orang Belanda mengenal wilayah ini sebagai West Java, sementara masyarakat pribumi tetap menyebutnya Pasundan. Nama Jawa Barat kembali dipakai setelah Indonesia merdeka dan ditetapkan melalui Sidang PPKI pada 19 Agustus 1945 sebagai salah satu dari delapan provinsi pertama di NKRI.

Baca Juga:  Rapor Merah Pemprov Jabar 2025: BEM SI Bongkar Bobroknya Pelayanan Publik Era Dedi Mulyadi

Delapan provinsi pertama dan gubernurnya antara lain:

  • Sumatera: Mr. Teuku Muhammad Hasan
  • Jawa Barat: Mas Sutardjo Kertohadikusumo
  • Jawa Tengah: Raden Panji Soeroso
  • Jawa Timur: R.M.T. Ario Soerjo
  • Sunda Kecil: I Gusti Ketut Pudja
  • Kalimantan: Ir. Pangeran Muhammad Noor
  • Sulawesi: Dr. G.S.S. Jacob Ratulangi
  • Maluku: Mr. Johannes Latuharhary

Penetapan Hari Jadi Jawa Barat

Meskipun sejarah panjangnya dimulai sejak 1945, hari jadi Jawa Barat baru resmi ditetapkan melalui Perda Nomor 26 Tahun 2010. Penetapan ini merupakan hasil kajian panjang yang dimulai sejak 1989, dilanjutkan pada 2003, dan dirumuskan kembali pada pertengahan 2010.

Dengan sejarah yang kaya, Jawa Barat tidak hanya menjadi provinsi pertama di Indonesia, tetapi juga menyimpan jejak peradaban manusia dari masa purba hingga era modern.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hari Jadi Jawa Barat jawa barat Jawa Barat 80 Tahun Kerajaan Sunda Provinsi Pertama Indonesia sejarah Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Garena Free Fire (FF)

Panen Hadiah Gratis! Klaim Kode Redeem FF Terbaru Sabtu 20 Juni 2026, Buruan Ambil Sebelum Hangus

Update Harga Emas Antam Akhir Pekan 20 Juni 2026: Masih Stabil, Ini Cara Beli dan Aturan Pajaknya

Link Video Cut Salwa Viral di TikTok dan X, Ini Fakta Sebenarnya

Panen Pemain Bintang! Klaim Kode Redeem FC Mobile Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Paket Gems dan Koin Gratis

Game Free Fire

Serbu Reward Akhir Pekan! Klaim Kode Redeem FF Hari Ini 20 Juni 2026, Amankan Skin Senjata dan Diamond Gratis

Mirip Film Sci-Fi! Arab Saudi Bangun Danau Air Tawar Raksasa Senilai Rp125 Triliun di Tengah Gurun Pasir

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Hilang 3 Tahun, Wanita Bandung Ditemukan dengan Wajah Hancur! Diduga Disekap Kekasih Sendiri
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Video Cut Salwa Viral! Warganet Penasaran, Sebenarnya Isinya Apa?
  • Merasa Ditipu Janji Manis Asuransi, Mantan Pangdam Ngamuk Saldo Rp520 Juta Terjun Bebas Jadi Rp263 Juta
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.