bukamata.id – Lebih dari sekadar kota wisata, Bandung menyimpan kekayaan sejarah yang terukir di setiap sudut kotanya, termasuk pada nama-nama jalannya. Tahukah Anda, beberapa jalan ikonik di Bandung memiliki kisah menarik di baliknya? Memahami sejarah penamaan jalan bukan hanya menambah wawasan, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap Kota Kembang ini.
Yuk, kita telusuri kilasan sejarah di balik empat nama jalan unik di Bandung!
1. Jalan Banceuy: Kisah Teriakan Kusir Kuda
Siapa sangka, nama Jalan Banceuy berawal dari interaksi para kusir kuda! Dahulu, area ini merupakan bekas pemakaman warga Eropa dan Tionghoa, sekaligus menjadi tempat istirahat bagi kuda-kuda pengantar surat dari Kantor Pos. Saat para kusir mengisi air minum untuk kuda mereka di Sungai Cikapundung, mereka sering berteriak, “Bantuan Cai Euy!” (Bantuan Air Dong!). Lama kelamaan, teriakan ini disingkat menjadi Banceuy. Awalnya bernama Bantjeuy Weg, nama jalan ini resmi diubah menjadi Banceuy pada tahun 1871.
2. Jalan ABC: Akronim Keberagaman Etnis
Jalan ABC telah dikenal sebagai pusat pertokoan elektronik sejak era keemasan Bandung. Namun, tahukah Anda dari mana nama unik ini berasal? Bukan dari merek baterai ternama, melainkan dari singkatan tiga kelompok etnis yang dulunya bermukim di sana: Arabian, Bumipoetra (pribumi), dan Chinese. Penamaan ini menjadikan Jalan ABC terasa istimewa di antara nama-nama jalan lainnya di Bandung.
3. Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista): Penghormatan Pahlawan di Pasar Baru
Kisah di balik Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) tak lepas dari semangat perlawanan warga Bandung pasca revolusi. Saat pasukan sekutu masih menduduki kota, warga Bandung marah dan berusaha mengusir mereka. Bahkan, para pedagang di Pasar Baru menolak menjual barang dagangan kepada sekutu, meski nyawa taruhannya. Ketika tentara sekutu mulai memaksa pedagang dengan todongan senjata, tampil sosok bangsawan Sunda, Otto Iskandar Dinata, untuk turun tangan menyelesaikan masalah tersebut. Sebagai bentuk penghormatan atas jasanya, jalan di kawasan Pasar Baru ini kemudian dinamakan Jalan Otto Iskandar Dinata, yang lebih dikenal dengan sebutan Otista.
4. Jalan Braga: Antara Tepi Sungai dan Gaya Hidup Elit
Asal-usul nama Jalan Braga, salah satu ikon Kota Bandung, memiliki beberapa versi menarik. Salah satunya berasal dari bahasa Sunda, “Baraga”, yang berarti “jalan di tepi sungai”. Jalan Braga memang terletak di tepi Sungai Cikapundung. Versi lain menyebutkan nama “Braga” berasal dari kata “Ngabaraga”, yang berarti bergaya atau mejeng. Pada zaman kolonial, jalan ini memang dikenal sebagai pusat perbelanjaan dan tempat “mejeng” bagi kaum elit dan berada.
Itulah sekelumit kisah menarik di balik penamaan empat jalan ikonik di Bandung. Setiap nama menyimpan jejak sejarah dan asal-usul yang patut kita ketahui dan hargai. Jadi, saat melintasi jalan-jalan ini, ingatlah akan cerita di baliknya!
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News









