Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru
Dapatkan saldo DANA gratis hanya dengan bermain game, tukarkan poin dengan uang cash.

Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi

Kamis, 30 April 2026 06:00 WIB

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Kamis, 30 April 2026 05:00 WIB

Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan

Kamis, 30 April 2026 04:00 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Cairkan Segera! Cara Klaim Saldo DANA Gratis Kamis 30 April 2026 Lewat Fitur Resmi
  • Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?
  • Ramai Dicari! Link Video Tasya Gym Ternyata Banyak Jebakan
  • Bobotoh Wajib Tahu! Jadwal dan Lokasi Nobar Persib Terbaru
  • Fenomena Video Viral di Bandar Batang: Mengapa Kita Harus Lebih Bijak Menyikapi Tren Media Sosial?
  • Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral
  • Terungkap! Ini Dugaan di Balik Video Viral ‘Bandar Bergetar’
  • Laga Krusial! Persib Wajib Tundukkan Bhayangkara FC Demi Gelar Juara
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Kamis, 30 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hadapi Keracunan MBG: Pramono Pilih Jalur Spiritual, Dedi Mulyadi Evaluasi dan KLB

By Aga GustianaKamis, 25 September 2025 12:40 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan respons yang sangat berbeda dari para kepala daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memilih berdoa agar insiden tak terjadi lagi, sementara Gubernur Dedi Mulyadi di Jawa Barat langsung menggelar evaluasi menyeluruh dan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Respons Jakarta: “Doa Jadi Langkah Utama”

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku berharap insiden keracunan MBG tak menimpa pelajar di wilayahnya. Saat ditemui awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/9/2025), ia menegaskan:

“Untuk MBG ya saya berdoa di Jakarta tidak terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan langkah antisipatif konkret untuk mencegah kasus serupa.

Baca Juga:  Dukung Pemenuhan Gizi, Kolaborasi ABC-Pemprov Jabar Salurkan Bantuan 120 Ribu Produk Sarden

“Tegasnya adalah mendoakan, semoga tidak ada yang keracunan,” tambah Pramono.

Jawa Barat Bergerak Cepat: Evaluasi dan KLB

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung menindaklanjuti kasus keracunan massal dengan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, insiden ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga bisa menimbulkan trauma psikologis bagi anak-anak.

“Itu menimbulkan trauma, traumanya adalah anak yang harusnya mendapat asupan gizi, itu kan menjadi keracunan, kan menjadi trauma,” kata Dedi di Bale Pakuan, Bogor, Rabu (24/9/2025).

Ia menyoroti buruknya manajemen program MBG, termasuk ketidakseimbangan jumlah penerima layanan dan tenaga pelayan, serta cara penyajian yang kurang tepat. Dedi memastikan evaluasi akan memeriksa kemampuan penyelenggara dan kesesuaian kualitas makanan dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Gagal Jadi Cawapres, Golkar Tawarkan Beberapa Posisi Untuk RK

“Kalau penyelenggara tidak mampu, atau vendor tidak punya kemampuan, ya harus diganti,” tegasnya.

Fokus Pemprov Jabar: Keselamatan Anak Nomor Satu

Pemprov Jawa Barat telah menetapkan status KLB untuk menangani kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat. Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, menekankan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama:

“Yang paling penting anak-anak segera ditangani. Alhamdulillah semuanya sudah dirawat, mudah-mudahan bisa segera pulih,” ujar Herman.

Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menelusuri penyebab keracunan sekaligus melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Laporkan Masalah Banjir ke Dedi Mulyadi, Bey Harap Ada Kebijakan Pengelolaan Sungai

“Program ini harus sukses, tapi tidak boleh mengorbankan kesehatan anak-anak,” tambah Herman.

Data Keracunan MBG Hingga Saat Ini

Berdasarkan data dari Kepala BGN, Dadan Hindayana, hingga 22 September 2025, total korban keracunan MBG mencapai 4.711 orang. Rinciannya:

  • Wilayah I (Sumatera): 7 kasus, 1.261 korban
  • Wilayah II (Jawa): 27 kasus, 2.606 korban
  • Wilayah III (Kalimantan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, Papua): 11 kasus, 842 korban

“Jadi jumlah yang terdampak KLB dari wilayah I, II dan III total 4.711 orang,” jelas Dadan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Jakarta jawa barat Keracunan MBG Pramono Anung
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Setara PNS, PPPK Dapat Hak Jaminan Sosial Lengkap, Apa Saja?

Koordinasi Amburadul, Spanduk Penutupan Jalan Diponegoro Dicopot Usai Viral

Jangan Lewatkan! Jadwal Upacara Hardiknas 2026 dan Filosofinya

Pemerintah Tetapkan Gaji ke-13 2026, Simak Jadwal dan Ketentuannya

Wanita di KBB Ditemukan Tewas Misterius, Polisi Kuatkan Dugaan Pembunuhan

Miris! Bocah Disabilitas di Bandung Barat Makan Rumput, Keluarga Ungkap Tak Pernah Sentuh Bansos

Terpopuler
  • Link Asli Video Bandar Membara Full Durasi, Ini Fakta Sebenarnya!
  • Link Video Bandar Batang Viral! Waspada Phising
  • Viral ‘Video Bandar Membara’ di Media Sosial, Warganet Cari Link Asli No Sensor
  • Gebrakan Mewah di Bursa Transfer: Persib Bandung Incar Bintang-bintang Eks Eropa
  • Heboh Link Video “Bandar Membara Viral” : Waspada Jeratan UU ITE Menanti!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.