Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea

Minggu, 13 September 2026 16:19 WIB

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Minggu, 13 September 2026 15:35 WIB

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Minggu, 13 September 2026 15:07 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Jadwal Persib Bikin Deg-degan: Persija Baru Lewat, FC Seoul Sudah Menunggu di Korea
  • Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal
  • Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten
  • Man Utd vs Man City Diprediksi Sengit, Statistik Mengarah ke Duel Penuh Gol!
  • Igor Tolic Minta Maaf, Bongkar Borok Persib Usai Dipukul Persija di Menit 90+4
  • Purnama yang Dirindukan Dedi Mulyadi, Menelusuri Jejak Kanaya Whu sebelum Berpulang
  • Mencekam! Virgo Transport 8 Terbalik di Tengah Laut, 140 Orang Masih Dicari
  • Suara Kanaya Whu di HUT ke-81 RI Kini Tinggal Kenangan, Dedi Mulyadi Sampaikan Kabar Duka
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Minggu, 13 September 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Hadapi Keracunan MBG: Pramono Pilih Jalur Spiritual, Dedi Mulyadi Evaluasi dan KLB

By Aga GustianaKamis, 25 September 2025 12:40 WIB2 Mins Read
program MBG
Ilustrasi, program makan bergizi gratis (MBG). (Foto: bukamata.id/M Rafki)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimbulkan respons yang sangat berbeda dari para kepala daerah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memilih berdoa agar insiden tak terjadi lagi, sementara Gubernur Dedi Mulyadi di Jawa Barat langsung menggelar evaluasi menyeluruh dan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).

Respons Jakarta: “Doa Jadi Langkah Utama”

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengaku berharap insiden keracunan MBG tak menimpa pelajar di wilayahnya. Saat ditemui awak media di Balai Kota Jakarta, Rabu (24/9/2025), ia menegaskan:

“Untuk MBG ya saya berdoa di Jakarta tidak terjadi,” ujarnya.

Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta belum mengumumkan langkah antisipatif konkret untuk mencegah kasus serupa.

Baca Juga:  Sunda Karsa Fest: Strategi Jawa Barat Hadapi Tantangan Ekonomi Global Lewat Kreativitas Lokal

“Tegasnya adalah mendoakan, semoga tidak ada yang keracunan,” tambah Pramono.

Jawa Barat Bergerak Cepat: Evaluasi dan KLB

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, langsung menindaklanjuti kasus keracunan massal dengan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, insiden ini tidak hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga bisa menimbulkan trauma psikologis bagi anak-anak.

“Itu menimbulkan trauma, traumanya adalah anak yang harusnya mendapat asupan gizi, itu kan menjadi keracunan, kan menjadi trauma,” kata Dedi di Bale Pakuan, Bogor, Rabu (24/9/2025).

Ia menyoroti buruknya manajemen program MBG, termasuk ketidakseimbangan jumlah penerima layanan dan tenaga pelayan, serta cara penyajian yang kurang tepat. Dedi memastikan evaluasi akan memeriksa kemampuan penyelenggara dan kesesuaian kualitas makanan dengan harga yang ditetapkan pemerintah.

Baca Juga:  Heboh Pria di Garut Mengaku Sebagai Imam Mahdi

“Kalau penyelenggara tidak mampu, atau vendor tidak punya kemampuan, ya harus diganti,” tegasnya.

Fokus Pemprov Jabar: Keselamatan Anak Nomor Satu

Pemprov Jawa Barat telah menetapkan status KLB untuk menangani kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Bandung Barat. Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, menekankan keselamatan anak-anak adalah prioritas utama:

“Yang paling penting anak-anak segera ditangani. Alhamdulillah semuanya sudah dirawat, mudah-mudahan bisa segera pulih,” ujar Herman.

Pemerintah provinsi juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menelusuri penyebab keracunan sekaligus melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.

Baca Juga:  Tangis Kabid Dishub Bogor Usai Isu Pemotongan Kompensasi Sopir Angkot Puncak

“Program ini harus sukses, tapi tidak boleh mengorbankan kesehatan anak-anak,” tambah Herman.

Data Keracunan MBG Hingga Saat Ini

Berdasarkan data dari Kepala BGN, Dadan Hindayana, hingga 22 September 2025, total korban keracunan MBG mencapai 4.711 orang. Rinciannya:

  • Wilayah I (Sumatera): 7 kasus, 1.261 korban
  • Wilayah II (Jawa): 27 kasus, 2.606 korban
  • Wilayah III (Kalimantan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi, Papua): 11 kasus, 842 korban

“Jadi jumlah yang terdampak KLB dari wilayah I, II dan III total 4.711 orang,” jelas Dadan dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/9/2025).

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

Dedi Mulyadi Jakarta jawa barat Keracunan MBG
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Detik-Detik Pencarian Kapal Virgo Transport 8: 103 Orang Dievakuasi, 1 Meninggal

Bukan Sekadar Sertifikat! Abah Ucu Ungkap Alasan 125 Juru Masak SPPG Wajib Kompeten

Purnama yang Dirindukan Dedi Mulyadi, Menelusuri Jejak Kanaya Whu sebelum Berpulang

Mencekam! Virgo Transport 8 Terbalik di Tengah Laut, 140 Orang Masih Dicari

Suara Kanaya Whu di HUT ke-81 RI Kini Tinggal Kenangan, Dedi Mulyadi Sampaikan Kabar Duka

Bikin Warga Waswas! Halte BRT Cicadas di Tengah Jalan, Ini Alasannya

Terpopuler
  • Aksi Sosial PT MBK Ventura di Purwakarta: Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis dan Donor Darah untuk Warga
  • Link Full 7 Menit Kasir Indomaret Coolmax Viral, Benarkah Ada Video Utuh?
  • Heboh Video Viral Kasir Indomaret, Lylia Beri Klarifikasi dan Bongkar Hal Ini
  • Viral Rekaman Air Pesisir Surut Dekat Anak Krakatau, Begini Kata BMKG
  • Gemuruh GBLA Bikin Merinding, Balsa Sekulic Terpukau oleh Militansi Bobotoh Persib
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.