Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jangan Tertipu! Video Tasya Gym Batang Ramai Dicari, Ini Faktanya

Senin, 4 Mei 2026 20:37 WIB
peredaran narkoba

Nekat! 13 Paket Narkoba Diselundupkan ke Lapas Banceuy Lewat Anus

Senin, 4 Mei 2026 20:07 WIB

Update Klasemen Terbaru Liga: Persib Jaga Jarak dari Borneo FC dan Persija

Senin, 4 Mei 2026 19:38 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jangan Tertipu! Video Tasya Gym Batang Ramai Dicari, Ini Faktanya
  • Nekat! 13 Paket Narkoba Diselundupkan ke Lapas Banceuy Lewat Anus
  • Update Klasemen Terbaru Liga: Persib Jaga Jarak dari Borneo FC dan Persija
  • Heboh! Video Tasya Gym Batang Jadi Incaran, Ternyata Banyak Link Berbahaya
  • Pohon Tumbang di Cimahi Timpa PKL dan Siswa SD, 11 Orang Terluka
  • Persib Menang 1-0 atas PSIM, Kokoh di Puncak Klasemen
  • Jangan Tergoda! Link Video Viral Bandar Membara Ternyata Bisa Berujung Pidana
  • Viral! Pengeroyokan di Cileunyi Gunakan Ambulans Desa, 2 Pelaku Ditangkap
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 4 Mei 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Dedi Mulyadi Akan Kembangkan Sekolah Kebangsaan di Jabar

By Aga GustianaSelasa, 20 Mei 2025 22:29 WIB3 Mins Read
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Foto: Yogi Prayoga/Biro Adpim Jabar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id– Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 menjadi momen penting bagi Jawa Barat. Sebanyak 273 pelajar dinyatakan lulus dari pendidikan karakter Gapura Panca Waluya di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi. Lebih dari sekadar pelatihan, program ini menjadi langkah awal menuju pendirian Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, inisiatif dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Para peserta, yang terdiri dari pelajar dengan latar belakang beragam, bahkan menjadi bagian dari prosesi upacara kenegaraan dengan bertindak sebagai pasukan pengibar bendera hingga mengikuti defile bersama pasukan elit TNI/Polri.

Usai upacara, suasana haru tak terelakkan ketika para siswa yang telah menjalani 18 hari pembinaan di barak militer dipertemukan kembali dengan keluarga. Beberapa di antaranya adalah anak-anak yatim yang tidak dijemput oleh keluarganya. Dedi Mulyadi pun turun tangan langsung.

“Ini soal rasa, hati, dan cinta. Siapa sih orang tua yang tidak terharu bertemu anaknya yang sudah berubah?” ujar Dedi, akrab disapa KDM, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (20/5/2025).

Baca Juga:  Ribuan Kader Gerindra Siap All Out Menangkan Dadang-Ali dan Dedi-Erwan di Pilkada 2024

Dedi menyatakan kesiapannya menjadi orang tua asuh bagi anak-anak tersebut. Mereka akan diberi akses pendidikan hingga siap menempuh karier sebagai TNI, Polri, kuliah, atau sesuai minatnya masing-masing.

Menuju Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa

Program Gapura Panca Waluya ini menjadi fondasi pembentukan Sekolah Kebangsaan Jawa Barat Istimewa, yang akan tetap berbasis di Dodik Bela Negara, namun lebih inklusif dan terbuka terhadap kolaborasi lintas sektor.

“Membangun hubungan negara dengan rakyat itu dengan rasa, bukan sekadar administrasi kewilayahan. Banyak yang meragukan, tapi waktu akan menjawab,” tegas Dedi.

Sekolah ini tidak hanya akan menerima pelajar yang memiliki masalah perilaku, tapi juga siswa umum dengan tujuan menumbuhkan nasionalisme, karakter, dan kepedulian sosial.

