Close Menu
Bukamata.idBukamata.id
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Terbaru

Kuasa Hukum Resbob Ajukan Pleidoi, Soroti Tuntutan Jaksa Dinilai Tak Sesuai Fakta Persidangan

Senin, 13 April 2026 19:44 WIB

Satu Indonesia Tertipu! Di Balik Wajah Cemong Azil, Ada Perjuangan yang Bikin Hati Teriris!

Senin, 13 April 2026 19:34 WIB

Terobosan KDM Bikin Samsat Lebih Praktis, Korlantas Pastikan Layanan Makin Cepat dan Efisien

Senin, 13 April 2026 18:21 WIB
Facebook Instagram YouTube TikTok
Terbaru
  • Kuasa Hukum Resbob Ajukan Pleidoi, Soroti Tuntutan Jaksa Dinilai Tak Sesuai Fakta Persidangan
  • Satu Indonesia Tertipu! Di Balik Wajah Cemong Azil, Ada Perjuangan yang Bikin Hati Teriris!
  • Terobosan KDM Bikin Samsat Lebih Praktis, Korlantas Pastikan Layanan Makin Cepat dan Efisien
  • Kematian Mendadak Yai Mim di Polresta Malang Kota: Kronologi dan Penjelasan Polisi
  • Resbob Resmi Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Kasus Ujaran Kebencian
  • Rencanakan Masa Depan Sekarang, bjb Tandamata Rencana Mudahkan Langkah Finansial Anda
  • Wujudkan Impian Finansial dengan Lebih Mudah Lewat bjb Tandamata Rencana
  • Dayeuhkolot Lumpuh Diterjang Banjir, 19 Ribu Jiwa Terdampak
Facebook Instagram YouTube X (Twitter)
Bukamata.idBukamata.id
Senin, 13 April 2026
  • Beranda
  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Olahraga
  • Persib
  • Opini
  • Index
Bukamata.idBukamata.id
Home»Berita

Jelang Wukuf di Arafah, 600 Jamaah Haji Jabar Telantar di Makkah Akibat Ulah Syarikah

By Aga GustianaKamis, 5 Juni 2025 11:53 WIB3 Mins Read
Ratusan Jamaah Haji asal Jabar telantar di Misfalah. (Foto: Ist)
ADVERTISEMENT

bukamata.id – Sekitar 600 jamaah haji asal Jawa Barat tertahan di kawasan Misfalah, Makkah, padahal waktu wukuf di Arafah sudah semakin dekat. Mereka seharusnya telah tiba di Padang Arafah untuk menjalankan puncak ibadah haji pada hari Arafah, Kamis (5/6/2025).

Namun, ketidakkonsistenan pihak syarikah (penyedia layanan haji) dalam memenuhi kewajibannya membuat keberangkatan tertunda.

Menurut Ketua Angkatan Petugas Haji Daerah (PHD) Jawa Barat, H. Lutfi Hermawansyah, hingga pukul 06.15 waktu setempat, ratusan jamaah masih berada di hotel mereka dan belum diberangkatkan. Jumlah tersebut terdiri dari 137 jamaah dari Kloter JKS 6 asal Sukabumi dan lebih dari 400 jamaah dari Kloter JKS 11 asal Bekasi.

“Seharusnya mereka sudah berada di Arafah karena ini adalah Hari Arafah. Tapi kenyataannya mereka masih tertahan di Misfalah karena syarikah tidak menjalankan komitmennya,” ungkap H. Lutfi.

Baca Juga:  Perhitungkan Suara di Jabar, Ganjar Optimis Tembus 40 Persen

Ia menjelaskan bahwa awal mula masalah ini berasal dari sikap egosentris sebagian syarikah. Sejak kedatangan jamaah di Makkah, beberapa syarikah hanya mau melayani jamaah yang masuk dalam kelompok mereka saja, tanpa memperhatikan distribusi atau persebaran jamaah yang telah ditempatkan di berbagai hotel.

Padahal, Kementerian Agama RI dan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) sebelumnya telah menyusun skema untuk mengantisipasi potensi kepadatan menjelang keberangkatan ke Arafah.

Salah satunya adalah dengan kesepakatan bahwa setiap syarikah wajib menjemput jamaah dari hotel-hotel tertentu, tanpa memandang syarikah asal jamaah tersebut, dan mengantarkannya ke tenda masing-masing di Arafah.

