bukamata.id – Karyawan wisata Hibisc Fantasy Puncak Bogor menuntut soal pekerjaan kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi usai kawasan wisata tersebut dibongkar.
Seperti diketahui, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, resmi menyegel dan membongkar sejumlah bangunan di kompleks objek wisata Hibisc Fantasy, Puncak Bogor.
Bangunan tersebut diratakan karena dianggap melanggar peraturan dan tidak memiliki izin resmi.
Setelah melakukan penyegelan dan penanaman pohon di kawasan Puncak Bogor, Dedi Mulyadi kembali mendatangi lokasi untuk memastikan proses pembongkaran berjalan sesuai rekomendasi berbagai pihak.
Dalam kesempatan itu, sejumlah mantan karyawan Hibisc yang sebelumnya bekerja sebagai operator meminta kesempatan berdialog dengan Dedi Mulyadi.
Mereka berharap pemerintah mempertimbangkan nasib mereka setelah objek wisata tempat mereka bekerja dibongkar.
Menanggapi hal tersebut, Dedi menegaskan bahwa keputusan pembongkaran bukanlah tindakan sepihak, melainkan berdasarkan pelanggaran hukum lingkungan.
“Saya tidak bisa berkomentar, kita tidak bisa ngomong apa-apa. Yang di bawah juga kasihan, ada yang meninggal,” tutur Dedi, dikutip dari YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Minggu (9/3/2025).
Ia menegaskan bahwa tindakan pembongkaran dilakukan bukan karena desakan masyarakat, melainkan karena adanya pelanggaran terhadap undang-undang lingkungan hidup yang berpotensi membahayakan wilayah hilir.
“Ini tidak ada kaitannya dengan provokator, ini terkait pidana lingkungan. Jangan aneh-aneh. Kita bongkar ini karena didesak mereka? engga,” tegasnya.
Dedi juga menegaskan bahwa mantan karyawan tidak bisa menuntut pekerjaan kepadanya.
“Jangan nuntut, jangan aneh-aneh, jangan nuntut pekerjaan ke saya,” tandasnya.
Baca Berita bukamata.id lainnya di Google News