Anak Nakal? Tidak. Mereka adalah Anak Hebat

KDM mengapresiasi perubahan sikap dan semangat juang para peserta program.

Baca Juga:  Warga Tasikmalaya Hampir Tertipu Hadiah Rp50 Juta Bermodus Wajah Mirip Dedi Mulyadi

“Kalian bukan anak nakal, tapi anak-anak hebat. Anak Indonesia, anak Jawa Barat, dan anak masa depan,” katanya penuh semangat.

Ia juga menyampaikan optimisme bahwa anak-anak tersebut dapat meraih cita-cita menjadi tentara, polisi, dokter, pilot, ASN, petani, hingga pengusaha, asalkan terus belajar dan berkomitmen menjadi pribadi yang bermanfaat.

Kak Seto: Langkah Gemilang, Bisa Jadi Gerakan Nasional

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, atau Kak Seto, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap Pemprov Jabar atas keberhasilan program ini.

“Ini adalah langkah yang sangat gemilang. Anak-anak itu pada dasarnya penuh energi dan kreativitas, hanya saja lingkungannya sering kali tidak mendukung. Program ini mengarahkan mereka dengan cara yang tegas namun positif,” ujarnya.

Meski demikian, Kak Seto menekankan pentingnya evaluasi berkala dan pelibatan psikolog untuk memastikan kondisi mental anak-anak tetap baik. Ia juga mendorong agar program serupa bisa dijadikan contoh nasional.

Baca Juga:  Hadapi Keracunan MBG: Pramono Pilih Jalur Spiritual, Dedi Mulyadi Evaluasi dan KLB

“Kalau hasilnya positif, jangan ragu menjadikannya gerakan nasional. Pendidikan nonformal seperti ini bisa dilakukan di Dodik Bela Negara, perpustakaan, sarana olahraga, atau sanggar seni,” tambahnya.

Ia bahkan mengaku terharu hingga meneteskan air mata saat melihat momen pertemuan anak-anak dengan keluarga mereka.

“Anak-anak itu butuh cinta dari tokoh-tokoh seperti orang tua, guru, dan pemimpin. Maka mereka bisa tumbuh dan mekar seperti bunga,” pungkas Kak Seto.

Sekolah Kebangsaan: Harapan Baru Pendidikan Berbasis Cinta Tanah Air

Dengan visi membentuk generasi muda yang berkarakter, cinta tanah air, dan siap membangun bangsa, Sekolah Kebangsaan yang diinisiasi oleh Dedi Mulyadi berpotensi menjadi model baru pendidikan karakter di Indonesia. Kolaborasi antara pemerintah, militer, psikolog, dan komunitas menjadi kunci sukses dari program yang kini mulai memanen hasil nyata.

Jika berhasil, Jawa Barat bisa menjadi pelopor gerakan pendidikan karakter nasional berbasis rasa, bukan hanya aturan.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi gubernur jawa barat
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

peredaran narkoba

Nekat! 13 Paket Narkoba Diselundupkan ke Lapas Banceuy Lewat Anus

Pohon Tumbang di Cimahi Timpa PKL dan Siswa SD, 11 Orang Terluka

Viral! Pengeroyokan di Cileunyi Gunakan Ambulans Desa, 2 Pelaku Ditangkap

Bukan Sekadar Ramalan? Bedah Sosok Tirta Siregar dan Sosok yang ‘Membisikkan’ Pesan Misterius

Viral CCTV Begal Astanaanyar! Dua Pelaku Tertangkap, Dua Masih Buron

Definisi Hilang Jalur VIP! Bocah Ini Malah Jadi ‘Artis’ Dadakan di Polres Labuhanbatu

Terpopuler
  • Link Video Viral Vell Blunder Durasi Panjang, Waspada Modus Phising!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Link Video Bandar Batang Membara Viral, Pemeran Sengaja Jual-Beli Konten?
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Link Video Viral Batang Membara: Diiming-iming Cuan Rp250 Juta Lewat Telegram
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.