Sebagai contoh, syarikah RHL 250 yang menerbitkan 3.900 visa, diberi tanggung jawab untuk menarik jamaah dari empat hotel dengan jumlah sesuai, dan menampung mereka di tenda RHL 250. Namun, dalam praktiknya, ada syarikah seperti RHL 252 yang tidak mematuhi skema ini.

Baca Juga:  Bapenda Jabar Siapkan Transformasi Pajak, Permudah Layanan Badan Usaha

“Syarikah RHL 252 seharusnya menarik 900 jamaah dari Hotel Royal di sektor 9, tapi hanya mengangkut kurang dari 300 orang. Lebih parah lagi, mereka tidak mau menerima jamaah yang sudah diangkut untuk masuk ke tendanya di Arafah,” jelas H. Lutfi.

Akibatnya, sejumlah jamaah Indonesia telantar tanpa kejelasan. Beruntung, semangat gotong royong antarjamaah sangat kuat. Jamaah yang sudah lebih dulu tiba di Arafah saling membantu dengan menyediakan ruang, menggeser tempat tidur, dan berbagi makanan kepada saudara sesama jamaah yang belum memiliki tempat.

Namun, krisis transportasi belum juga usai. Masih ada sekitar 600 jamaah yang belum diangkut ke Arafah tanpa alasan yang jelas. Mereka sebelumnya dijanjikan akan diberangkatkan sebelum waktu Subuh, namun hingga waktu wukuf semakin dekat, kepastian keberangkatan belum juga didapat.

Baca Juga:  Fraksi PDIP Walk Out dari Paripurna DPRD Jabar, Protes Pernyataan Gubernur Dedi Mulyadi

Melihat kondisi ini, Kementerian Agama RI akhirnya mengambil langkah cepat. Kepala Bidang Haji Provinsi Jawa Barat turun langsung ke lokasi dan memimpin upaya penjemputan jamaah dengan menyediakan 13 bus tambahan untuk mengangkut jamaah yang tertahan di Misfalah.

“Mohon doa dari seluruh masyarakat Indonesia, agar para jamaah—khususnya dari Jawa Barat—dapat segera diberangkatkan ke Arafah untuk menjalankan ibadah wukuf dengan tenang,” kata H. Lutfi yang juga menjabat Sekretaris PW Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jabar itu.

Situasi ini menjadi cerminan pentingnya sinergi dan komitmen semua pihak dalam penyelenggaraan ibadah haji, terutama saat puncak-puncak ibadah seperti wukuf di Arafah. Pemerintah Indonesia diharapkan dapat mengevaluasi ulang kerja sama dengan syarikah yang dianggap lalai, demi memastikan kenyamanan dan kelancaran ibadah jamaah di masa mendatang.

Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News

jamaah haji jawa barat misfalah Syarikah wukuf di arafah
Share. Facebook Twitter WhatsApp
ADVERTISEMENT

Jangan Lewatkan

Kuasa Hukum Resbob Ajukan Pleidoi, Soroti Tuntutan Jaksa Dinilai Tak Sesuai Fakta Persidangan

Satu Indonesia Tertipu! Di Balik Wajah Cemong Azil, Ada Perjuangan yang Bikin Hati Teriris!

Terobosan KDM Bikin Samsat Lebih Praktis, Korlantas Pastikan Layanan Makin Cepat dan Efisien

Eks dosen UIN Malang, Yai Mim.

Kematian Mendadak Yai Mim di Polresta Malang Kota: Kronologi dan Penjelasan Polisi

Resbob Resmi Dituntut 2,5 Tahun Penjara atas Kasus Ujaran Kebencian

Dayeuhkolot Lumpuh Diterjang Banjir, 19 Ribu Jiwa Terdampak

Terpopuler
  • Link Video ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Part 2 Viral, Hati-Hati Bisa Bobol Rekening
  • Viral video part 2 ibu tiri vs anak tiri.
    Heboh! Video Viral Ibu Tiri di Ladang Sawit Bikin Netizen Berburu Link 7 Menit ‘No Sensor’
  • Link Video Diburu Netizen, Fakta di Balik Ibu Tiri vs Anak Tiri Terbongkar
  • Terungkap! Rahasia di Balik Video Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri’ Bikin Geger
  • Viral ‘Ibu Tiri vs Anak Tiri Part 2’ Gegerkan Medsos, Link Full Video Ternyata Berbahaya!
Facebook Instagram YouTube TikTok
Bukamata.id © 2023
  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.