Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Persib Bandung

Era Igor Tolic Dimulai! Luka Menalo Disebut Jadi Rekrutan Baru Persib Bandung

Minggu, 21 Juni 2026 21:31 WIB

Bek Persib Ungkap Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Prancis Jadi Ancaman Serius Argentina

Minggu, 21 Juni 2026 20:17 WIB

Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat

Minggu, 21 Juni 2026 19:52 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Era Igor Tolic Dimulai! Luka Menalo Disebut Jadi Rekrutan Baru Persib Bandung
  • Bek Persib Ungkap Kandidat Juara Piala Dunia 2026, Prancis Jadi Ancaman Serius Argentina
  • Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat
  • Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2
  • UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile
  • Aksi Suporter Picu Hukuman Berat! Persib, Persija, Persebaya Kompak Kena Denda Besar Komdis PSSI
  • Harga Emas Hari Ini 21 Juni 2026 di Pegadaian Turun, UBS dan Galeri24 Ikut Melemah
  • TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 22 Juni 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Akan Kembangkan Sekolah Kebangsaan di Jabar

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 22:29 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Yogi Prayoga/Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 menjadi momen penting bagi Jawa Barat. Sebanyak 273 pelajar dinyatakan lulus dari pendidikan karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi. Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi langkah awal menuju pendirian Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, inisiatif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Para peserta, yang terdiri dari pelajar dengan latar belakang beragam, bahkan menjadi bagian dari prosesi upacara kenegaraan dengan bertindak sebagai pasukan pengibar bendera hingga mengikuti defile bersama pasukan elit TNI/Polri.

Usai upacara, suasana haru tak terelakkan ketika para siswa yang telah menjalani 18 hari pembinaan di barak militer dipertemukan kembali dengan keluarga. Beberapa di antaranya adalah anak-anak yatim yang tidak dijemput oleh keluarganya. Dedi Mulyadi pun turun tangan langsung.

“Ini soal rasa, hati, dan cinta. Siapa sih orang tua yang tidak terharu bertemu anaknya yang sudah berubah?” ujar Dedi, akrab disapa KDM, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (20/5/2025).

Baca Juga:  Pemprov Jabar Dinilai Langgar Inpres 1/2025, DPRD: Efisiensi Anggaran Melenceng!

Dedi menyatakan kesiapannya menjadi orang tua asuh bagi anak-anak tersebut. Mereka akan diberi akses pendidikan hingga siap menempuh karier sebagai TNI, Polri, kuliah, atau sesuai minatnya masing-masing.

Menuju Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa

Program Gapura Panca Waluya ini menjadi fondasi pembentukan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, yang akan tetap berbasis di Dodik Bela Negara, namun lebih inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor.

“Membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan sekadar administrasi kewilayahan. Banyak yang meragukan, tapi waktu akan menjawab,” tegas Dedi.

Sekolah ini tidak hanya akan menerima pelajar yang memiliki masalah perilaku, tapi juga siswa umum dengan tujuan menumbuhkan nasionalisme, karakter, dan kepedulian sosial.

Anak Nakal? Tidak. Mereka adalah Anak Hebat

KDM mengapresiasi perubahan sikap dan semangat juang para peserta program.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Murka ke Pembawa Spanduk 'Selamatkan Persikas', Isu Penjualan Klub Menguat

“Kalian bukan anak nakal, tapi anak-anak hebat. Anak Indonesia, anak Jawa Barat, dan anak masa depan,” katanya penuh semangat.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa anak-anak tersebut dapat meraih cita-cita menjadi tentara, polisi, dokter, pilot, ASN, petani, hingga pengusaha, asalkan terus belajar dan berkomitmen menjadi pribadi yang bermanfaat.

Kak Seto: Langkah Gemilang, Bisa Jadi Gerakan Nasional

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, atau Kak Seto, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap Pemprov Jabar atas keberhasilan program ini.

“Ini adalah langkah yang sangat gemilang. Anak-anak itu pada dasarnya penuh energi dan kreativitas, hanya saja lingkungannya sering kali tidak mendukung. Program ini mengarahkan mereka dengan cara yang tegas namun positif,” ujarnya.

Meski demikian, Kak Seto menekankan pentingnya evaluasi berkala dan pelibatan psikolog untuk memastikan kondisi mental anak-anak tetap baik. Ia juga mendorong agar program serupa bisa dijadikan contoh nasional.

Baca Juga:  Pengakuan Korban Tragedi Pesta Rakyat Garut: Kehadiran Dedi Mulyadi Picu Kericuhan, Benarkah?

“Kalau hasilnya positif, jangan ragu menjadikannya gerakan nasional. Pendidikan nonformal seperti ini bisa dilakukan di Dodik Bela Negara, perpustakaan, sarana olahraga, atau sanggar seni,” tambahnya.

Ia bahkan mengaku terharu hingga meneteskan air mata saat melihat momen pertemuan anak-anak dengan keluarga mereka.

“Anak-anak itu butuh cinta dari tokoh-tokoh seperti orang tua, guru, dan pemimpin. Maka mereka bisa tumbuh dan mekar seperti bunga,” pungkas Kak Seto.

Sekolah Kebangsaan: Harapan Baru Pendidikan Berbasis Cinta Tanah Air

Dengan visi membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan siap membangun bangsa, Sekolah Kebangsaan yang diinisiasi oleh Dedi Mulyadi berpotensi menjadi model baru pendidikan karakter di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, militer, psikolog, dan komunitas menjadi kunci sukses dari program yang kini mulai memanen hasil nyata.

Jika berhasil, Jawa Barat bisa menjadi pelopor gerakan pendidikan karakter nasional berbasis rasa, bukan hanya aturan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Siapa yang Bohong? Misteri di Balik Kasus Lahan 368 Hektare di Cineam, Antara Hak Petani dan Perintah Aparat

Dihadiri Wakil Ketua DPR RI, SMP Habibi Bina Cendikia Wisuda 38 Siswa Angkatan ke-2

Padam Listrik

UMKM Terdampak Parah Pemadaman Listrik Jabar, Ini Panduan Cek dan Lapor ke PLN Mobile

TRAGIS! Kakak-Adik di Sumedang Disiram Air Keras, Mata Korban Alami Kerusakan Permanen

Fakta Kelam di Balik Hubungan Asmara yang Berujung Penyiksaan di Bandung

Bukan Dipaksa?! Ini Alasan Dua Bocah Mau Ikut Ibunya Ngamen Sampai Larut Malam

Terpopuler
  • Heboh Cut Salwa Viral! Warganet Ramai Cari Link Video ‘No Sensor’, Begini Fakta yang Terungkap
  • Perkuat Edukasi dan Aksi Sosial, Yayasan Jalan Surga Gandeng bukamata.id Sebarkan Nilai Kebaikan
  • Heboh Cut Salwa Trending, Benarkah Ada Video Full Durasi? Ini Fakta yang Terungkap
  • Terungkap dari Telepon Misterius, Kasus Penyiksaan 3 Tahun di Bandung Gegerkan Publik
  • Heboh Video Viral Cut Salwa, Ini Klarifikasi dan Fakta yang Beredar
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.