Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Super Big Match! Jadwal Lengkap Super League Hari Ini: Ujian Berat Persib dan Pembuktian Skuad Persija

Senin, 4 Mei 2026 10:30 WIB

Makin Berkilau! Rincian Lengkap Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 4 Mei 2026

Senin, 4 Mei 2026 10:03 WIB

Definisi Hilang Jalur VIP! Bocah Ini Malah Jadi ‘Artis’ Dadakan di Polres Labuhanbatu

Senin, 4 Mei 2026 10:01 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Super Big Match! Jadwal Lengkap Super League Hari Ini: Ujian Berat Persib dan Pembuktian Skuad Persija
  • Makin Berkilau! Rincian Lengkap Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 4 Mei 2026
  • Definisi Hilang Jalur VIP! Bocah Ini Malah Jadi ‘Artis’ Dadakan di Polres Labuhanbatu
  • Final Dini! Persib Wajib Menang atas PSIM demi Amankan Puncak Klasemen
  • Menjual Masa Lalu, Mengabaikan Masa Depan? Catatan Kritis di Balik Hari Tatar Sunda
  • Banjir Hadiah Awal Pekan! Kode Redeem FF 4 Mei 2026 Resmi Rilis, Sikat SG2 Ungu dan Ribuan Diamond Gratis
  • Nonton di GBLA? Ini Area Tribun yang Tidak Bisa Diakses
  • Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 4 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Gaya Hidup

Jawa Barat 80 Tahun: Menelusuri Jejak Sejarah dari Zaman Purba ke Era Merdeka

By Aga GustianaSelasa, 19 Agustus 2025 09:09 WIB3 Mins Read
Gedung Sate
Gedung Sate. (Foto: Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Setiap 19 Agustus, Provinsi Jawa Barat merayakan hari jadinya. Tahun 2025 ini, provinsi ini genap berusia 80 tahun, sama dengan umur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Perjalanan sejarah Jawa Barat pun kaya akan cerita, mulai dari zaman kerajaan hingga era modern.

Jejak Manusia Purba di Jawa Barat

Sejarah manusia di Jawa Barat dapat ditelusuri dari berbagai situs prasejarah, seperti Gua Pawon di Padalarang, Situs Tambaksari di Ciamis, dan Lembah Cisaar di Sumedang. Di Gua Pawon, misalnya, ditemukan peralatan batu obsidian yang dipakai untuk membuat pisau dan mata panah, sebagian berasal dari wilayah Nagreg (Bandung) dan Kandangwesi (Garut).

Menurut buku Sejarah Pendidikan Daerah Jawa Barat (Departemen P&K, 1998), manusia purba di wilayah ini telah membentuk peradaban sederhana dan hidup bermasyarakat, terbukti dari berbagai situs arkeologis di dataran tinggi Bandung, Bogor, Garut, Kuningan, dan sekitarnya.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Akan Kembangkan Sekolah Kebangsaan di Jabar

Era Kerajaan di Tanah Pasundan

Jawa Barat pernah menjadi pusat beberapa kerajaan kuno di Pulau Jawa. Pada abad ke-2 M, berdiri Kerajaan Salakanagara, meski bukti sejarahnya masih terbatas. Selanjutnya, Kerajaan Tarumanagara (abad ke-4 M) yang beribukota di sekitar Bogor-Bekasi menjadi kerajaan penting dengan raja terkenal, Purnawarman. Nama “Taruma” diambil dari tanaman yang sering digunakan sebagai pewarna kain.

Kerajaan lain yang muncul kemudian termasuk Kendan (abad ke-6 M, wilayah Nagreg), Galuh (awal abad ke-7 M, wilayah Ciamis), dan Kerajaan Sunda di Bogor. Persatuan antara Galuh dan Sunda terjadi saat masa pemerintahan Sri Baduga Maharaja melalui pernikahan, yang menandai integrasi wilayah Pasundan.

Pengaruh Mataram

Masyarakat Sunda awalnya dikenal egaliter dan demokratis. Namun, ketika kekuatan kerajaan Sunda melemah, pengaruh Kerajaan Mataram dari Jawa Tengah mulai terasa. Masyarakat Sunda yang tunduk membentuk kebiasaan bertutur dan berkesenian ala Mataram, sehingga lahirlah sistem undak-usuk basa dalam bahasa Sunda yang memengaruhi perilaku sosial mereka hingga kini.

Baca Juga:  Empat Sekolah Negeri Diduga Langgar Aturan SPMB, Begini Kata Kadisdik Bandung

Jawa Barat di Masa Kolonial

Nama “West Java” pertama kali dicatat oleh naturalis Alfred Russel Wallace dalam bukunya yang terbit 1861. Kemudian, pada 1879, ahli bahasa S. Coolsma menulis buku khusus tentang “West Java” yang membahas pembagian wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan batas alami di Sungai Cilosari dan Citanduy.

Secara resmi, West Java Provincie dibentuk sebagai provinsi administratif melalui Staatblad Nomor 378 pada 14 Agustus 1925. Orang Belanda mengenal wilayah ini sebagai West Java, sementara masyarakat pribumi tetap menyebutnya Pasundan. Nama Jawa Barat kembali dipakai setelah Indonesia merdeka dan ditetapkan melalui Sidang PPKI pada 19 Agustus 1945 sebagai salah satu dari delapan provinsi pertama di NKRI.

Baca Juga:  Jabar akan Implementasikan KKI untuk Mendukung Digitalisasi Sistem Pembayaran

Delapan provinsi pertama dan gubernurnya antara lain:

  • Sumatera: Mr. Teuku Muhammad Hasan
  • Jawa Barat: Mas Sutardjo Kertohadikusumo
  • Jawa Tengah: Raden Panji Soeroso
  • Jawa Timur: R.M.T. Ario Soerjo
  • Sunda Kecil: I Gusti Ketut Pudja
  • Kalimantan: Ir. Pangeran Muhammad Noor
  • Sulawesi: Dr. G.S.S. Jacob Ratulangi
  • Maluku: Mr. Johannes Latuharhary

Penetapan Hari Jadi Jawa Barat

Meskipun sejarah panjangnya dimulai sejak 1945, hari jadi Jawa Barat baru resmi ditetapkan melalui Perda Nomor 26 Tahun 2010. Penetapan ini merupakan hasil kajian panjang yang dimulai sejak 1989, dilanjutkan pada 2003, dan dirumuskan kembali pada pertengahan 2010.

Dengan sejarah yang kaya, Jawa Barat tidak hanya menjadi provinsi pertama di Indonesia, tetapi juga menyimpan jejak peradaban manusia dari masa purba hingga era modern.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Hari Jadi Jawa Barat jawa barat Jawa Barat 80 Tahun Kerajaan Sunda Provinsi Pertama Indonesia sejarah Jawa Barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Makin Berkilau! Rincian Lengkap Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Senin 4 Mei 2026

Game Free Fire

Banjir Hadiah Awal Pekan! Kode Redeem FF 4 Mei 2026 Resmi Rilis, Sikat SG2 Ungu dan Ribuan Diamond Gratis

Terungkap! Modus Telegram Misterius di Balik Link Video Viral ‘Bandar Bergetar’ Rp250 Juta

HATI-HATI! Link Video Bandar Batang Bergetar Bisa Jadi Jebakan Batman

Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’ Trending, Warganet Diminta Waspada

VIRAL! Link Video ‘Bandar Membara Bergetar’, Netizen Ramai Cari Tautan Asli

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.