Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam

Selasa, 27 Oktober 2026 17:26 WIB

5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!

Selasa, 27 Oktober 2026 17:21 WIB

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Selasa, 27 Oktober 2026 17:13 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Merasa Terpukul Atas Meninggalnya Arief, Bos Persib Minta Bobotoh Tahan Diri dan Jangan Balas Dendam
  • 5 Kuliner Bandung Viral 2026 yang Bikin Antre, Harga Mulai Rp8 Ribuan!
  • Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen
  • Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK
  • Dua Pemain Muda Persib Dipanggil Timnas U-20, Siap Uji Coba Lawan Amerika Serikat
  • Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka
  • Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas
  • Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Selasa, 27 Oktober 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Akan Kembangkan Sekolah Kebangsaan di Jabar

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 22:29 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Yogi Prayoga/Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 menjadi momen penting bagi Jawa Barat. Sebanyak 273 pelajar dinyatakan lulus dari pendidikan karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi. Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi langkah awal menuju pendirian Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, inisiatif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Para peserta, yang terdiri dari pelajar dengan latar belakang beragam, bahkan menjadi bagian dari prosesi upacara kenegaraan dengan bertindak sebagai pasukan pengibar bendera hingga mengikuti defile bersama pasukan elit TNI/Polri.

Usai upacara, suasana haru tak terelakkan ketika para siswa yang telah menjalani 18 hari pembinaan di barak militer dipertemukan kembali dengan keluarga. Beberapa di antaranya adalah anak-anak yatim yang tidak dijemput oleh keluarganya. Dedi Mulyadi pun turun tangan langsung.

“Ini soal rasa, hati, dan cinta. Siapa sih orang tua yang tidak terharu bertemu anaknya yang sudah berubah?” ujar Dedi, akrab disapa KDM, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (20/5/2025).

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Goda Politisi Malaysia Berparas Cantik, Candaan Lamaran Bikin Heboh

Dedi menyatakan kesiapannya menjadi orang tua asuh bagi anak-anak tersebut. Mereka akan diberi akses pendidikan hingga siap menempuh karier sebagai TNI, Polri, kuliah, atau sesuai minatnya masing-masing.

Menuju Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa

Program Gapura Panca Waluya ini menjadi fondasi pembentukan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, yang akan tetap berbasis di Dodik Bela Negara, namun lebih inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor.

“Membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan sekadar administrasi kewilayahan. Banyak yang meragukan, tapi waktu akan menjawab,” tegas Dedi.

Sekolah ini tidak hanya akan menerima pelajar yang memiliki masalah perilaku, tapi juga siswa umum dengan tujuan menumbuhkan nasionalisme, karakter, dan kepedulian sosial.

Anak Nakal? Tidak. Mereka adalah Anak Hebat

KDM mengapresiasi perubahan sikap dan semangat juang para peserta program.

Baca Juga:  Wacana Provinsi Sunda Menguat: Bongkar Asal-usul Nama dan Sejarah Pemisah Jawa-Sunda

“Kalian bukan anak nakal, tapi anak-anak hebat. Anak Indonesia, anak Jawa Barat, dan anak masa depan,” katanya penuh semangat.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa anak-anak tersebut dapat meraih cita-cita menjadi tentara, polisi, dokter, pilot, ASN, petani, hingga pengusaha, asalkan terus belajar dan berkomitmen menjadi pribadi yang bermanfaat.

Kak Seto: Langkah Gemilang, Bisa Jadi Gerakan Nasional

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, atau Kak Seto, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap Pemprov Jabar atas keberhasilan program ini.

“Ini adalah langkah yang sangat gemilang. Anak-anak itu pada dasarnya penuh energi dan kreativitas, hanya saja lingkungannya sering kali tidak mendukung. Program ini mengarahkan mereka dengan cara yang tegas namun positif,” ujarnya.

Meski demikian, Kak Seto menekankan pentingnya evaluasi berkala dan pelibatan psikolog untuk memastikan kondisi mental anak-anak tetap baik. Ia juga mendorong agar program serupa bisa dijadikan contoh nasional.

Baca Juga:  Bandung Raya Langganan Banjir, Dedi Mulyadi Siapkan Relokasi dan Bantuan Rp10 Juta per KK

“Kalau hasilnya positif, jangan ragu menjadikannya gerakan nasional. Pendidikan nonformal seperti ini bisa dilakukan di Dodik Bela Negara, perpustakaan, sarana olahraga, atau sanggar seni,” tambahnya.

Ia bahkan mengaku terharu hingga meneteskan air mata saat melihat momen pertemuan anak-anak dengan keluarga mereka.

“Anak-anak itu butuh cinta dari tokoh-tokoh seperti orang tua, guru, dan pemimpin. Maka mereka bisa tumbuh dan mekar seperti bunga,” pungkas Kak Seto.

Sekolah Kebangsaan: Harapan Baru Pendidikan Berbasis Cinta Tanah Air

Dengan visi membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan siap membangun bangsa, Sekolah Kebangsaan yang diinisiasi oleh Dedi Mulyadi berpotensi menjadi model baru pendidikan karakter di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, militer, psikolog, dan komunitas menjadi kunci sukses dari program yang kini mulai memanen hasil nyata.

Jika berhasil, Jawa Barat bisa menjadi pelopor gerakan pendidikan karakter nasional berbasis rasa, bukan hanya aturan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Tepis Penolakan Warga, DPKP Bandung Tegaskan Skatepark Taman Teuku Umar Hanya 30 Persen

Segera cair bansos KLJ Agustus 2025,

Sudah Terdaftar Bansos Tahap 4? Cek di cekbansos.kemensos.go.id Pakai NIK

Pabrik Obat Keras Ilegal di Kopo Bandung Diduga Raup Rp8 Miliar Sehari, 10 Orang Jadi Tersangka

Wali Kota Salurkan Santunan untuk Korban Pengeroyokan Pasar Caringin, Dua Orang Tewas

peredaran narkoba

Jenguk Warga Binaan, Pengunjung Lapas Banceuy Kedapatan Bawa Sabu di Ikat Rambut

Korban Bertambah, Satu per Satu Terduga Pelaku Pengeroyokan Pasar Caringin Diciduk Polisi

Terpopuler
  • Megalomania Arsitektur: Ketika Kota Bandung Dipaksa Berbaju Kerajaan
  • Kisah Santri Cipasung yang Berhasil Mengubah Sejarah Pendidikan Islam Indonesia
  • Delapan Mahasiswa di Bandung Diamankan Polisi Usai Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran
  • Lomba Coding SD-SMP 2026 Dibuka, Siswa Ditantang Bikin Solusi Bencana Alam
  • Peta Potensi Bencana November 2026: Puluhan Kecamatan di Jawa Barat Siaga Longsor dan Banjir Bandang
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.