bukamata.id – Bulan Ramadan bukan sekadar bulan puasa, melainkan “syahrul Quran” atau bulannya Al-Qur’an. Salah satu momen paling sakral yang dinanti umat Muslim adalah Nuzulul Quran, peristiwa agung saat wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai kompas hidup manusia.
Keistimewaan ini pun diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185, yang menegaskan bahwa Ramadan terpilih menjadi waktu turunnya mukjizat terbesar tersebut sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil.
Catat Tanggalnya! Jadwal Nuzulul Quran 2026 di Indonesia
Berdasarkan kalender Hijriah dan hasil sidang isbat, terdapat sedikit perbedaan waktu peringatan karena perbedaan metode penetapan awal Ramadan. Berikut rinciannya:
- Versi Pemerintah & Ormas Islam Umum: 17 Ramadan 1447 H jatuh pada Sabtu, 7 Maret 2026. Peringatan malam Nuzulul Quran bisa dimulai sejak Jumat malam, 6 Maret 2026 setelah waktu Magrib.
- Versi Muhammadiyah: Berdasarkan metode hisab, 17 Ramadan 1447 H jatuh pada Jumat, 6 Maret 2026. Sehingga, malam peringatannya berlangsung pada Kamis malam, 5 Maret 2026.
Perbedaan satu hari ini adalah hal lumrah dalam khazanah Islam di Indonesia dan tidak mengurangi nilai sakralitas ibadah kita.
Memahami Makna Nuzulul Quran: Bertahap vs Sekaligus
Istilah Nuzulul Quran memiliki dimensi makna yang mendalam. Para pakar tafsir menjelaskan ada dua cara Al-Qur’an diturunkan:
- Anzala (Turun Sekaligus): Al-Qur’an diturunkan secara utuh dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia (Baitul Izzah) pada malam Lailatulqadar.
- Nazzala (Turun Bertahap): Proses turunnya wahyu dari langit dunia kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril yang berlangsung selama kurang lebih 23 tahun.
Mengapa Ada Perbedaan Tanggal 17 Ramadan dan Lailatulqadar?
Mungkin Anda bertanya, mengapa Nuzulul Quran diperingati setiap 17 Ramadan sementara Al-Qur’an disebut turun pada Lailatulqadar di 10 malam terakhir?
Mayoritas umat Islam di Indonesia merujuk pada tanggal 17 Ramadan sebagai momentum turunnya wahyu pertama (Surah Al-‘Alaq 1-5) di Gua Hira. Sementara itu, pandangan yang menyebut 10 malam terakhir merujuk pada peristiwa turunnya Al-Qur’an secara keseluruhan dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia. Keduanya adalah peristiwa besar yang saling berkaitan dalam sejarah turunnya kalam ilahi.
Amalan Pengetuk Pintu Langit di Malam Nuzulul Quran
Agar peringatan ini tidak sekadar seremoni, ada beberapa ibadah yang sangat dianjurkan untuk mempertebal spiritualitas kita:
- Khatamul Quran: Memperbanyak tadarus dan mencoba memahami terjemahannya.
- Iktikaf & Qiyamul Lail: Menghidupkan malam dengan salat Tarawih, Tahajud, dan Witir.
- Dzikir & Doa: Memohon ampunan dan petunjuk agar hidup selalu selaras dengan tuntunan Al-Qur’an.
- Muhasabah: Menjadikan momen ini sebagai ajang evaluasi diri, sejauh mana kita telah mengamalkan Al-Qur’an dalam keseharian.
Nuzulul Quran 2026 adalah kesempatan emas bagi kita untuk kembali “pulang” ke Al-Qur’an. Mari jadikan momentum Maret mendatang sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih bertaqwa.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News










