bukamata.id – Kabar duka datang dari dunia musik Tanah Air. Ricky Siahaan, gitaris band metal legendaris Seringai, meninggal dunia pada Sabtu malam (19/4/2025) pukul 22.10 waktu Jepang. Ia mengembuskan napas terakhirnya di Tokyo akibat serangan jantung, di usia 48 tahun.
Kepergian Ricky terjadi di tengah tur Seringai Wolves of Asia Tour, yang tengah berlangsung di lima titik di Taiwan dan Jepang.
Malam itu, band asal Jakarta tersebut dijadwalkan tampil di Gekiko Fest di Tokyo. Ricky dikabarkan mengalami serangan jantung sesaat setelah naik panggung bersama rekan-rekannya.
“Selamat jalan @RickySiahaan, semoga kamu diterima di sisi Tuhan,” tulis komika dan rekan dekatnya, Soleh Solihun, di platform X pada Sabtu malam.
Ikon Musik Metal Indonesia
Ricky Siahaan bukan hanya seorang gitaris. Ia adalah ikon dalam skena musik hardcore dan metal Indonesia, dengan karier yang sudah dimulai sejak era tongkrongan legendaris Poster Café.
Namanya pertama kali dikenal publik melalui band Buried Alive, namun kiprah seriusnya dimulai saat bergabung dengan Stepforward pada 1999. Bersama Stepforward, Ricky merilis album Stories of Undying Hope (2001), yang dianggap sebagai salah satu fondasi penting musik hardcore lokal.
Puncak perjalanan musikalnya tercapai saat mendirikan Seringai bersama Arian13 (eks vokalis Puppen), Khemod, dan Toan Sirait (yang kemudian digantikan oleh Sammy Bramantyo). Bersama Seringai, Ricky menjadi salah satu motor penggerak utama skena musik independen di Indonesia.
Ia tak hanya berperan sebagai gitaris, tapi juga sebagai komposer dan produser dari sejumlah karya penting seperti High Octane Rock, Serigala Militia, Taring, hingga Seperti Api. Pada 2013, Seringai mendapat kehormatan membuka konser Metallica di Stadion Gelora Bung Karno.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











