Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Dimas Drajad Pamit dari Persib Bandung, Tulis Pesan Haru untuk Bobotoh

Rabu, 15 Juli 2026 11:11 WIB

Bukannya Minta Maaf Malah Cengar-Cengir! Anisa Bahar Semprot Icha Chellow dan Mala Agatha: Punya Otak?

Rabu, 15 Juli 2026 10:19 WIB

Tumbangkan Prancis 2-0, Spanyol Selangkah Lagi Menuju Takhta Juara Dunia

Rabu, 15 Juli 2026 09:19 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Dimas Drajad Pamit dari Persib Bandung, Tulis Pesan Haru untuk Bobotoh
  • Bukannya Minta Maaf Malah Cengar-Cengir! Anisa Bahar Semprot Icha Chellow dan Mala Agatha: Punya Otak?
  • Tumbangkan Prancis 2-0, Spanyol Selangkah Lagi Menuju Takhta Juara Dunia
  • 5 Rekomendasi Wisata Subang yang Wajib Dikunjungi untuk Liburan Akhir Pekan
  • Igor Tolic Bongkar Alasan Rekrut Gabriel Mutombo, Bek Prancis Ini Disebut Punya Kualitas Langka!
  • Cek Sekarang! Ini 6 Bansos yang Berpotensi Cair Juli 2026, Lengkap dengan Jadwal dan Cara Pencairannya
  • Bintang Jepang Resmi Menginjak Rumput GBLA! Gakuto Notsuda Ungkap Kesan Pertama Bersama Persib
  • Cara Cerdas Dapatkan Saldo DANA Gratis 15 Juli 2026: Ikuti Trik Resmi Ini!
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Rabu, 15 Juli 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Pemprov Jabar Gandeng Aktivis Lingkungan untuk Tangani Masalah Sampah

By Aga GustianaRabu, 23 Oktober 2024 01:00 WIB2 Mins Read
Lautan Sampah di Jembatan Sapan Citarum, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: tangkapan layar)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Pemda Provinsi Jabar menggandeng aktivis lingkungan dalam menangani persoalan sampah di Bandung Raya.

Para aktivis lingkungan yang berasal dari berbagai daerah di Jabar datang ke Gedung Sate, Selasa (22/10/2024).

Mereka menyampaikan gagasannya terkait penanganan sampah kepada Sekretaris Daerah Jabar Herman Suryatman.

Seperti diketahui, saat ini TPPAS Sarimukti yang menampung sampah dari wilayah Bandung Raya hampir melebihi kapasitas. Bila kondisi tersebut dibiarkan maka akan terjadi ‘ledakan sampah’.

Sekda Herman mengatakan, persoalan sampah di Bandung Raya menjadi tanggung jawab bersama. Sebelum dinyatakan darurat sampah pihaknya melakukan berbagai langkah antisipatif. Salah satunya membangun komunikasi dengan berbagai pihak termasuk aktivis atau pegiat lingkungan.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Serahkan Bonus Rp1 Miliar untuk Persib Bandung, Hasil dari Penjualan Sapi Pribadi

“Saat ini belum darurat tapi kalau dibiarkan bisa darurat, makanya Pak Gubernur meminta untuk antisipatif caranya bangun komunikasi dengan semua pihak termasuk dengan aktivis lingkungan,” ujar Herman Suryatman.

Herman mengungkapkan, saat pertemuan dengan para aktivis lingkungan pihaknya mendapatkan banyak masukan penting. Ia berkomitmen akan terus melakukan perbaikan agar tidak terjadi ledakan sampah dan TPPAS Sarimukti bisa bertahan hingga 2027 sebelum digantikan oleh TPPAS Legoknangka.

“Kami tadi mendapatkan banyak feedback, masukan dan kritikan, yang penting kita lakukan perbaikan. Bagi kami Bandung Raya tidak boleh terjadi ‘ledakan sampah’ dan kapasitas Sarimuktinya bisa cukup sampai 2027,” tuturnya.

Baca Juga:  7 Hidden Gem Kuliner Bandung yang Wajib Dicoba, Rasanya Bikin Kangen

Sebelumnya telah disepakati bahwa empat kabupaten dan kota di Bandung Raya akan mengurangi ritase pengiriman sampah ke TPA Sarimukti. Kabupaten Bandung dari 70 rit per hari kini sudah berkurang menjadi 40 rit.

“Kabupaten Bandung dari 70 menjadi 40 sudah dilakukan, bagus, tapi harus betul-betul dicek jangan sampai ada yang dibuang ke sungai Citarum,” ucap Herman.

Pengurangan ritase sampah juga sudah dilakukan oleh Kota Cimahi. Dari sebelumnya 37 rit perhari kini turun menjadi 25 rit. “Cimahi bagus, target dari 37 ke 17, sekarang sudah di 25 rit,” sebut Herman.

Baca Juga:  Jangan Ketinggalan, 4 Kopi Unggulan di Jawa Barat Ini Wajib Dicoba

Namun Kota Bandung malah mengalami peningkatan ritase menjadi 180 rit per hari. Sementara targetnya adalah dari 170 rit berkurang menjadi 140 rit.

“Sesuai kesepakatan ritase sampah Kota Bandung dari 170 rit per hari berkurang menjadi 140 rit, tapi faktanya hari ini malah naik menjadi 180,” sebut Herman.

Peningkatan ritase juga terjadi di Kabupaten Bandung Barat yakni menjadi 25 rit per hari dari target 17 rit.

“KBB dari 20 ke 17 faktanya jadi 25, nambah. Pokoknya penurunan ritase ini harus tercapai oleh semuanya,” tegas Herman.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jawa barat Pemprov sampah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

bsu.kemnaker.go.id untuk mengecek penerima BSU 2025 secara resmi dari Kemnaker.

Cek Sekarang! Ini 6 Bansos yang Berpotensi Cair Juli 2026, Lengkap dengan Jadwal dan Cara Pencairannya

Bos Koi Bongkar Rahasia Honeycomb dan Kroto, Disebut Superfood yang Diburu di Thailand!

Ilustrasi begal

Terungkap! Begal Bersajam yang Teror Flyover Kopo Bandung Ternyata Masih di Bawah Umur

Menguak Biang Kerok Harga Beras Masih Tinggi, Ternyata Ini Pemicunya

Viral Aksi Pengeroyokan Petugas KA di Garut: Pelaku Tak Terima Ditegur saat Terobos Palang Pintu

Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit, Muhammad Farhan Beberkan Penyakit yang Dialaminya

Terpopuler
  • Polemik Aksi Kamisan, Kehadiran Kelompok LGBT dalam Gerakan HAM Jadi Sorotan
  • Sosok Febrie Adriansyah, Sang Pemburu Jadi Buruan? Menguak Sisi Lain Kasus Korupsi yang Mengguncang Negeri!
  • Jejak Kontroversi ‘Ratu Sound Horeg’ Mala Agatha & Icha Chellow: Dari Panggung Lokal hingga Diancam Anisa Bahar
  • Muhammad Farhan Dilarikan ke Rumah Sakit, Ini Kondisi Terbarunya
  • Bongkar Defisit APBD Jabar Rp5,7 Triliun: Salah Hitung, Salah Kelola, atau Ada Faktor Lain?
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.